Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Pura-pura Menikah

Pura-pura Menikah

Aleena hanya mendengkus kemudian mencibir, menirukan perkataan Aksa dengan bibir maju ke depan. “Diamlah. Aku ingin menikmati senja dengan damai sekarang.” Mendengar nada bicara Aleena yang sudah agak ketus membuat Aksa menurut saja. Ia juga turut mengalihkan pandangannya ke arah matahari yang mulai tenggelam ke peraduan. Cahaya langit yang mulai berwarna jingga, debur ombak yang terasa menenangkan juga semilir angin yang terasa menyejukkan.
102.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 61 kali sebagai dunia dikala senja
Baca
+Pustaka
Di Ujung Senja

Di Ujung Senja

Suatu siang setengah bulan kemudian, aku sudah menetap di sebuah kota kecil di tepi pantai. Aku menjual cincin kawinku dan mendapatkan uang yang cukup banyak. Aku pun menghabiskan hari-hariku dengan menikmati makanan lezat serta pemandangan indah. Beberapa bagian tubuhku sesekali terasa sakit. Aku tidak tahu berapa lama lagi aku bisa bertahan hidup, jadi aku menjalani setiap hari seolah-olah itu adalah hari terakhirku.
12.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 478 kali sebagai dunia dikala senja
Baca
+Pustaka
My Handsome Partner

My Handsome Partner

kata Ella Senja membuka matanya perlahan. Ia terperangah melihat pemandangan disekitarnya. Kini ia melihat begitu banyak mahluk seperti Ella. Mereka berterbangan disekitar Senja. Ia dapat melihat pintu-pintu rumah kecil di pohon sekelilingnya. "Apa aku sudah mati?" Gumam Senja "Hihihi, tentu saja belum. Aku hanya mengijinkanmu melihat duniaku lebih jelas saat malam hari. Saat siang, kau hanya bisa melihatnya samar-samar," kata Ella
103.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 72 kali sebagai dunia dikala senja
Baca
+Pustaka
Satu Malam dengan Raja Naga

Satu Malam dengan Raja Naga

--- Saat senja turun perlahan, langit berubah warna bukan karena matahari terbenam, tapi karena dunia sedang menyimpan kata-kata terakhirnya sebelum tidur. Di Teman Sunyi, cahaya dari batu-batu yang dulunya tak berarti mulai berdenyut perlahan. Tak bersinar terang. Tak menyilaukan. Tapi cukup untuk menuntun langkah mereka yang tersesat karena diam. Rhia duduk bersama tiga makhluk kecil yang tak pernah mengucap satu kata pun sejak tiba. Hari ini, satu dari mereka membuka suara.
102.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 72 kali sebagai dunia dikala senja
Baca
+Pustaka
Terpisah Sebab Pariban

Terpisah Sebab Pariban

Tanya Lina. "Senja itu sebagai tanda, bahwa matahari tidak rela meninggalkan bumi. Kesetiaan matahari terlihat disaat dia mulai tenggelam, yang mana matahari tetap menyinari bumi lewat bulan." Jawabku dengan mata masih menikmati senja yang begitu indah. "Nggak, matahari tidak setia. Kalau dia memang setia, kenapa dia tenggelam, dan bersembunyi di balik bulan?" Tanya Lina sambil melihat kearah ku.
103.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 114 kali sebagai dunia dikala senja
Baca
+Pustaka
Mengandung Bayi Presdir Dingin

Mengandung Bayi Presdir Dingin

Susan mengangkat wajahnya, menatap ke atas, senyumnya seperti gunung yang jauh dan air yang tak berujung. Kamera dengan cepat mundur. Kemudian, terdengar suara gelas anggur jatuh ke tanah. Kamera beralih ke wajah Senja. Matanya beralih ke arah lensa, bibirnya yang seperti kelopak bunga masih menyimpan sisa-sisa anggur, menyampaikan sebuah kalimat: "Hidup di dunia ini seperti mimpi di musim semi. Mari kita buka hati kita dan minum sedikit." Salju tebal menyapu layar, menyisakan beberapa karakter besar: "Berlalunya Waktu" Besok malam pukul 20.00, jangan lewatkan di Penguin TV.
3.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 76 kali sebagai dunia dikala senja
Baca
+Pustaka
LAILA

LAILA

Ucapku. "Kamu tahu! kenapa senja membuat orang nyaman? Karena ia tidak membuat orang kepanasan dan tidak juga membuat orang kedinginan. Tidak seperti pagi maupun siang hari dan juga malam." Balas Wira puitis sekali. "Seperti kamu! Aku selalu merasa nyaman di dekatmu. Benarkan Wira?" Tanyaku mencoba menggoda Wira. "Kita namai tempat ini AI?" Ucap Wira, tidak mau memperlihatkan rasa senangnya saat aku goda. Dia mencoba mengodaku balik. Dasar gak mau kalah.
107.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 161 kali sebagai dunia dikala senja
Baca
+Pustaka
Dua Sisi

Dua Sisi

“Takut apa?” “Terakhir aku lihat dari mukanya ada kemarahan dan kebencian.” “Aku yakin itu Cuma sementara aja. Cepet atau lambat Ameera bisa memahamimu.” *** Matahari sudah meninggi. Lingkarannya terletak tepat di ujung kepala. Sementara suara kumandang adzan sebagai penanda waktu salat Jumat telah tiba. Seorang gadis berjalan mengendap-endap di dekat dinding ruang staf pengajar. Sampai di depan pintu, Ameera melongok ke dalam ruangan.
108.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 303 kali sebagai dunia dikala senja
Baca
+Pustaka
CATATAN UNTUK SENJA

CATATAN UNTUK SENJA

"Senja, harus kelihatan baik-baik aja di depan Langit. Senja, nggak mau Langit sedih karena mendengar perjodohan ini." Sepasang baju dan celana yang berwarna cokelat susu, Senja pilih untuk dikenakannya sore hari ini. Tidak lupa, ia pun mengoles sedikit wajahnya dengan bedak dan lipstik, supaya matanya yang bengkak dan bibirnya yang pucat tidak terlihat. "Senja." Tuk! Tuk! Assalamualaikum. "Pasti itu, Langit."
105.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 106 kali sebagai dunia dikala senja
Baca
+Pustaka
Cinta Dalam Kilauan Senja

Cinta Dalam Kilauan Senja

kata Arif sambil melebarkan gulungan itu diatas peti. "Apa kamu, bisa membacanya, Arif?" Tanya Maya sambil melirik Arif yang nampak fokus dengan tulisan itu. "Tentu, Maya, aku sedang mencoba mengartikannya, disini tertulis, Harta Karun berada di puncak gunung Senja, pintu harta Karun hanya terbuka sebelum bulan purnama tiba ketika matahari terbenam" kata Arif dengan nada serius.
101.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 29 kali sebagai dunia dikala senja
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status