Istriku Tak Pernah Membantu Memasak di Hajatan Keluargaku
"Maaf ya, Mas sibuk banget. Jadi nggak perhatiin kamu sama Rizki. Sekarang, mumpung Rizki tidur, kamu makan dulu, terus mandi. Nanti 'kan bakalan banyak pekerjaan, butuh tenaga ekstra. Tubuh harus terisi nutrisi dulu."
Aidah menggeleng lagi, kemudian menghabiskan rotinya dengan cepat.
"Ini sudah kenyang, Mas. Lagian masih pagi."
"Udah, ayo makan. Mas antar, Mas juga mau makan," kataku beralasan. Aidah menatapku, lalu berdiri walau nampak ragu.