BUKAN SALAH IBU
Kebetulan sekali, sisa tanah rumah peninggalan Nenek ini memang cukup luas.
Pak Anto memasukkan mobil ke car port, menurunkan tas-tas kami dan meletakkannya di teras. Lantai teras adalah kejutan lain. Bukan lagi terbuat dari semen kasar yang di beberapa tempat telah berubah menjadi tanah hitam berpasir, tapi, kini lantainya telah dilapisi granit berwarna hitam mengkilap. Bersih, licin dan dingin. Ada sepasang kursi dari rotan lengkap dengan mejanya, menggantikannya kursi kayu lapuk yang dulu ada disitu. Dulu, aku menghabiskan sore disana setiap hari menanti Ayah kembali.
Hot Chapters