Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Jika Waktu Berakhir

Jika Waktu Berakhir

Memang hawanya lebih panas dari biasanya. Keanehan itu makin bertambah ketika lampu kamarnya tiba-tiba redup dan berkedip-kedip. Iskha menderum seperti onta. Ia tahu kalau ini pertanda buruk. Pasti sebentar lagi listrik akan padam. Dan benar saja listrik pun padam menyisakan kekesalan yang ia rasakan. Ia melihat ke sekeliling kampung yang juga padam. Lampu penerangan di pinggir jalan pun terlihat padam membuat jalanan lebih gelap dari biasanya. Hanya cahaya rembulan saja yang menerangi. “Iskha, nyalain lampu emergency-nya buat belajar!” terdengar suara ibunya di luar.
105.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 143 kali sebagai lampu remang remang
Baca
+Pustaka
Senja Terakhir di Wu Chan

Senja Terakhir di Wu Chan

Kini dia menyadari mengapa banyak ahli menyarankan untuk membatasi penggunaan gawai karena dikhawatirkan akan menyebabkan kecanduan. Harrison mengubah keterangan lampu di kamar. Lampu bulat besar yang tepat berada di dalam cekungan tepat di atas ranjang, diredupkan menjadi lebih hangat dan romantis. Warna yang memantul dari dinding bercat putih dan warna emas di beberapa bagian, membuat suasana menjadi lebih sejuk. Harrison mengatur mesin pendingin ruangan menjadi normal. “Semoga dia suka,” batinnya sambil tersenyum.
103.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 86 kali sebagai lampu remang remang
Baca
+Pustaka
Kepemilikan

Kepemilikan

Aroma tembakau mahal, alkohol tua, dan keringat bercampur menjadi satu. Ruangan itu cukup luas, Lampu kuning tua menggantung di langit-langit, berayun pelan seolah kelelahan, memancarkan cahaya redup yang hidup segan, mati pun enggan. Berusaha menerangi orang-orang di bawahnya yang sedang bermain kartu dengan santai.
704 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 23 kali sebagai lampu remang remang
Baca
+Pustaka
Pembalasan Sang Dokter Jenius

Pembalasan Sang Dokter Jenius

Hawa dingin itu begitu pekat dan menusuk, membawa serta aroma samar ozon dan tanah basah yang busuk. Lampu bohlam di atas kepala Joko berkedip-kedip liar seperti kaset rusak, mengeluarkan suara mendesis yang aneh. Filamen di dalamnya berpendar merah membara sesaat, sebelum akhirnya padam total dengan suara PLOP! yang pelan namun final. Kegelapan pekat langsung menelan ruangan itu. Joko hendak menarik tangannya, namun ia terlambat.
1021.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 567 kali sebagai lampu remang remang
Baca
+Pustaka
Fantarna

Fantarna

Warnarish Merah : Karmin Kromsin Karmin yakin ia tidak terlalu tertarik dengan api. Tapi kenapa tiba-tiba lampu lilin itu menyala padahal ia tidak mau menyalakannya? Kadang tangan dan bajunya tiba-tiba terbakar dan hilang padahal ia belum memadamkannya. Ia juga merasa napasnya seperti bau kebakaran. Karmin yakin warna merah mempunyai banyak arti, tapi bukan selalu kebakaran dan api. Pernah ia merenggangkan kedua tangannya kedepan lalu bola api meluncur begitu saja, untung bola itu mengarah ke danau merah. Ia begitu ketakutan waktu itu. Sikapnya yang selalu ceria dan suka melawak tiba-tiba berubah menjadi anak yang pendiam. Ia lebih suka menyendiri. Teman-temannya mengkhawatirkannya, tapi Kar
104.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 120 kali sebagai lampu remang remang
Baca
+Pustaka
OB - Sang Pewaris Rajah Terkuat

OB - Sang Pewaris Rajah Terkuat

Bau kemenyan murahan dan tembakau linting bercampur menjadi satu, menyesakkan rongga dada. Di tengah ruang tamu yang hanya diterangi lampu tempel minyak tanah, duduklah sosok Mbah Rukmi di atas kursi rotan yang sudah reyot. Wanita tua itu duduk mematung di dalam keremangan, wajahnya dipenuhi keriput yang dalam dan menakutkan.
1015.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 515 kali sebagai lampu remang remang
Baca
+Pustaka
Cinta Yang Tak Pernah Dipilih

Cinta Yang Tak Pernah Dipilih

“Apa yang terjadi padaku…?” Ruang itu remang. Cahaya lampu kuning temaram menggantung di langit-langit. Dindingnya bukan rumah mewah, melainkan papan tua yang rapuh. Dari celahnya, angin malam masuk, membawa suara jangkrik.
1.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 54 kali sebagai lampu remang remang
Baca
+Pustaka
TEROR SINDEN GHAIB

TEROR SINDEN GHAIB

“Tolong… aku nggak tahu caranya…” Perempuan itu mengangkat tangannya. Di pergelangan tangannya, kilau emas samar terlihat sangat mirip dengan yang pernah terlintas di benak Embun. “Waktumu sedikit.”Lampu kamar padam. Embun memekik Namun seketika, semua kembali normal Lampu menyala. Kamar kembali sunyi. Bayangan itu menghilang seolah tidak pernah ada. Tidak ada bau kemenyan. Tidak ada hawa dingin Hanya Embun.
1.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 43 kali sebagai lampu remang remang
Baca
+Pustaka
Perjanjian Terlarang

Perjanjian Terlarang

Kelopak mata Moreau mengerjap berulang kali sekadar mengembalikan sesuatu yang terasa begitu hilang. Sulur – sulur siraman lampu ruangan seperti berusaha menerobos masuk agar sepenuhnya meningkatkan pengelihatan di langit – langit yang tampak begitu kosong Dia ada di mana?
1032.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 703 kali sebagai lampu remang remang
Baca
+Pustaka
CEO Tunggal Kaya Raya

CEO Tunggal Kaya Raya

Happy reading Lampu gemerlap dan suara hingar bingar memenuhi sebuah ruangan yang sangat bising itu. Alunan musik DJ terus diputar menambah sensasi para pengunjung, goyangan lemah gemulai juga diliuk-liukkan Mereka. Permainan dari berbagai wanita penghibur itu membuat suasana semakin panas.
1013.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 298 kali sebagai lampu remang remang
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status