Rindu yang Lupa
Ayah bertambah stres, orang-orang memanggilnya gila.
Tidak ada yang tahu kecuali Tuhan jika saat itu Ayah mengamen, Ayah mencuci motor orang-orang di jalan, Ayah menari di jalan, Ayah juga pernah mengemis, ia pun tidur beratap langit, beralas rerumputan bumi, berselimut kesunyian sepanjang malam. Ayah kumpulkan koin-koin, ia jarang makan jika perutnya tidak sakit, uang itu ingin ia berikan kepada putri-putrinya, ia sangat merindukan mereka, tapi waktu mengutuknya di jalanan, ia tak tahu arah, hanya berharap kelak dapat menemukan jalan pulang, sampai Fira, Caca tumbuh besar, dan yang terakhir sampai Lala, si bungsu itu lahir, Ayah belum juga pulang.
Hot Chapters