Sisa Cahaya di Jalan Gelap
Ia merasa terancam, bukan karena kata-kata kasar, bukan karena perlawanan fisik, melainkan karena kesunyian yang menelan egonya sedikit demi sedikit.
Di hari-hari berikutnya, keadaan tidak berubah. Ratri tetap seperti patung hidup, bergerak, bekerja, tapi tak lagi berbicara. Galuh semakin tersiksa oleh kesunyian itu. Ia merasa dihantui, seolah ada jurang tak terlihat yang semakin melebar antara dirinya dan istrinya sendiri.
Dan diam Ratri, justru menjadi doa paling keras yang menampar harga diri Galuh setiap hari.
Bab Populer