Talak Aku, Mas!
Aku berniat membalas tapi lagi-lagi Tya menyelaku, "Nah, kan'? Kamu kan udah pernah ngalamin nggak enaknya LDR, jangan diulangi lagi. Kalau kamu memang nggak enak sama kita tentang travel ini, tenang aja Ra. Kami ikhlas kok kamu resign. Nggak masalah. Kita kan masih bisa saling berkomunikasi via telepon atau video call. Zaman kan udah canggih."
Aku menghela napas, "Astaga, bukan kaya gitu, Nin, Tya, Lina. Aku sama dia nggak akan LDR kok."
"Terus? Kamu bakalan tinggal di Thailand, syukurlah kalau kaya gitu. Lega dengarnya," ucap Anindia lagi.
Aku semakin berkata dengan tidak sabar, "Kalian nih bisa nggak sih nggak menyelaku dulu?"