Janda Muda
Tapi sebelum Hendi masuk, dia sempat menoleh dan pandangannya langsung bersiborak dengan pandangan seorang gadis yang sudah tidak gadis lagi itu.
Sorot mata Hendi yang begitu tajam, memendam amarah, juga kecewa secara bersamaan, bertemu dengan sorot mata sendu Caca yang penuh dengan penyesalan.
Dalam perjalanan, Arinda masih menangis dalam diam. Dia memandang keluar jendela, meratapi nasipnya yang sebentar lagi akan menjadi seorang janda.
"untuk apa kau membuang-buang air matamu itu?" tanya Hendi dengan masih menggunakan nada yang begitu dingin.
Bab Populer