Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Menantu Tak Diharapkan

Menantu Tak Diharapkan

Tak berani melakukan kontak fisik lainnya. "Sejak kecil saya memang takut sama petir, mas. Apalagi kalo sama angin kencang, takut sekali," Jawabnya. Kalimat terakhirnya terdengar parau, seperti hendak menangis. "Aa!" Satu kilatan menyambar diiringi gelegar guruh. Bersamaan dengan itu, Lidya berteriak kencang. Membuat Cakra secara reflek menarik badan ramping dan mendekapnya.
8.8115.2K viewsCompletedAdded to Library 3.9K Times as lidah cicak
Show Reviews (37)
Read
+Library
Arkhan Khalfani.
mohon maaf ya,cuma masukan ..dlm pemilihan Nama2 dlm Tokoh cerita Novel,memiliki pengaruh besar dalm minat pembaca.. klo bisa penulis bisa meng Gunakan nama2 dalam Bahasa inggris umum..yg telah terbiasa di dengar.....
malapalas
BACA novel berjudul :FREL. Banyak kejutan di dalamnya. Selain tentang cinta segitiga yang bikin baper, gemes dibumbui humor dan mengharubirukan, kalian akan disuguhi dg persahabatan, keluarga, luka dan rahasia di masa lalu orangtua yang akan membuat cerita lebih seru dan menjungkirbalikkan perasaan.
Read All Reviews
Malam Terlarang Bersama Dokter Pembimbingku

Malam Terlarang Bersama Dokter Pembimbingku

"Jauh dari Direktur Utama. Selamat datang di alam liar, Lidya. Kuharap kau sudah siap dengan pertarungan hidup mati melawan nyamuk lokal yang sebesar elang, dan mungkin… hmm, cicak purba yang suka menyanyikan lagu dangdut koplo." "Jangan lebay, Ger," balas Vito, menguap panjang. "Cicak purba tidak akan sebanding dengan Dr. Surya jika ia menemukan jejak Lidya. Atau bahkan kita bertiga di sini. Lagipula, lihat Kevin. Dia terlihat seperti baru melihat harta karun tersembunyi, yang kebetulan sedang menata tirai bunga-bunga. Ekspresinya persis seperti itu."
4.0K viewsCompletedAdded to Library 135 Times as lidah cicak
Read
+Library
Tuan Jovan, Nyonya Ingin Akhiri Kontrak Pernikahan!

Tuan Jovan, Nyonya Ingin Akhiri Kontrak Pernikahan!

“Tidak masalah adikku, aku memaklumi mu.” Dalam hati Liera tertawa. Lihat bagaimana seramnya wajah Desi ketika dipaksa meminta maaf? Seperti seekor monster cicak sedang berada di bawahmu, melihatmu dengan kedua bola matanya yang besar. Desi, adikku yang seekor cicak raksasa.
1.5K viewsOngoingAdded to Library 37 Times as lidah cicak
Read
+Library
Housemate

Housemate

Kalau sudah teler begitu mana bisa diajak ngobrol dengan waras. Tapi yang sebenarnya Satria salah duga. Nasha tidak teler. Dia cuma berbaring di kasurnya yang nyaman. Menatap langit-langit kamarnya yang sebenarnya tidak ada objek menarik yang bisa dilihatnya selain cicak yang lagi kawin di pojokan plafon kamar. Miris. Nasha saja belum pernah merasakannya, tapi si cicak itu malah dengan songongnya pamer di depan mukanya. Panggilan dan ketukan yang dilakukan Satria sampai tidak diabaikannya karena terlalu fokus memandangi 2 cicak tersebut dengan penuh dendam.
103.1K viewsOngoingAdded to Library 78 Times as lidah cicak
Read
+Library
Kesengsem Ajudan Caem

Kesengsem Ajudan Caem

Fajrin : Diam-diam merayap. Nawang : Datang seekor tikus. Aland : Lalu ditangkap. Hap. Hap. Hap. Mathilda : Aku membayangkan cicak makan tikus. Jadi merinding. Marni : Segede apa itu cicak? Santi : Mungkin sebesar ikan pari. Jamil : Ikan tongkol. Setiadi : Ikan tuna. Yuswanto : Dibalado. Endes!
101.3K viewsCompletedAdded to Library 34 Times as lidah cicak
Read
+Library
Dinikahi Calon Suami Mama

Dinikahi Calon Suami Mama

Bisa saja Bumi yang sebenarnya sedang marah, tapi malah pura-pura tak marah. “Tadi lancar sekali meledek saya dan tertawa tanpa kontrol, sekarang diam seperti orang yang makan eek cicak.” “Eek cicak?” ulang Renjana tanpa sadar. Ia melongo dan melotot secara bersamaan. Lalu, menengadah lagi dengan raut wajah tak percaya, tapi penasaran. “Emang kalau makan eek cicak bisa jadi pendiam?”
1023.3K viewsOngoingAdded to Library 746 Times as lidah cicak
Read
+Library
DARAH SEPASANG

DARAH SEPASANG

Aku mencari sesuatu agar bisa menggapai cicak tersebut. Terpintas dalam pikiran. Aku lempar saja dia dengan kain kompres. "Wush ..." aku melempar kain tersebut. Cicak terjatuh dan berlari. Makhluk tersebut meninggalkan ekor-nya yang masih bergerak. Aku mendekatinya. Sambil jongkok aku menatap ekor yang terus bergerak. Aku mengambilnya dan aku dekatkan dia dengan wajahku, agar bisa terlihat jelas.
106.3K viewsCompletedAdded to Library 215 Times as lidah cicak
Read
+Library
Sang Idola Adalah Boneka

Sang Idola Adalah Boneka

"Kamu tahu hal apa yang paling kakek benci? Sikap kamu yang terus bermain-main seperti ini, Joel! Apa kamu tidak ingin seperti kakak kamu?!" Lagi-lagi Joel harus mendengarkan perbandingan antara dirinya dan sang kakak. Ia sudah sangat muak sampai telinganya kebas mendengar ucapan seperti itu. "Lihat kakak kamu sekarang, dia sudah kuliah di luar negeri dan mendapatkan nilai yang memuaskan. Lalu kamu apa? Sekolah tidak benar dan malah pacaran tidak jelas!" Dharma memang sangat irit berbicara, tetapi ketika memarahi cucunya, ia berubah 180°.
101.2K viewsOngoingAdded to Library 33 Times as lidah cicak
Read
+Library
Suatu Senja di Tanah Senja

Suatu Senja di Tanah Senja

Pendendam yang mengobarkan api kebencian. Sementara cicak yang lainnya saling bertengkar tentang apa yang sebaiknya aku lakukan, Si Cicak Bijak di sudut diam seribu bahasa. Aku menghampirinya dan bertanya menurutnya apa yang sebaiknya aku lakukan. Dia hanya mengangkat wajah, ekspresinya sedih, terluka, dan kecewa. Seketika aku bertanya ada apa. Si Cicak Bijak tua pun menceritakan kepadaku tentang betapa sedihnya ia telah dilupakan dan tak diperlukan lagi oleh manusia zaman ini. Padahal, di masa lalu ia begitu didamba, begitu dipuja, begitu diagung-agungkan. Orang-orang datang padanya dengan berbondong-bondong. Mereka membawa seribu satu persoalan yang minta diselesaikan. Namun, ketika Si Ci
105.3K viewsOngoingAdded to Library 185 Times as lidah cicak
Read
+Library
Dikontrak 365 Hari jadi Istri Presdir Dingin

Dikontrak 365 Hari jadi Istri Presdir Dingin

“Kenyang Ocha dengar rayuan buaya nanti.” “Eh, siapa itu, Sayang?” tanya Aksa. “Lala, tuh dia ...,” jawab Ocha. Dia sembari mengarahkan kamera pada Lala yang tengah memangku Aqil. “Oh, Lala Po tanpa Tingki Wingki Dipsi. Apa-apaan kamu ngatain aku buaya?” “Lah, terus apa Tuan Aksa? Komodo? Kadal? Cicak tubin?” Lala menantang Aksa.
10100.3K viewsCompletedAdded to Library 3.3K Times as lidah cicak
Read
+Library
PREV
1234567
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status