Suatu Senja di Tanah Senja
Pendendam yang mengobarkan api kebencian. Sementara cicak yang lainnya saling bertengkar tentang apa yang sebaiknya aku lakukan, Si Cicak Bijak di sudut diam seribu bahasa. Aku menghampirinya dan bertanya menurutnya apa yang sebaiknya aku lakukan. Dia hanya mengangkat wajah, ekspresinya sedih, terluka, dan kecewa. Seketika aku bertanya ada apa. Si Cicak Bijak tua pun menceritakan kepadaku tentang betapa sedihnya ia telah dilupakan dan tak diperlukan lagi oleh manusia zaman ini. Padahal, di masa lalu ia begitu didamba, begitu dipuja, begitu diagung-agungkan. Orang-orang datang padanya dengan berbondong-bondong. Mereka membawa seribu satu persoalan yang minta diselesaikan. Namun, ketika Si Ci
Hot Chapters