Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Rintik Hujan yang Tak Pernah Pulang

Rintik Hujan yang Tak Pernah Pulang

Dalam pesan itu, dia menulis: [Kamu bilang kamu selalu ingin melihat hujan di kota kelahiran Ayahmu, 'kan? Komandan bilang, enam bulan lagi aku bisa mutasi ke pusat militer di sana. Nanti, kamu kuliah saja di Universitas Adiwangsa. Kita bisa melewati rintik hujan bersama, berjalan beriringan sampai rambut kita memutih dimakan usia, sebuah janji untuk menua bersama."
2.3K viewsCompletedAdded to Library 75 Times as puisi pohon
Read
+Library
Penjaga Keseimbangan: Takdir Dewa dan Iblis

Penjaga Keseimbangan: Takdir Dewa dan Iblis

Pohon Kehidupan melambaikan daunnya dan mengusap lembut Pipi Shu Sheng dengan lembut untuk menenangkan emosi Shu Sheng yang sedang gelisah. Angin berdesir membawa sebuah pesan dari alam. Shu Sheng merasakan angin itu melewati tubuhnya membuat rambut hitam panjangnya berkibar. Setelah angin itu menyampaikan pesannya, ia bisa tahu kalau waktunya sudah tiba. Saatnya dirinya meninggalkan Hutan Musim Semi. Shu Sheng mendekatkan dirinya pada Pohon Kehidupan yang bersedih untuknya dan meletakkan pipinya di batang pohon itu dalam posisi memeluk.
1.1K viewsOn holdAdded to Library 27 Times as puisi pohon
Read
+Library
PELITA DI TENGAH GELAP

PELITA DI TENGAH GELAP

Ia meraih Dinda, memeluknya erat. “Puisi kamu indah banget sayang.” Dinda tersenyum “Itu buat Bunda dan Ayah.” “Bunda yakin Ayah denger,” jawab Dina lembut, “karena cahaya nggak butuh suara untuk sampai ke langit.” Sore itu, Dina menyalakan pelita di ruang tamu. Cahaya kecilnya memantul di dinding, menari lembut bersama bayangan daun di luar jendela ia menatapnya lama, lalu mengambil buku hariannya dan menulis satu halaman terakhir,
867 viewsCompletedAdded to Library 23 Times as puisi pohon
Read
+Library
Benih Yang Kau Tanam

Benih Yang Kau Tanam

ucap Rania menunjuk jambu yang ada di atasnya. "Jambunya biar Revan yang petik," jawab Revan antusias. Di rumah tempat mereka tinggal hanya ada taman kecil dengan buah-buahan yang di tanam dalam pot, jadi ukuran pohonnya pendek-pendek. Pergaulan Revan pun hanya terbatas, jadi dia tidak banyak mengenal dunia luar termasuk memanjat pohon.
1023.6K viewsCompletedAdded to Library 685 Times as puisi pohon
Read
+Library
Sang Legenda Dewa Pedang

Sang Legenda Dewa Pedang

Energi spiritual yang kaya langsung terpancar, dan jutaan sinar cahaya menyinari dan menyelimuti seluruh pohon kuno. Riak aneh mengalir di batang pohon. Dunia tampaknya dipenuhi dengan musik jernih yang terdengar seperti gema alam, dan sangat nyaman di telinga. Hanya butuh beberapa napas waktu dari benih ke pohon kuno. Bisa dibilang keajaiban. Bagi kucing oranye yang sedang berjemur di sudut, Li Yu mencabut pohon yang menjulang tinggi dengan kotoran juga merupakan keajaiban!
101.7K viewsOngoingAdded to Library 42 Times as puisi pohon
Read
+Library
PUTRI PENGUBAH TAKDIR ELYSIA

PUTRI PENGUBAH TAKDIR ELYSIA

Seolah pohon ini sendiri yang sedang bernyanyi. "Pohon Jiwa," bisik Riel di belakangku, suaranya penuh kekaguman. "Aku hanya pernah mendengarnya dalam legenda. Konon, pohon ini tumbuh dari kesedihan seorang dewi yang kehilangan kekasihnya." Terdengar persis seperti kisah pohon sebelumnya.
101.8K viewsOngoingAdded to Library 54 Times as puisi pohon
Read
+Library
Kebangkitan Sang Putri Terbuang

Kebangkitan Sang Putri Terbuang

Lin Yue menatapnya dengan mata sayu, suaranya serak, “Apa yang… terjadi setelah itu?” Qingyan terdiam sejenak sebelum menjawab. “Pohon itu bukan makhluk biasa. Ia adalah Pohon Abadi Pemakan Jiwa — tumbuh dari sisa energi ribuan kultivator yang mati di hutan ini. Ia hidup dengan memanggil jiwa-jiwa kuat, menjerat mereka, lalu menyerap inti spiritualnya.”
1019.0K viewsCompletedAdded to Library 474 Times as puisi pohon
Read
+Library
Demi Anak Suamiku, Kurela Jadi yang Kedua

Demi Anak Suamiku, Kurela Jadi yang Kedua

PUISI SATIR TENTANG YANG LUKA DIA TERBANG TAPI TAK PUNYA SAYAP KARENA DEMIKIAN SEKARANG IA SUDAH MERAYAP SAYANGNYA IA TIDAK MERAYAP SESUAI TEMPAT SEHINGGA DEDAUNANNYA ITU JATUH TERLEBIH DAHULU SEBELUM DIRAPAT JIKA DEDAUNANNYA SUDAH RUNTUH APALAH DAYA SEBUAH BUAH YANG TIDAK MEMPUNYAI ALAT FOTOSINTESIS SEBAGAI RUMAH YANG MEMBERINYA BUTUH TENTU BUAH ITU TAK JADI SEGAR TENTU BUNGA ITU TAK JADI MEKAR MEMANG SEBUAH KEJAHATAN TIDAK AKAN LARI DARI PENANGKAPAN MEMANG YANG BAIK ITU AKAN SELALU MENDAPATKAN CELAH KEMENANGAN
103.4K viewsCompletedAdded to Library 80 Times as puisi pohon
Read
+Library
SUNAN ZUNUNGGA

SUNAN ZUNUNGGA

Pohon Pelangi Apakah kalian pernah mendengar tentang pohon pelangi? Ya. Pohon itu bernama Pohon Eucalyptus Pelangi. Di sudut tersembunyi dimensi yang terdapat di salah satu bagian hutan Ranting Sembah, tumbuh menjulang di antara rerimbunan jenis pepohonan, eucalyptus pelangi, atau pohon kebijaksanaan. Gradasi warna memancar mulai dari akar pohon hingga pucuk tertingginya. Begitu indah. Setiap tetesan getah berproses membentuk lapisan dan warna secara natural. Pohon ini disebut juga pohon kebijaksanaan karena gradasi warna yang ada melambangkan lapisan-lapisan hakikat. Konon, pohon ini dihuni oleh makhluk mistik bertaring macan tutul berbulu perak.
104.8K viewsOngoingAdded to Library 101 Times as puisi pohon
Read
+Library
Sang Penjaga Pajajaran

Sang Penjaga Pajajaran

Di kejauhan ia melihat pohon raksasa berdiri tegak, akarnya menjuntai seperti urat bumi, daunnya bercahaya lembut. Dari batangnya terdengar gumaman halus, sebuah tembang yang samar, tembang yang ia kenal sejak kecil. “Tembang Panglayungan Layu…” gumam Arjuna Wisangjati. “Itu adalah sebuah tembang yang belum selesai,” ujar Bayangan Arjuna. Saat tembang itu rampung, waktu akan menemukan jalannya kembali.” Arjuna Wisangjati berjalan mendekat ke pohon itu, dan pada setiap langkah membuat kenangan masa lalunya muncul.
101.6K viewsOngoingAdded to Library 34 Times as puisi pohon
Read
+Library
PREV
1234568
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status