Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Istri Yang Kau Buang, Kini Jadi Nyonya Besar

Istri Yang Kau Buang, Kini Jadi Nyonya Besar

Di balik jendela besar apartemen yang menghadap ke arah gemerlap lampu Jakarta, Alya berdiri mematung. Tangannya menggenggam secangkir teh hangat yang sudah mulai mendingin, sementara pikirannya terbang jauh ke sebuah desa kecil di pinggiran Jawa Tengah. Ingatan itu muncul lagi—ingatan tentang hari di mana ia diseret keluar dari rumah masa kecilnya, tentang cacian ayahnya yang menggema di teras, dan tentang pandangan menghina dari saudara-saudaranya.
101.3K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 42 Beses bilang kenangan masa kecil di desa
Read
+Library
Setelah Hilang Ingatan, Teman Masa Kecilku Menggila

Setelah Hilang Ingatan, Teman Masa Kecilku Menggila

Aku memeluk selimut, lalu langsung tertidur begitu kepalaku menyentuh bantal. Keesokan paginya, aku terbangun oleh bunyi notifikasi pesan yang bertubi-tubi. Dengan mata setengah terpejam menahan kantuk, aku meraih ponsel dan langsung melihat puluhan foto tiga bersaudara itu mengenakan pakaian renang. Sisa rasa kantukku lenyap seketika. Pesan dari Santi menyusul tepat setelahnya. [Ketiga kakak benar-benar baik. Aku bilang bahwa aku belum pernah melihat laut, dan mereka langsung membawaku ke pantai.]
2.5K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 68 Beses bilang kenangan masa kecil di desa
Read
+Library
Kutukan Laut Dan Sumpah Bulan

Kutukan Laut Dan Sumpah Bulan

Lebih tepatnya tidak ada apa pun. "..." Maris mencoba mengingat. Namun semakin ia berusaha, semakin ia merasa seperti sedang mencari sesuatu yang memang tidak ada. Dan untuk pertama kalinya, rasa dingin perlahan menjalar di dadanya. Karena itu bukan kenangan kecil tentang tempat yang terlupa ataupun cerita lama yang hanya samar. Ini adalah kenangan masa kecilnya sendiri. Kenangan yang begitu berharga bagi kedua orang tuanya.
10910 viewsKumpletoIdinagdag sa Library 28 Beses bilang kenangan masa kecil di desa
Read
+Library
Petani Terkuat

Petani Terkuat

Daun sayurnya terasa ringan, bersih, dan seolah membawa aroma embun pagi langsung ke dalam mulut. Itu bukan sekadar enak. Itu seperti rasa yang membangunkan ingatan paling lama dalam dirinya. Ingatan tentang masa kecil ketika ia pulang dari ladang bersama ayah, lalu makan masakan ibunya dalam keadaan lelah. Ingatan tentang hari-hari sebelum hidup terasa berat, sebelum fitnah, sebelum kehilangan pekerjaan, sebelum ia kembali ke desa dengan membawa luka dan rasa gagal di dada.
105.6K viewsOngoingIdinagdag sa Library 151 Beses bilang kenangan masa kecil di desa
Read
+Library
Hidup Kembali di Zaman Kuno

Hidup Kembali di Zaman Kuno

Roni menimpali, "Benar! Kita hias balai, buat syukuran. Kita kabarkan ke seluruh lembah, bahwa darah desa ini bisa menggetarkan istana!" Zeno tersenyum kecil, menepuk bahu mereka. "Kita tidak hanya merayakan Raka... kita sedang menyulam sejarah. Dan sejarah selalu dimulai dari desa kecil seperti ini." ***** semangat di Balai Desa Kali Bening belum juga padam. Suara suling bambu mengalun perlahan, diiringi ketukan kendang dari pemuda-pemuda desa. Warga duduk bersila, menikmati suguhan sederhana: singkong rebus, kacang tanah, dan wedang jahe hangat. Namun ada satu sudut yang terasa lebih tenang dibanding yang lain.
1012.4K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 446 Beses bilang kenangan masa kecil di desa
Read
+Library
Kau Duakan Aku, Kubuat Sengsara Hidupmu

Kau Duakan Aku, Kubuat Sengsara Hidupmu

Plang nama desa yang sudah pudar termakan usia masih terpasang tegak. Aku menatap sekeliling, dan hatiku tersentuh. Kampungku yang tidak banyak berubah seperti terakhir kali aku pergi. Rumah-rumah sederhana, jalanan tanah yang berliku, aroma tanah basah dan dedaunan yang khas, suara jangkrik yang bersahutan. Semuanya terasa familier, membawa kembali kenangan masa kecil yang polos. "Kita sudah sampai, Nak," kata Ayahku, suaranya penuh kelegaan.
1024.2K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 533 Beses bilang kenangan masa kecil di desa
Read
+Library
ANOTHER TOXIC STORY

ANOTHER TOXIC STORY

Memori yang bahkan Eca sudah hampir melupakannya. Masa kecil bersama kedua orang tua dan kakak perempuannya di desa, semuanya begitu indah. Duduk di pelataran rumah sambil makan kacang atau ubi rebus, sambil bercanda bergurau. Tak jarang Eca kecil menangis karena sikap kakak perempuannya yang sangat usil.
1.2K viewsOngoingIdinagdag sa Library 24 Beses bilang kenangan masa kecil di desa
Read
+Library
Terjebak di Tubuh Sugar Baby Om CEO

Terjebak di Tubuh Sugar Baby Om CEO

Langit desa malam itu sepi, diguyur gerimis kecil yang jatuh pelan-pelan seperti bisikan doa yang tak selesai. Bau tanah basah meresap lewat celah jendela kamar, membawa serta kenangan masa kecil Bella—tentang sawah, suara kentongan ronda, dan tawa ringan Bagas saat masih kecil memanggilnya "Mbak" dengan logat cadel.
109.4K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 347 Beses bilang kenangan masa kecil di desa
Read
+Library
Magang di hati CEO tampan

Magang di hati CEO tampan

Sebuah kenangan masa kecil yang samar. ​“Tunggu, Mas,” katanya pelan. “Aku… aku sepertinya ingat sesuatu. Dulu sekali, Ayah pernah mengajakku ke sebuah tempat. Katanya mau menengok ‘teman lama’. Tempatnya sejuk, ada banyak pohon pinus, dan ada sebuah rumah kayu kecil yang sederhana di sana. Aku tidak ingat persis di mana, tapi aku ingat perasaannya. Ayah terlihat sangat sedih saat kami pulang dari sana.”
102.2K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 82 Beses bilang kenangan masa kecil di desa
Read
+Library
SIKSA BATIN ISTRI TUAN MUDA

SIKSA BATIN ISTRI TUAN MUDA

Mata terpejam, mengingat betapa masa kecil hingga remaja dulu terasa begitu bahagia. Dunia dirasa begitu ramah. Hidup di kampung bersama teman-teman, pergi dan pulang sekolah bersama, tertawa bersenda gurau. Tak ada yang memakinya kampungan, tak ada yang menghinanya bodoh, apalagi menuduh sebagai pengeruk harta.
1012.4K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 459 Beses bilang kenangan masa kecil di desa
Read
+Library
PREV
1
...
45678
...
10
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status