Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Dikejar Cinta Mantan Suami

Dikejar Cinta Mantan Suami

“Jujur soal apa, Ka? Kamu lihat sendiri, kan? Dia gila. Dia menggunakan wajahku untuk promosi usahanya.” Nayaka terkekeh sinis, sebuah tawa kering yang jarang ia keluarkan. “Jangan bodohi aku, Zel. Aku ini arsitek, tapi aku juga mengerti bagaimana dunia bisnis bekerja. Nggak ada perusahaan yang menghabiskan miliaran rupiah hanya untuk copywriting promosi menggunakan nama orang asing secara acak dengan cara seposesif itu. ‘Maafkan aku untuk masa lalu’? ‘Aku nggak akan menyerah’?” Nayaka memutar tubuhnya menghadap Zelena, mengabaikan sopir taksi yang pura-pura fokus ke depan. “Itu bukan bahasa iklan. Itu bahasa orang yang sedang terobsesi mengambil lagi sesuatu yang pernah dia miliki. Kamu buk
1057.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.3K kali sebagai naive artinya
Baca
+Pustaka
Gairah Cinta CEO dan Peramalnya

Gairah Cinta CEO dan Peramalnya

Warna, bentuk, dan garis bebas, tanpa aturan Anya menggambar sosok perempuan duduk di bawah pohon besar dengan aliran sungai jernih. Tidak ada wajah yang jelas, tapi atmosfer lukisan itu terasa damai dan kuat. Ia menulis di pojok kanvas: “Aku baru, tapi aku tetap aku.” 16.30 – Sesi Penutup Hari: Refleksi dan Simbol Jembatan Ritual: Masing-masing peserta menulis satu kata yang menggambarkan langkah baru mereka (contoh: “berani”, “pulih”, “mengalir”)
102.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 42 kali sebagai naive artinya
Baca
+Pustaka
Mama Muda Milik sang Konglomerat

Mama Muda Milik sang Konglomerat

“Jadi kamu tertarik di bidang apa?” “Saya dulu dari kecil suka melukis, dibanding bermusik.” “Jadi kamu bisa menggambar?” “Lumayan, tapi hanya lukisan biasa saja. Enggak terlalu mendalami, hanya bermain warna, gambar apa yang saya suka. Kalau adik saya Amber, dia memang desainer, dia sangat berbakat. Sekarang saya justru berjualan handbag,” Naomi tertawa.
2.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 91 kali sebagai naive artinya
Baca
+Pustaka
Dilamar Presdir yang Menyamar

Dilamar Presdir yang Menyamar

Nawa meletakkan ponselnya di meja. “Manggilnya aku kamu saja kali, ya? Biar nggak formal.” Brama tersenyum. “Aku Brama. Kamu siapa?” Ah, dasar si Brama pura-pura tidak kenal. “Aku Nawa.” “Jadinya tadi gimana? Aku dengar, akhirnya beneran kamu yang jadi artis di pembuatan iklan itu?” Nawa tersenyum. “Dipaksa sama anak-anak. Dasar mereka.”
9.945.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 910 kali sebagai naive artinya
Baca
+Pustaka
Belahan Jiwa untuk Naya

Belahan Jiwa untuk Naya

(Dylan) Aku bangun lebih pagi. Semalam tidak bisa tidur karena memikirkan wanita bernama Naya itu. Apa dia baik-baik saja? Bagaimana keadaannya saat bangun nanti?! Semua pertanyaan itu terus terngiang di kepalaku. Belum lagi semalam aku tidak sengaja mendengar beberapa orang mengatakan kalau Naya adalah seorang artis. Mungkinkah nanti jadi pemicu berita aneh yang akan jadi topik hangat? Memikirkannya saja membuatku pusing.
2.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 84 kali sebagai naive artinya
Baca
+Pustaka
Dendam Pernikahan Pewaris Tampan

Dendam Pernikahan Pewaris Tampan

“Kamu lagi apa, hmm?” “Melukis,” jawabnya cepat. “Soalnya bosen banget, aku mau bantu Mama masak nggak boleh, bersih-bersih nggak boleh, jalan jauh juga nggak boleh. Akhirnya aku minta maid bawain kanvas, cat, sama kuas.” “Melukis apa?” Nayara memiringkan kamera ponselnya, memperlihatkan lukisan yang … yah, menyerupai awan, tapi warnanya campur aduk. “Ini pemandangan taman belakang. Eh, jangan ketawa!”
108.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 299 kali sebagai naive artinya
Baca
+Pustaka
Nona, Yakin Nggak Mau?

Nona, Yakin Nggak Mau?

Viona yang baru selesai merapikan rambutnya menoleh ke arah pintu. "Masuk." Seorang ART membuka pintu sedikit lalu masuk sambil membawa paper bag besar. "Nona, ini titipannya Nona." "Kasihkan padanya," jawab Viona sambil menunjuk ke arah Reno. "Apa itu?" tanya Reno yang baru keluar dari kamar mandi. "Itu buat kamu." Viona menjawab lebih dulu sebelum ART sempat membuka suara lagi.
103.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 101 kali sebagai naive artinya
Baca
+Pustaka
Tersandung Cinta Tuan Muda

Tersandung Cinta Tuan Muda

Rasa bersalah dan ego saling tarik-menarik dalam dirinya. Suatu malam, ketika hujan turun deras, Adrian masuk ke ruang lukis. Ia melihat kanvas kosong di sudut ruangan, dan Naira duduk di lantai, memeluk cat air yang belum digunakan. "Kamu tahu," ucap Naira lirih tanpa menoleh, "Aku mulai melukis karena itu satu-satunya cara buat aku merasa hidup. Tapi akhir-akhir ini... aku nggak tahu lagi, untuk apa aku hidup di rumah ini."
972 DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 19 kali sebagai naive artinya
Baca
+Pustaka
Bukan Pengawal Biasa

Bukan Pengawal Biasa

Art berusaha menjelaskan sesuai porsi. Para pria itu saling beradu pandang. Penjelasan Art setenang itu. Seperti sebuah kalimat terkenal yang terdengar indah; Jika tak salah, buat apa takut. “Hh!” Satu pria mengolok Art dengan senyuman miring. Dia tak percaya dengan pernyataan pendek yang menggelikan, itu sangat naif. Siapa pun akan sangat tertarik untuk dekat dengan gadis yang saat ini mereka kejar. “Kau kira kami tak paham kelakuan orang-orang sepertimu.”
101.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 54 kali sebagai naive artinya
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
8
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status