Perishable
Wajahnya juga terlihat pucat, ditambah lagi dia diam saja sejak tadi.
Merza lantas menggeleng kuat, tanpa menoleh ke arah Regah.
"Nggak, gue sehat, kok," ucapnya tersenyum tipis. Dia benar-benar tak bisa berkutik jika sudah begini, mengapa jantungnya sangat payah? Tangan kanannya yang digenggam Regan saja sudah membuat jantungnya seperti ini.
"Nggak nyaman jalan sama gue?"
"Bukan gitu!" jawab Merza cepat, kini kepalanya menoleh pada Regan.
Hot Chapters