Rasa Yang Hilang
Dalam sejurus cahaya benda pipih berasal dari seseorang yang rela bergadang demi game, mampu memperlihatkan samar-samar keadaan orang yang terlentang tak berdaya baik di sofa maupun di lantai.
Menyadari sesuatu mendekat, Nathan mengalihkan perhatiannya dari ponsel. “Oh, sudah pulang.” Laki-laki dengan bekas luka sayatan di dahi itu meletakkan ponsel atas meja, kemudian bertepuk tangan. Seketika ruangan tersebut terang akan cahaya lampu, memperlihatkan riasan bergelantungan di dinding yang tertata ‘HAPPY BIRTHDAY ERWIN ARMY’.
Merasakan cahaya terang menghunus kelopak mata, sontak saja tiga laki-laki dan satu perempuan terbangun akibat naluri kewaspadaan mereka.
Hot Chapters