Pelakor itu Adikku
“Aku tahu ini terdengar kejam. Tapi aku nggak punya pilihan. Karierku di ujung tanduk. Reputasiku bisa hancur kalau orang tahu. Apalagi … soal kamu.”
Arhan diam. Menunggu reaksi Nandine. Di kepalanya, Ia sudah bersiap menghadapi tangis, jeritan, bahkan ancaman dari Nadine. Ia membayangkan Nadine akan memeluk lututnya sambil meratap minta ampun, seperti drama-drama sinetron sore hari.
Tapi ... diluar dugaan, yang terjadi, justru sebaliknya.
Nadine mengangkat wajahnya, dan dalam suara yang lembut dan tenang, ia berkata, “Baik, Mas. Kalau itu memang yang terbaik … aku akan menggugurkannya.”
Hot Chapters