Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Penguasa Negeri Jin

Penguasa Negeri Jin

Dari sepasang matanya menyambar dua larik kobaran api. Ksatria Pengembara tersurut satu langkah. Dia cepat memasang kuda-kuda. Dua kaki tegak merenggang seperti dipantek ke tanah. Dua tangan disilang di depan dada. Saat itu dia dapatkan dirinya telah dikurung oleh tiga orang. Ternyata tidak cuma tiga! Orang ke empat muncul dari balik tumbangan pohon besar. Dia melangkah sambil menggoyang sebuah rebana yang ada kerincingannya di tangan kiri. Mukanya yang kempot keriputan cengar-cengir. Barisan giginya tonggos berserabutan ke depan. Setiap langkah yang dibuatnya seperti orang menari mengikuti suara kerincingan yang sesekali diseling tabuhan rebana. Di punggungnya tersisip sebuah payung terbuat
1032.0K viewsCompletedAdded to Library 672 Times as pengembara petani bahagia
Read
+Library
Resep Rahasia Sang Pecundang

Resep Rahasia Sang Pecundang

Kabut tipis melayang di atasnya seperti selendang sutra, dan di tengah-tengah lembah, di bawah sinar matahari yang tersaring kanopi, terbentang petak-petak sawah yang berkilauan. Airnya begitu jernih hingga mereka bisa melihat dasar sungainya dari atas. Padi yang tumbuh di sana tidak berwarna hijau biasa, melainkan hijau keemasan yang seolah memancarkan cahayanya sendiri. “Demi semua dewa kuliner…” bisik Adrian takjub. “Tempat apa ini?” “Lembah Asing,” gumam Mang Gede, matanya berkaca-kaca. “Kakek buyutku pernah bercerita tentang tempat ini. Surga terakhir yang belum tersentuh tangan serakah manusia.”
1.1K viewsCompletedAdded to Library 39 Times as pengembara petani bahagia
Read
+Library
Saat Cinta Menyapa Lagi

Saat Cinta Menyapa Lagi

Bukan dari penerbit besar, melainkan dari seorang relawan guru di pelosok Kalimantan Utara, tepatnya di sebuah desa pinggiran sungai yang mulai terancam oleh ekspansi perkebunan besar. “Mbak Lia dan Mas Arka, kami tidak punya galeri di sini. Kami hanya punya hutan yang mulai hilang dan anak-anak yang lupa cara bermimpi. Kami butuh seseorang yang bisa memotret luka kami dan menuliskan harapan kami, sebelum semuanya tertutup debu buldoser.” Email itu menjadi percikan yang mereka butuhkan. Arka dan Lia memutuskan untuk meninggalkan segala kemewahan kontrak di Jakarta selama tiga bulan. Mereka menyebutnya sebagai "Perjalanan Penjemputan Ruh."
965 viewsOngoingAdded to Library 37 Times as pengembara petani bahagia
Read
+Library
Hamil Anak Calon Wakil Presiden

Hamil Anak Calon Wakil Presiden

Jemarinya bergerak lincah, membaca berita-berita yang memuat namanya. Di layar, terpampang foto dirinya sedang berbincang dengan petani, mengenakan pakaian sederhana di tengah sawah berlumpur. Judul berita itu berbunyi: “Wakil Presiden Dorong Hilirisasi Pertanian demi Ketahanan Pangan Nasional”.
103.1K viewsCompletedAdded to Library 79 Times as pengembara petani bahagia
Read
+Library
Gairah Terpendam Anak Juragan Kampung

Gairah Terpendam Anak Juragan Kampung

Bu Romlah memberikan wejangan kepada putranya tersebut. "Iya Bu, Jaka mengerti. Oya, kemana Bapak?" "Oh, Bapakmu tadi pagi-pagi sekali pergi ke kampung sebelah, ada urusan dengan Pamanmu," Setelah sarapan, Jaka lalu berpamitan pergi ke perkebunan, pemuda itu mengendarai motor tua milik ayahnya dengan kecepatan sedang. Sedangkan di tempat lain, terlihat Ayuna baru saja keluar dari rumahnya. Rencananya gadis itu juga hendak berangkat ke perkebunan, sebenarnya gadis itu sangat malas untuk datang ke perkebunan milik ayahnya tersebut, sebab tidak ada penyemangat nya di sana.
103.2K viewsCompletedAdded to Library 88 Times as pengembara petani bahagia
Read
+Library
Pendekar Bertongkat Menuju Puncak

Pendekar Bertongkat Menuju Puncak

Lelaki buta kembali tersenyum dan menjawab, "Aku Asyura. Aku juga punya nama lain Wang Yongchun. Lalu aku juga sering disebut Pendekar Buta, tapi untuk sekarang kebanyakan orang menyebutku sebagai, Raja Pengembara." "Sekarang adalah masa jahiliyah, masih banyak orang-orang bodoh di wilayahku. Lalu bagaimana denganmu yang terdampar sampai ke sini?" imbuhnya kembali bertanya. "Aku dibuang ke laut oleh orang-orang yang iri denganku. Makanya aku harus cepat pulang dan mengurusi mereka." Kurma yang ditawari tidak disentuh olehnya sama sekali. Raja Pengembara itu lantas duduk di bebatuan sekitar sembari memakan buah-buahan tersebut.
4.5K viewsCompletedAdded to Library 99 Times as pengembara petani bahagia
Read
+Library
Bangkit Dari Putus Asa

Bangkit Dari Putus Asa

"Percuma aku pernah melanglang buana ke seluruh benua bila tak bisa mengatasi istri merajuk." "Melanglang buana? Bukankah kau ini seorang petani?" ketus Vincent meremehkan. "Hehehe … sekarang aku memang cuma petani. Namun aku ini petani yang sudah mewujudkan impian masa muda. Setelah puas berkelana, roda gerobakku berhenti di tanah ini. Kudaku akhirnya menarik bajak di ladangku sendiri."
102.9K viewsOngoingAdded to Library 103 Times as pengembara petani bahagia
Read
+Library
Akhir Yang Bahagia

Akhir Yang Bahagia

Jevan menyimpan kursi roda di kursi tengah mobil. “Sayang, mau jalan – jalan ke Taman Bulan gak?” tawar Ibu Flora sembari menyamankan duduknya di mobil. “Ibu mau kesana?” tanya Jevan bali sembari menyalakan mobil. Ibu Flora mengangguk, “Disana tukang permen kapasnya masih ada gak ya.” “Ah itu! Yang bisa dibentuk bunga itu ya Bu!” tanggap Jarvis semangat.
105.4K viewsCompletedAdded to Library 130 Times as pengembara petani bahagia
Read
+Library
DINIKAHI KONGLOMERAT

DINIKAHI KONGLOMERAT

Apakah ini bawaan bayi? Kakiku yang hanya memakai sandal capit melangkah perlahan. Menyusuri jalanan kecil yang menghubungkanku dengan area pesawahan. Akhirnya aku tiba. Meski terik, tapi semilir angin bercampur wangi lumpur sawah dan padi yang mulai menguning membuat hati ini tetap terasa damai. Dalam beberapa petak terlihat para petani yang tengah sibuk memotong padi. Sudah musim panen rupanya.
9.7330.5K viewsCompletedAdded to Library 10.2K Times as pengembara petani bahagia
Read
+Library
Mungkinkah, Aku Gila

Mungkinkah, Aku Gila

terangnya kemudian mengunci rumah dan segera bergabung untuk mengayuh sepeda bersama. Kehangatan yang tercipta dari sebuah kebersamaan tidak selalu harus mahal. Bersepeda bersama menikmati perjalanan di area persawahan selalu memanjakan mata. Sawah yang ditanami padi oleh petani seperti karpet hijau yang terbentang luas di kiri dan kanan jalan. Rumah kami memang terbilang masih asri. Mata pencaharian penduduk yang sebagian besar petani.
3.5K viewsOngoingAdded to Library 126 Times as pengembara petani bahagia
Read
+Library
PREV
1
...
5678910
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status