Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
LEMBUR TENGAH MALAM

LEMBUR TENGAH MALAM

Di kejauhan, dentingan lonceng kembali terdengar, kali ini lebih keras dan lebih dekat. "Kau pikir kenapa dia meninggal? Kau pikir kenapa abunya masih ada di ruangannya?" Kata-kata Bu Ratri terus terngiang di telinga Gracya saat ia berjalan kembali ke ruangannya. Dentingan lonceng yang ia dengar tadi seolah menjadi pengingat bahwa ada sesuatu yang lebih besar dan lebih gelap yang sedang ia hadapi. Gracya membuka kembali jurnal Bu Susan, mencari petunjuk lebih lanjut tentang "Proyek Penyelamatan Besar". Di halaman berikutnya, ia menemukan catatan yang lebih detail:
1.1K viewsOngoingAdded to Library 25 Times as lirik tujuh sumur
Read
+Library
Tumbal Purnama

Tumbal Purnama

tanyanya panik. Bima mengeluarkan kertas tua yang diberikan oleh Pak Surya sebelum mereka pergi. Gambar lingkaran dengan simbol-simbol aneh tergores di sana, bersama sebuah kalimat: "Di tempat akar pertama tertanam, di sana perjanjian ditulis." “Tempat akar pertama...” gumam Bima. “Mungkin pohon tua di ujung hutan ini. Kakek sering menyebutnya sebagai tempat asal keluarga kita.”
1.3K viewsOngoingAdded to Library 29 Times as lirik tujuh sumur
Read
+Library
Membungkam Mulut Tetangga Julid

Membungkam Mulut Tetangga Julid

Lagi pula, banjir masih jadi pertimbangannya. "Di sana yang susah cuma airnya, musti nunggu giliran, soalnya satu sumur buat delapan keluarga. Kadang saya tengah malam baru dapat air. Makanya saya jarang nyuci, seringnya laundry, hehehe … ." Bu Maya kembali memberikan informasi. Sedikit banyak membuat Dina terpelongo mendengarnya. 'Waduh, air kan penting banget. Apalagi ada anak kecil, bisa tiap saat pakai airnya. Pantesan nggak pernah lihat dia jemur baju.' Dina bermonolog.
3.2K viewsOngoingAdded to Library 102 Times as lirik tujuh sumur
Read
+Library
Tumbal Bulan Suro

Tumbal Bulan Suro

Sungguh terlalu mengada-ada. "Lalu kalau bulan Suro memangnya kenapa?" Balasku sembari meraih air mineral dingin dari dalam kulkas setelah sampai ke dapur. "Kamu masih ingat kan? Di kampung ini selalu saja ada lima orang pemuda yang meninggal tiap bulan Suro?" "Lalu?" "Ya Ibu takut kamu kenapa-kenapa, Satria," ungkap Ibu penuh kekhawatiran.
104.9K viewsCompletedAdded to Library 190 Times as lirik tujuh sumur
Read
+Library
MEMBUNGKAM MULUT IBU TIRI

MEMBUNGKAM MULUT IBU TIRI

Sesekali botol air mineral melayang hampir mengenai mereka. “Kita apakan pasangan selingkuh ini?” teriak Niko. “Arak saja! Bawa ke rumah suaminya!” “Gunduli saja rambutnya!” “Buang saja le laut!” Kembali terdengar suara sumbang mengerikan, membuat traumabagi diriku yang baru kemarin mengalami hal yang sama. “Dengar. Kami tidak selingkuh!” kilah Pak Budi.
6.6K viewsCompletedAdded to Library 151 Times as lirik tujuh sumur
Read
+Library
Misteri Cinta di Lokasi KKN

Misteri Cinta di Lokasi KKN

Bila larut tiba wajahmu terbayang Kerinduan ini semakin dalam🎵 🎶Gemuruh ombak di Pantai Kuta Sejuk lembut angin di bukit Kintamani Gadis-gadis kecil menjajakan cincin Tak mampu mengusir kau yang manis🎵 🎶Bila saja kau ada di sampingku Sama-sama arungi danau biru Bila malam mata enggan terpejam Berbincang tentang bulan merah🎵 Du du du du du du Ho ho ho oh.....
1013.7K viewsCompletedAdded to Library 315 Times as lirik tujuh sumur
Read
+Library
Desa Tanpa Suara

Desa Tanpa Suara

Batu-batu di sekitar sumur lembap, berlumut, seolah tidak pernah tersentuh tangan manusia. Raka berdiri di tepi sumur, menyorotkan senter. Air di bawah memantulkan cahaya redup, tapi tiba-tiba riak kecil muncul, padahal tak ada angin. “Siapa kau?” suaranya terdengar ragu. --- Dari bawah, terdengar suara serak, berat, namun anehnya familiar. “Aku keluargamu. Darahku… mengalir di nadimu.”
102.1K viewsCompletedAdded to Library 57 Times as lirik tujuh sumur
Read
+Library
Cintai Rembulan

Cintai Rembulan

ujarnya lagi-lagi berusaha menyadarkan Jevan. “Kak, sadar! Aku Feray, Kak. Aku Feray. Lepasin aku!” ujar Feray berulang kali hingga suaranya semakin melemah. Berbicara kepada orang yang sedang mabuk sama dengan berbicara kepada sebuah batu. Tidak akan pernah mempan.
2.0K viewsOngoingAdded to Library 49 Times as lirik tujuh sumur
Read
+Library
Sebening Tirta

Sebening Tirta

Pendingin yang seharusnya menyejukkan tubuh dari sengat hawa musim panas yang membakar, justru kini memjadi hawa beku yang menjemgit hingga ke tulang sumsum. “Middle East tak pernah menampakkan diri di mana pun, tak ada bukti yang mampu menunjukkan keterlibatan Direktur dalam kegiatan gelapmu itu. Kau pikir aku ini seceroboh itu, hah?” Aku memainkan pen di depan wajahnya. Memilah beberapa foto dan kertas yang betebaran dari dalam amplop coklat tadi lalu menyusunnya di atas meja.
9.33.5K viewsOngoingAdded to Library 91 Times as lirik tujuh sumur
Read
+Library
Pelet Kopi Darah Haid

Pelet Kopi Darah Haid

Namun, rupanya debu Buyut belum sepenuhnya hilang, butir-butir kelabu itu hanya berputar di udara, lalu jatuh satu per satu ke benang hitam milik Sumi. Benang itu seakan menelan semuanya, tidak ada penolakan. Bahkan bertambah tebal. Naya memegang ujung bajunya. “Kak… itu apa?” Sumi tidak menjawab, matanya menatap lurus ke depan tepat ke arah sumur tua rumahnya. Air sumur itu tidak menetes lagi, namun ia mendidih tanpa api. Dari dalam sumur muncul suara rantai yang sedang diseret beramai-ramai, tanah di sekitar sumur retak dan pagar bambu itu roboh.
10617 viewsCompletedAdded to Library 15 Times as lirik tujuh sumur
Read
+Library
PREV
123456
...
10
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status