Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Sisa Rasa

Sisa Rasa

“Kemarin stres.” “Stres apa?! Kerja bagus, hidup nyaman, pacar nggak ada — itu pilihan kamu sendiri,” Mama ngomel sambil menepuk kasur. “Kalau kamu tuh nggak terlalu bar-bar dan nggak ngegas mulu sama cowok, mungkin sudah ada yang naksir!” Selin membalik badan dan menutupi kepala dengan bantal. “Ma. . . please. Aku baru bangun.”
10832 viewsOngoingAdded to Library 19 Times as naksir
Read
+Library
NASI BERKAT

NASI BERKAT

Jangan lupa krisannya, Kasih semangat Mak Siti dengan like komen n subscribe,, follow akun otor juga yaaa 😘 Salam sayang dari Mak Siti 😘😘
105.7K viewsCompletedAdded to Library 187 Times as naksir
Read
+Library
Handa

Handa

"Wong yen lagi gandrung Ra peduli mbledose gunung Wong yen lagi naksir Ra peduli yen perang nuklir Nadyan lagi bokek Direwangi nrethek-nrethek Jarene wes jodho Opo-opo duwek'e wong loro Wong yen lagi kepikat Ra peduli ndonya kiamat Wong yen lagi nyenengi Ra peduli lagi inflasi Nadyan ra duwe duwet Direwangi kredat kredit Jarene wes jodho Opo-opo duwek'e wong loro" Handa tampak salah tingkah, dia mengeluarkan pakaiannya yang sudah ditata di dalam tas ranselnya lalu memasukkannya lagi. Sedangkan Satria berdiri bersandar di samping pintu sambil menatap istrinya, menikmati tingkah konyol Handa.
1034.6K viewsCompletedAdded to Library 933 Times as naksir
Read
+Library
Fake

Fake

Huruf biasa saja Shena masih latah apalagi gundul, itu sama saja pak Rully membunuh Shena tanpa menyentuh namanya. “Anasthasa Naura Banuska. Nama yang aneh tapi muka dia kek nggak asing,” pikir Shena, entah semenjak kedatangan gadis itu tadi matanya tidak henti memperhatikan Laura. Shena merasa pernah bertemu gadis itu tapi dia tidak ingat di mana. ***
2.3K viewsOngoingAdded to Library 45 Times as naksir
Read
+Library
Rasa

Rasa

Sungguh kata kata yang luar biasa. “Astaghfirullah, gak boleh natap lawan jenis yang bukan mahram. Kelupaan,” Kyra menundukkan pandangannya. Ia terlalu terkesima dengan Abian, higga tak sadar dirinya menatap sosok itu terlalu lama. “Pfttt, istighar hayoo.” Ataya asik memainkan ayunannya. Baginya, pesona abangnya membosankan.
104.3K viewsCompletedAdded to Library 102 Times as naksir
Read
+Library
SamRann

SamRann

Senyum manis yang terukir dalam bibir, membuatku tetap tegar,walau hati ini selalu menjerit menangis, tanpa suara dab tanpa air mata. Gimana guys TOD-nya?? Rann terbelalak melihat chat dari Anna di grup. anak somplak guys. Professor Rann. Gila lo An! Meysha art. Mantulll !!! Jenderal Alika. Woi siapa yang ganti nama tuh??!! Ir.Safna. Hehehe...gue, bagus kan?? Professor Rann. Wahhh ni lagi, gila! Emangnya kita ni bocah somplak apa??!!!
103.4K viewsOngoingAdded to Library 67 Times as naksir
Read
+Library
MY BABY

MY BABY

Jadi ingin menggodanya. "Ngapain ngliatin terus, naksir?" Chocho jadi bengong. "Apa itu naksir?" tanyanya polos. Anjrit, aku lupa. Chocho masih kecil dan polos, dia gak tahu begituan. Uh, dasar baperan! "Enggak papa, Chocho. Gak penting," kataku menghindar. " Kak Titi, apa itu naksir? Kak Titi!" rengeknya manja sambil menggoyang-goyang lenganku.
9.810.4K viewsOngoingAdded to Library 332 Times as naksir
Read
+Library
Cinta yang Kau Bawa Pergi

Cinta yang Kau Bawa Pergi

Untuk nama yang ada di bawah ini silakan inbox saya di akun F******k Lis Susanawati 1. Tjeumara 2. Erni Erniati 3. Esti Nugraheny 4. Ussy Badaru 5. Ida Ganis 6. Surya Suwita 7. Zidan Ramadhan 8. Anna Apriyanti 9. Yanie 10. Arif Zaif.
10183.2K viewsCompletedAdded to Library 5.1K Times as naksir
Read
+Library
Suamiku Duda Bisu

Suamiku Duda Bisu

Ia menatap lelaki di hadapannya dengan mata membesar. Ia tidak salah dengar. Suara itu memang berasal dari lelaki yang sejak awal ia yakini bisu. “Eh? Bu-bukannya kamu... bisu?” Lelaki itu tersenyum tipis. “Namaku Kairan Narel Ardana,” katanya lagi. “Dan aku nggak bisu.” BERSAMBUNG ***
103.3K viewsCompletedAdded to Library 110 Times as naksir
Read
+Library
SENDIAKALA

SENDIAKALA

Aku sudah mengirim doa, semoga saja sampai dengan cepat, sebagai bentuk rindu dan baktiku. “Azahra?” terdengar suara berat yang memanggil. Spontan aku menoleh, dan kala melihat siapa yang datang, aku bangkit dari posisi dudukku. Aku ingat betul siapa laki-laki berpawakan tinggi, putih, dan bermata sipit ini. Namanya Wangsasatya, laki-laki dari kalangan Cina Muslim yang dahulu adalah anak dari majikan Bapak. Kami saling mengenal baik, sebab Bapak sering mengajakku ke rumah besar itu, dan aku dengan Wangsasatya sering bermain di halaman luas rumah miliknya.
575 viewsOngoingAdded to Library 18 Times as naksir
Read
+Library
PREV
1234569
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status