Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Mencintai Kakak Sahabatku

Mencintai Kakak Sahabatku

Tentu saja Givani langsung menghapus air matanya. "Iya. Ibu benar. Aku harus berlatih untuk terakhir kalinya," ujar Givani kini meraih kertas bertuliskan sebuah puisi yang akan ia bacakan untuk besok di pesta kelulusan. Puisi itu karya Givani sendiri. Tentang sosok yang selalu mendukungnya belakangan ini. Sosok yang selalu ia rindukan kehadirannya. Kehadiran figur ayah yang tak pernah ia dapatkan. Paman Gisel adalah pria yang ada dalam puisi itu. Bi Sunnah sedikit tertegun juga meresapi isi puisi itu. Givani ternyata sangat berbakat.
1010.0K viewsCompletedAdded to Library 258 Times as puisi hari ayah
Read
+Library
Legenda Dewa Cahaya

Legenda Dewa Cahaya

Batara Geni dan anaknya, Bayu Jaga Geni masih duduk di atas kubah menara menikmati indahnya langit yang tak pernah Bayu sadari karena dia tidak pernah merasakan waktu langka bersama ayahnya seperti saat ini. Padahal itu hanyalah langit buatan sang ayah. Mereka berdua masih memperbincangkan berbagai hal. Sungguh Hari itu adalah hari paling indah yang pernah Bayu rasakan sejak dia lahir ke dunia. Ayahnya ada disana dan berbincang dengan dirinya.
1076.4K viewsCompletedAdded to Library 1.5K Times as puisi hari ayah
Read
+Library
Mas Duda itu Mantan Kekasihku

Mas Duda itu Mantan Kekasihku

“Karena Ayahmu terlalu istimewa. Dia selalu ada bersamamu, Nak.” Dia menggeleng dengan cepat. “Hari ini ada tugas membuat sebuah puisi dengan tema Ayah. Katakan padaku, Bu. Apa yang harus ku tulis?” Aku menggigit bibir bawahku mendengarnya. “Biar nanti Ibu beritahu di rumah. Sekarang Hira tidur siang dulu ya? Ibu harus kembali bekerja.” “Oke Bu.” Setelah panggilan terputus aku segera mengambil tisu menghapus air mataku. Setelahnya aku membayar soto pesananku.
105.9K viewsCompletedAdded to Library 189 Times as puisi hari ayah
Read
+Library
Dalam Cengkeraman Empat Sultan

Dalam Cengkeraman Empat Sultan

‘Ayah hanya ingin kamu tahu, setiap piala kecil yang kamu bawa pulang dari sekolah, setiap pujian dari gurumu, adalah mahkota tertinggi dalam hidup Ayah. Ayah adalah pria paling beruntung di dunia ini karena Tuhan menitipkan jiwa seindah dirimu untuk Ayah jaga. Kamu adalah kebanggaan yang menghidupkan napas Ayah.’ Pertahanan Emma runtuh. Setetes air mata jatuh tepat di atas tanda tangan ayahnya, mengaburkan tinta hitam di sana. “Ayah ... aku juga bangga punya Ayah,” lirihnya, memeluk kertas itu ke dadanya yang bergemuruh riuh.
103.6K viewsOngoingAdded to Library 86 Times as puisi hari ayah
Read
+Library
Kau Khianati Aku, Kunikahi Ayahmu

Kau Khianati Aku, Kunikahi Ayahmu

“Tunggu saja. Besok … hari kehancuran bagi kalian berdua.” Reino mondar-mandir di depan pintu kamar ayahnya. Gagang pintu yang tak bisa digerakkan itu seolah mengejeknya. Kunci cadangan? Tidak ada. Semua laci sudah yang biasa menyimpan barang rahasia pun sudah ia cek—kosong. Dengan wajah mengeras, Reino mengeluarkan ponselnya dan menekan nama yang sudah sangat ia kenal. Nada sambung terdengar lama, tapi begitu terangkat, suara ayahnya terdengar lelah.
3.3K viewsOngoingAdded to Library 74 Times as puisi hari ayah
Read
+Library
Dijual Ayah, Dipinang Takdir

Dijual Ayah, Dipinang Takdir

Dia duduk menghempaskan diri di samping Nadira, dengan mata yang merah dan badan sempoyongan. Nadira sebenarnya sudah lelah menghadapi ayahnya yang setiap hari datang dalam keadaan seperti ini. Ayah yang seharusnya menjadi tulang punggung dan pelindung keluarga, tapi menjadi ayah yang tidak bertanggung jawab. "Dira," suara berat dan sesak itu memanggilnya. "Yah," Dira berusaha menahan tubuh ayahnya yang hampir terjerembab ke tanah. "Kenapa ayah minum lagi, ayah kan sudah janji untuk ti-"
101.2K viewsOngoingAdded to Library 32 Times as puisi hari ayah
Read
+Library
Mencintaimu Kesalahan Terbesarku

Mencintaimu Kesalahan Terbesarku

Diruang keluarga, tampak ayah sedang duduk santai sambil membaca Koran yang ditemani secangkir kopi hangat, yang aroma kopinya menggelitik hidungku. Sekarang adalah hari Minggu, jadi ayah tidak ke kantor. “Pagi Ayah,” sapaku melihat ayah, sambil mencium sayang kedua pipi ayah. Meskipun sangat kecewa dengan keputusan ayah, akan tetapi aku mengenyampingkan ego, karena aku sangat menyayangi ayah.
108.1K viewsCompletedAdded to Library 325 Times as puisi hari ayah
Read
+Library
Misteri Cinta

Misteri Cinta

"Pada saat merayakan hari ayah nasional pada tanggal 12 november lalu, sekolah kami mengadakan acara kekompakan antara ayah dan anak. Pada saat itu semua anak datang bersama dengan orang tuanya lengkap. Hanya satu orang murid yang tidak ditemani oleh siapapun, yaitu Rahayu Jaya Krisna. Ayu terus menangis dan merasa tidak disayangi oleh kedua orang tuanya. Karena kasihan saya meminjamkan ponsel saya pada Ayu untuk menghubungi ayahnya. Dari pembicaraan singkat mereka, akhirnya ayah Ayu setuju untuk mengikuti lomba kekompakan ayah dan anak disekolah. Ayu menjadi amat sangat gembira. Dia bahkan langsung berlari ke pintu gerbang untuk menunggu ayahnya disana.
1032.6K viewsCompletedAdded to Library 1.1K Times as puisi hari ayah
Read
+Library
DINAR

DINAR

ucap dinar dalam hati "bagaimana keadaan ayah ya? dimanakah dia sekarang? apa dia baik-baik saja?" ujar dinar sambil memandang jauh kelangit cerah hari ini, dia sangat merindukan ayahnya yang entah dimana, entah apa yang terjadi padanya, meskipun ayahnya belakangan tidak memperdulikannya dia tetap sangat merindukan sosok ayahnya itu "lihatlah tubuh ini, mulai berbentuk dan kekar, aku tidak menyangka kehidupanku berubah jauh setelah datang kesini, tapi aku masih berharap aku bertemu dengan ayah
105.8K viewsCompletedAdded to Library 180 Times as puisi hari ayah
Read
+Library
Rindu yang Lupa

Rindu yang Lupa

Ayah bertambah stres, orang-orang memanggilnya gila. Tidak ada yang tahu kecuali Tuhan jika saat itu Ayah mengamen, Ayah mencuci motor orang-orang di jalan, Ayah menari di jalan, Ayah juga pernah mengemis, ia pun tidur beratap langit, beralas rerumputan bumi, berselimut kesunyian sepanjang malam. Ayah kumpulkan koin-koin, ia jarang makan jika perutnya tidak sakit, uang itu ingin ia berikan kepada putri-putrinya, ia sangat merindukan mereka, tapi waktu mengutuknya di jalanan, ia tak tahu arah, hanya berharap kelak dapat menemukan jalan pulang, sampai Fira, Caca tumbuh besar, dan yang terakhir sampai Lala, si bungsu itu lahir, Ayah belum juga pulang.
105.1K viewsOn holdAdded to Library 116 Times as puisi hari ayah
Read
+Library
PREV
1
...
5678910
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status