Pembalasan Untuk Pengkhianat
"Jangan begitu, Bu. Astaghfirullahaladziim, ngucaplah ketika pikiran buruk menguasai hati, semua orang pasti menginginkan keluarga yang baik, termasuk Bapaknya Baim.
Namun ujian setiap rumah tangga itu beda-beda. Ibu harus ikhlas, agar menjadi ladang pahala."
Nasehat dari BI Surti menenangkan hatiku, setidaknya aku merasakan kekuatan dan rasa sabar menyalur kembali dalam diri. Meskipun aku bukanlah termasuk orang yang memiliki rasa sabar.
Tiba-tiba aku teringat akan penuturan Mas Juna tentang Ibunya yang kini kritis, aku bahkan kehilangan rasa khawatir terhadap wanita yang bergelar Ibu Mertuaku itu.