Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Bentala dan Nabastala

Bentala dan Nabastala

“Aku Ingin, karya Sapardi Djoko Damono Aku ingin mencintaimu dengan sederhana Dengan kata yang tak sempat diucapkan Kayu kepada api yang menjadikannya abu Aku ingin mencintaimu dengan sederhana Dengan isyarat yang tak sempat disampaikan Awan kepada hujan yang menjadikannya tiada,” Suara Garda membuat suasana kelas sunyi senyap, para penghuni kelas memekik dan tersenyum tertahan. “Bagus sekali Garda! Pembacaanmu seperti dari hati! Penjiwaan kamu baik sekali!” puji Bu Sri dan Garda mendapat tepukan dari teman sekelasnya.
2.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 101 kali sebagai puisi senandika
Baca
+Pustaka
Suatu Senja di Tanah Senja

Suatu Senja di Tanah Senja

Tan Djiman yang duduk di tonjolan akar pohon mengangguk sekilas lalu melanjutkan, “Itu benar sekali, Kawan. Hanya saja, kadang kita tidak mau mengakui kekurangan kita. Karena memang pada dasarnya manusia adalah makhluk yang selalu membanggakan dirinya sendiri lebih besar dari apa pun. Terutama dalam kesempurnaan. Dan aku pun sama skeptisnya dengan dirimu soal penyesalan serta keberadaan surga.” Pramoedya yang bersandar pada pohon menyahut, “Sebagai seorang penulis aku percaya pada adanya seni kehidupan. Yaitu pentas sandiwara yang kita mainkan setiap hari selama hidup kita. Musiknya adalah percakapan ringan yang diselingi tawa dan isakan. Caci maki yang tumpah, teriakan, lolongan kekecewaan
105.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 184 kali sebagai puisi senandika
Baca
+Pustaka
Menantu Terbuang Kini Hidup di Puncak Dunia

Menantu Terbuang Kini Hidup di Puncak Dunia

Lalu ia menarik napas panjang, meletakkan tangannya di dada, dan mulai mendeklamasikan: > “Kamu seperti nasi hangat Di pagi yang belum sempat Aku lapar, kamu kenyang Hatiku tenang, dompetku senang.” Tari mengerjap, lalu menutup mulutnya sendiri. Tapi ia tak bisa menahan lebih lama. Tawanya pecah begitu saja. “Apa itu?” katanya di antara tawa. “Apa-apaan itu?” Radit tersenyum bangga. “Itu puisi. Judulnya Sarapan Perasaan. Masih ada bait kedua kalau kamu kuat.”
1011.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 263 kali sebagai puisi senandika
Baca
+Pustaka
Dipaksa Menikah dengan Suami Sahabatku

Dipaksa Menikah dengan Suami Sahabatku

Nyatanya menulis tentangmu adalah hal yang membuktikan betapa berharganya sosokmu di mataku. Bian Qais Liandra, i love you. KLJ." Bian bahkan hapal setiap bait menarik dari lembar-lembar puisi yang dikirimkan Kalista. Kalista terdiam dan kembali meneteskan air mata haru usai Bian menyebut baris-baris kalimat yang ia tulis sewaktu SMA dulu. Bahkan Kalista juga ikut menyahut bersama Bian di bait ketiga. Bian percaya sepenuhnya sekarang bila puisi-puisi yang masih ia simpan sampai detik ini di salah satu kamar di kediaman kakek Aidennya adalah murni buatan Kalista.
3.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 116 kali sebagai puisi senandika
Baca
+Pustaka
Perempuan Berkhodam Pesinden

Perempuan Berkhodam Pesinden

Dupa wus murub, banyu sekar sampun kabubus, kembang kantil, melati lan kenanga, dados pratanda pangundang roh leluhur. Lelakon kadalu, duka kang kawiwit, mugi saged kawedhar, ing pawartos suci. Rawuhoa kanthi lirih, aja ndhadhak, aja ngagetna, kulo namung nyuwun pratanda, bilih panjenengan taksih nyimpen rasa. Rawuhono... Rawuhono..."
102.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 45 kali sebagai puisi senandika
Baca
+Pustaka
Cinta Suci Kupu-Kupu Malam

Cinta Suci Kupu-Kupu Malam

Aku seperti daun kering yang tinggal menunggu dihempas angin. "Kalau kamu jatuh, aku akan menjadi rumput yang menangkapmu." "Biarkan saja aku terjatuh, Van." "Aku tidak sanggup membiarkan kamu sendiri, Kenang." "Tapi hidupku sudah hancur yang kepingannya mustahil disatukan lagi." "Aku akan membantumu untuk membuatnya utuh kembali. Aku jatuh cinta sama kamu, Kenang." "Aku sudah tidak suci lagi, Van. Kamu tahu itu."
1.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 48 kali sebagai puisi senandika
Baca
+Pustaka
KUKEMBALIKAN SUAMI PADA CINTA PERTAMANYA

KUKEMBALIKAN SUAMI PADA CINTA PERTAMANYA

Izinkan aku mencintaimu dalam diam Karena dalam diam tidak ada kata penolakan Izinkan aku mencintaimu dalam kesepian Karena dalam kesepian tidak akan ada orang lain Izinkan aku memujamu dari kejauhan Karna dari kejauhan akan melindungiku dari rasa sakit Izinkan aku memilikimu dalam mimpi Karena dalam mimpi kamu tidak akan pernah meninggalkan aku Tahukah kalian? Puisi itu coretan dari sahabat dumayku yang tak pernah bersua langsung, Qeisyah. Namun, begitu mencubit kepekaanku. Entah itu hanya hasil karya tangan biasa atau sedang mencurahkan hati sebenarnya. Yang jelas, rangkaian kata itu mewakili rasaku yang telah bertahun bertahta. Wahai ...
9.759.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.3K kali sebagai puisi senandika
Baca
+Pustaka
Soul the Assistant

Soul the Assistant

Sepertinya mereka membicarakan Mas Soul. “Boleh dengar nggak puisinya?” tanyaku penasaran. Salsa mengangguk. Dia lalu membacakan sebuah puisi dari catatan kecil yang dia bawa bersamanya. Puisi sederhana yang indah dan menyentuh hati. Entah mengapa, terasa seperti aku pernah mendengar atau membacanya. “Waktu itu kami semua tepuk tangan seperti sekarang, itu puisinya hebat banget soalnya,” komentar Andi, “ada yang nangis juga.”
2.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 72 kali sebagai puisi senandika
Baca
+Pustaka
Cinta Sekolah Menengah Pertama

Cinta Sekolah Menengah Pertama

Meskipun setelah itu disusul oleh pasangan-pasangan lain. Matari menyadari bahwa hari itu semua anggota ekskul mading lengkap meskipun tanpa Abdi. Kak Seno membagikan dua lembar kertas ke masing-masing anggota. Matari dan Lisa berpandangan melihat judul lagu itu. Lagu yang belum pernah didengarnya sama sekali. Untuk halaman kedua, yang berisi puisi masih terasa familiar, karena pada tahun itu, Kahlil Gibran berhasil dipopulerkan kembali oleh Band Dewa milik Ahmad Dhani.
1015.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 456 kali sebagai puisi senandika
Baca
+Pustaka
Istri Galaknya Om CEO

Istri Galaknya Om CEO

Haidar chat kasih puisi: Wanitaku, Sayang! Rahim yang Kugali Kini Telah Tertali Aduan Nafsu Menganga Doa dan Cinta pun Berbunga Tubuh yang Kuraba Kini Hangatnya Mengaba Tersingkir dari Angin Membunuh Gemuruh Dingin Qobiltu yang Menjadi Janji Kini Telah Kuhempas dari Ruji Menjemput Pagi
105.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 139 kali sebagai puisi senandika
Tampilkan Ulasan (45)
Baca
+Pustaka
Laras_7779
Nurilhuda, Syamsiddhuha, Badridduja, kembar tiganya Abi Ibu yang pengen aku bawa pulang. Kakak Uda pinter bikin salting, Abang Uha vibesnya bawa ketenangan, Adik Uja si paling nggemesin sedunia. Lengkap deh kalian ini
Arsyi An
Cinta banget baca novelnya Kak Azizah. Dewasanya Haidar menggemaskan, ia menasihati, tapi juga intropeksi. Part favoritku: Wanita itu rumah untuk lelakinya. Rumah akan rapi jika yang punya peduli, rumah akan nyaman jika yang punya beriman, rumah akan terang jika yang punya tak lupa kasih sayang
Baca Semua Ulasan
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status