Kinari dan Benang Waktu
Dan di situ—ia berteriak, dengan suara yang mengandung kemarahan, kelelahan, dan kebingungan yang dibungkus dalam satu nada agung.
“Tharumen! Sudah kututup celah itu! Aku telah melakukannya!”
Gaung suaranya bergulir, memantul pada permukaan laut dan menembus ke dalam samudra seperti suara guntur yang tak menemukan hujan.
Tak ada jawaban. Hanya keheningan yang menjawab.
Namun ketika harapan mulai meluruh dari ujung lidahnya, langit kembali terbelah, pelan nan anggun, tapi menyeramkan.
ตอนยอดนิยม