Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Terpaksa Satu Atap

Terpaksa Satu Atap

Sahut Arthur. "Yups! Dan yang terpenting di area sini sudah dilengkapi dengan mini market dan cafetaria khusus penghuni real estate. Mungkin untuk memudahkan penghuni di sini untuk berbelanja kebutuhan dan mecari makanan tanpa harus jauh-jauh. Keamanannya juga ok." Terang Kai lagi. "Jadi seluruh kawasan real estate yang ada di sana itu milik satu orang yang punya rumah ini?" Kaidan menganguk membenarkan pertanyaan Arthur.
10605 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 18 kali sebagai kopi satu tujuan
Baca
+Pustaka
Pelet Kopi Darah Haid

Pelet Kopi Darah Haid

senyum dengan menyiratkan sesuatu yang hanya dia sendiri yang tau akan artinya. Sumi berjalan menjauh dari rekan kerja dan juga Tio, ia menjauh sampai benar-benar tidak terlihat oleh para rekannya. Sumi mulai mengeluarkan alat untuk membuat kopi, ya Tio memang sudah biasa meminta untuk dibuatkan kopi kepada sumi. Bahkan hanya Sumi yang tau selera minuman untuk Tio. Tidak ada yang curiga akan pembuatan kopi yang sedang Sumi lakukan namun, tak sedikit juga model wanita yang melirik kemana arah Sumi melangkah jauh bahkan hanya untuk membuat kopi.
10485 DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 10 kali sebagai kopi satu tujuan
Baca
+Pustaka
Istri yang Tak Dinafkahi

Istri yang Tak Dinafkahi

“Argh! Kurang ajar kamu, mbak!” Setibanya di dapur, Sindy langsung menyeduh secangkir kopi panas untuk mendinginkan kepala. “Jangan kebanyakan ngopi kamu,” bisik Nesi karena Roni duduk tidak jauh dari mereka. “Memangnya kenapa sih?” “Kamu kan sudah nikah lagi, sin ...” “Ya terus?” “Kebanyakan kopi bisa memengaruhi kesuburan, bukankah normalnya kamu sama Pak Zayyan mau punya momongan?” Celetuk Nesi, membuat mata Sindy melotot lebar.
12.9K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 359 kali sebagai kopi satu tujuan
Baca
+Pustaka
Kenikmatan Satu Malam

Kenikmatan Satu Malam

Perintahnya pada Saena. “Ko-kopi?” Ulang Saena, gadis itu semakin terlihat bingung dan tidak mengerti kenapa Yu Silan malah memerintahkan dirinya untuk membuatkan kopi untuknya. Dan mau tidak mau Saena segera pergi untuk membuatkan kopi lalu mengantarkannya pada Yu Silan. “Ini kopinya, Tuan Yu.” “Terlalu manis.” Saena mengangguk lalu membawanya kembali, dan membuatkan yang baru untuknya.
1.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 71 kali sebagai kopi satu tujuan
Baca
+Pustaka
Mauku Jadi Satu-satunya!

Mauku Jadi Satu-satunya!

“Apa kau yakin tidak ada yang salah dengan kejantananmu?” Titik lemah seorang pria adalah ucapan yang meragukan keperkasaannya. Adam memang tidak cukup berpengalaman soal wanita, tapi ia tahu caranya. Membuat wanita tunduk sampai bisa mengandung darah dagingnya, Adam mampu melakukannya. “Tujuan kita ini membicarakan pekerjaan,” balas Adam serius. “Jika kau ingin membahas soal keluargaku, lebih baik kita sudahi saja pertemuan ini.”
101.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 61 kali sebagai kopi satu tujuan
Baca
+Pustaka
Acara di Rumah Ibumu (Pura-pura Tak Tahu)

Acara di Rumah Ibumu (Pura-pura Tak Tahu)

ACARA DI RUMAH IBUMU #Pura_pura_tak_tahu Part 20 ( satu langkah berhasil, mulai membantah ) Pagi ini dengan duduk sambil minum secangkir kopi di teras, ingin melihat mas Feri berangkat kerja. Sengaja kulakukan karena ingin menikmati ia berangkat kerja dengan motor buntut. Itu satu-satunya yang ia punya murni dari hasil ia kerja. Jika dijual pun paling laku lima jutaan.
10316.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 11.1K kali sebagai kopi satu tujuan
Baca
+Pustaka
MEMBALAS HINAAN BAPAK (Cerita Cinta Sang Caddy)

MEMBALAS HINAAN BAPAK (Cerita Cinta Sang Caddy)

Sumi akhirnya menurut saja. “Umi chan tahukah, kenapa orang Jepang suka kopi pahit?” tanyanya seraya menyimpan cangkir ke atas tatakannya lagi. Sumi menggeleng sambil mengunyah pelan. “Orang Jepang mau sehat sampai tua. Orang Jepang tak suka gula karena tak sehat. Kami suka makan ikan dan minum kopi without sugar. Ikan itu sehat. Gula tak sehat. Umi chan jangan makan gula, ya! Maunya sayanya bisa sehat sama-sama sampai tua!” Yamada menjelaskan dengan tatanan bahasa yang dia bisa. Namun Sumi yang memang sudah terbiasa mendengarkan penuturannya, akhirnya manggut-manggut saja.
1027.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.1K kali sebagai kopi satu tujuan
Baca
+Pustaka
Suamiku Jadul

Suamiku Jadul

Diselingi humor segar. “Kalau dalam matematika satu tambah satu sama dengan dua, di rumah tangga, satu tamba satu itu jawabnya tetap satu, satu suami tamba satu istri, jawabnya satu, satu tujuan, satu hati, satu keluarga. Kunci keharmonisan keluarga itu salah satunya adalah saling mempercayai, saling memahami,” kata Bang Parlin.
9.8582.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 22.1K kali sebagai kopi satu tujuan
Tampilkan Ulasan (66)
Baca
+Pustaka
Kiki Sulandari
Bang Parlin & Nia,,,.becandanya bikin ngakak......... Jadi disangka ada affair antara istri majikan & supirnya......... 2 orang saudara laki laki Nia aji mumpung,...bukannya kerja,malah mau porotin uang Parlin... Nia mau melahirkan ,Parlin panik...ada mobil pribadi,malah naik becak ke rumah sakit.........
Larose
suka sama ceritanya,ttg kehidupan sehari² yg bisa diambil pelajarannya dgn segala kelebihan dan kekurangan mereka,walaupun g yakin jg didunia nyata akan ada orang sepositif keluarga ParliNia,komennya jg bikin ngakak krn terbagi menjadi 2 kubu hahaha,good job Thor buat ceritanya ......🫰🏻
Baca Semua Ulasan
Queen of Shield - Putri Sang Duke

Queen of Shield - Putri Sang Duke

ujar Black sambil menyerahkan secangkir kopi kepada Koa. Mata Koa membulat saat mencium aroma harum kopi yang menyengat di udara. Ia melihat ke dalam cangkir dengan sorot kebingungan. “Apakah ini minuman terkenal dari olahan biji kopi yang orang-orang maksud?” “Benar. Kopi adalah minuman penyemangat yang bisa membantumu tetap terjaga di tengah kesibukan. Cobalah, tidak ada salahnya.”
1027.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 539 kali sebagai kopi satu tujuan
Baca
+Pustaka
Secangkir Kopi Untuk CEO

Secangkir Kopi Untuk CEO

Belajar dari pengalamannya, untuk hari ini, Anita sudah membuat 50 gelas kopi sekaligus. Ia mengantar kopi sebanyak itu menggunakan meja troli seperti yang ada di restoran-restoran. Awalnya ia merasa kesulitan saat membawa kopi sebanyak itu. Namun Anita tetap melakukan hal berlebihan tersebut sebagai bentuk protesnya atas sikap Sagara yang kian menjadi.
107.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 149 kali sebagai kopi satu tujuan
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
34567
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status