Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Magang Di Pelukan CEO

Magang Di Pelukan CEO

Setelah memesan roti bakar alpukat dan dua cangkir kopi susu, keduanya terdiam sejenak, menikmati pagi tanpa tekanan. Tapi Aurelie yang lebih dulu memecah keheningan. “Shaq,” ucapnya sambil menatap cangkir kopinya, “Kamu tahu kan, target kamu sekarang gila-gilaan. Sepuluh kali lipat. Jadi aku pikir… kamu harus fokus ke sana.” Shaquelle mengangkat alis, menyelidik. “Maksud kamu?”
1039.6K viewsCompletedAdded to Library 1.6K Times as kopi satu tujuan
Read
+Library
I Coffee You

I Coffee You

“Anggun belum datang, mas. Kita nungguin Anggun, infonya sih setengah jam lagi. Mas mau sesuatu?” Diego menggelengkan kepalanya “Aku kerja dulu, kamu kasih kode kalau udah mulai.” Diego memiliki pekerjaan lain selain menjadi public figure, membuka lapangan pekerjaan yang berhubungan dengan kopi. XCoffee, nama yang dibuat mengingat sang mantan yang menyukai aroma kopi. Tempat tersebut dipegang oleh sahabatnya yang sangat dipercaya, secara kebetulan sang sahabat paham dengan dunia kopi juga kuliner. Mereka tidak ada yang tahu tentang tempat tersebut, kalaupun Kiki tahu lebih pada jika dirinya menyukai menu disana.
101.0K viewsCompletedAdded to Library 29 Times as kopi satu tujuan
Read
+Library
ATURAN LANGIT!

ATURAN LANGIT!

"Syarat? Apa Syaratnya?" "Peuncit Hayam kampung hideung anu gede hiji! Kembang tujuh rupa! Jeung kopi hideung pait!(Sembelih seekor ayam kampung hitam besar satu ekor, kembang tujuh macam dan satu gelas kopi hitam pahit!)" "Waduh, kok ribet banget syaratnya? Itu tidak akan bisa kulakukan sekarang, itu perlu waktu!"
9.272.0K viewsOngoingAdded to Library 1.8K Times as kopi satu tujuan
Read
+Library
Sistem Aura (Infinity)

Sistem Aura (Infinity)

heran Ereia. “Boleh diperjelas, soal orang idealis yang berkompeten?” sambung Dhan. Kael lalu membuat pandangan jauh menerawang ke depan seakan ada jawaban di bayang-bayang kekosongan, mengutarakan, “Oh, bukan tugas atau tujuan kita merekrut pengikut maupun massa, dan untuk apa juga melakukannya? Kita hanya memberi penawaran lalu saling bersepakat—meski terdengar tidak ada bedanya, tapi dalam praktiknya nanti akan kentara perbedaannya. Hanya ada sekumpulan orang yang punya satu tujuan dan kesepakatan. Jadi, soal ada pengikut atau massa anggap saja itu seperti ... rasa kenyang setelah kita makan ....”
1019.9K viewsOngoingAdded to Library 715 Times as kopi satu tujuan
Show Reviews (6)
Read
+Library
Hamfa Merman
Kisah seorang anak yang dikucilkan menjadi seorang Pendekar hebat bergelar Kaisar hanya di novel berjudul PENDEKAR KAISAR RASKAR. Dijamin seru, menegangkan, dan baku hantam serta adu mulut pun ada. Silahkan dicek ya, he-he-he!
Radif
{Untuk sekarang, novel ini ada pula di: Karyakarsa (Dalam Karyakarsa cerita akan lebih eksplisit dan vulgar), Novellife, KBM, dan Goodnovel, (Kwikku) bila terdapat di platform lain, segera hubungi Penulis.}
Read All Reviews
Kaya Tujuh Turunan dalam Sekali Klik

Kaya Tujuh Turunan dalam Sekali Klik

Hadiah: 1x Kupon Gacha Hukuman: Kematian __________________________________ Meski tatapan Ian padanya penuh dengan kecurigaan dan kekhawatiran, Kakek Sugiono tetap berdiri dengan senyum ramah yang tak lekang di wajahnya. "Kakek tidak menyangka akan bertemu Pengguna Sistem lain di tempat seperti ini," ucapnya dengan suara serak namun lembut. "Tapi, jangan khawatir, Kakek tidak berniat jahat padamu. Jika misi yang kamu terima mengatakan ada Pengguna Sistem yang berniat jahat padamu, itu hanya tipu daya dari sistem."
1042.6K viewsCompletedAdded to Library 938 Times as kopi satu tujuan
Read
+Library
Milk and Coffee

Milk and Coffee

~☕Milk and Coffee☕~ Sepagi itu, kantor sudah ramai. Karyawan yang biasa datang nyaris terlambat sudah hadir lebih pagi. Mereka mempersiapkan rapat yang akan mereka ikuti, Rapat Evaluasi Bulanan. Rapat ini adalah rapat yang kerap digunakan oleh Reyhan sebagai ajang untuk mencari kesalahan mereka. Mereka harus menyiapkan berkas mereka masing-masing dengan sempurna agar Reyhan tidak menemukan celah untuk mencela mereka. Belum lagi Rapat Direksi yang menunggu setelahnya. Para karyawan tidak habis pikir dengan polah Reyhan yang menyusun dua rapat mematikan ini secara berurutan. “Hai, Wang,” sapa Sabrina. Awang yang tengah menyeduh kopi di pantry menoleh. Ia kaget melihat wajah Sabrina yang lusuh.
104.9K viewsOngoingAdded to Library 175 Times as kopi satu tujuan
Read
+Library
Balada Asmara Biduan Dangdut

Balada Asmara Biduan Dangdut

“Oke. Mmm, menurutku kerja keras, latihan keras, serta punya visi dan tujuan bersama, itu sangat penting. Ibarat kata, grup musik itu harus punya tujuan yang sama dulu dari para personilnya. Seperti kami yang juga punya tujuan yang sama. Jadi—” “Maaf Mbak Dewik saya potong,” ucap Si Penyiar meminta interupsi. “Memangnya tujuan grup musik dangdut kalian apa sih? Sobat Goyang FM pasti penasaran, dong!” “Ya, kita punya misi mau menghibur banyak orang melalui karya kami. Itulah yang utama. Jadi soal uang, popularitas, itu adalah bonus buat kami.”
1010.2K viewsCompletedAdded to Library 368 Times as kopi satu tujuan
Show Reviews (13)
Read
+Library
Haras
Hallo semua, saya mulai aktif untuk melanjutkan cerita ini lagi ya. Mohon maaf kemarin sempat berhenti sebab ada kerjaan di luat. Tapi sekarang saya sedang dalam fase alih profesi untuk menjadi fulltime writer. Jadi mohon dukungan dari teman-teman semua. Terima kasih Semoga terhibur & sehat selalu.
liza sarah
cerita yg unik. gk tau kisah nyata ato gk, tp ngalir alami gt jln ceritanya. gk bnyk2 drama buatan buat seru cerita. sukaaaaak.... lucu, seger ceritanya. pesan moralnya jg dpt. ya ampuuuun setelah tamat ceritanya br berasa kehilangan. keren lah, gk bosen bacanya.
Read All Reviews
You Are Mine

You Are Mine

Bahkan sekadar menanyakan tujuan pria itu datang saja rasanya begitu berat. "Ini, buat lo. Tadi gue beli makan ternyata buy one free one." Naja meletakkan kotak makan di atas meja Yuca. Ia berdiri tepat di samping meja perempuan itu. Kalimat Naja barusan begitu mengganjal di telinga Yuca. Buy one free one? Yuca terkekeh sumbang sambil menatap kotak makanan itu. "Apa tujuan Bapak sebenarnya ke sini? Nggak mungkin cuma buat ngantar makanan gratis, 'kan?"
9.95.8K viewsOngoingAdded to Library 192 Times as kopi satu tujuan
Read
+Library
Bangkitnya Sang Miliarder Sejati

Bangkitnya Sang Miliarder Sejati

Terpancing Emosi Pemilik warung kopi menghampiri dengan membawa satu nampan kopi yang di pesan oleh Tian dan orang-orang yang duduk bersamanya sesaat setelah pembahasan masalah honor selesai. Ia nampak melayani sendiri tanpa ada satu orang pun yang membantunya. Bukan hanya kopi hitam saja yang biasa mereka pesan, melainkan ada dua mangkuk mie instan untuk tiap orang yang disajikan secara berurutan.
106.0K viewsOngoingAdded to Library 125 Times as kopi satu tujuan
Read
+Library
PREV
1
...
5678910
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status