My Precious Baby
Namun, karena agar Alba mendapatkan kenyamanan, dia lulus.
“Dad, bunganya terbuka!” Dia memekik. Janu menghampiri dan tersenyum,
“’Bukan terbuka, mekar. Kalau bunga itu mekar.”
Alba mengangguk-angguk, berjongkok di depan bunga mawar merah cantik dan harum. “Bunga, mekar. Tidak disiram?” Tanyanya lagi.
“Semalam ‘kan hujan, jadi tidak perlu, kalau kebanyakan air dia bisa mati.”
Hot Chapters