Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Tertipu Rayuan Maut Pak Polisi

Tertipu Rayuan Maut Pak Polisi

Pertanyaan sederhana itu terus berputar di kepalaku. Aman. Sudah lama aku tidak merasa ditanya seperti itu. Bukan ditanya dengan curiga. Bukan ditanya untuk menghakimi. Tapi benar-benar ditanya karena seseorang ingin memastikan aku baik-baik saja. Dan entah bagaimana, setelah aku selesai mandi dan mencoba menenangkan diri, pesan dari Reza masuk. Kalau kamu tidak ada rencana, mau nonton film? Biar pikiranmu agak ringan. Aku traktir popcorn.
101.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 58 kali sebagai rayuan arwah penasaran
Baca
+Pustaka
Misteri Wangi Pandan Di Tengah Malam

Misteri Wangi Pandan Di Tengah Malam

Kilatan bayangan di dalamnya mulai menampakkan wajah setengah terbakar, mata merah menyala, sama seperti yang Adrian dan Raina lihat sebelumnya. Yuan menelan ludah. “Ini… roh itu. Lian Hua. Ia sedang menargetkan seseorang. Aku bisa merasakan energi yang menempel di layar video ini, sama seperti saat pertama kali Adrian menatap cermin itu.” Adrian menunduk, menahan napas. Energi itu terasa menempel di tubuhnya, seakan mencoba masuk ke dalam pikirannya, menyerang dari jarak jauh.
101.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 36 kali sebagai rayuan arwah penasaran
Tampilkan Ulasan (16)
Baca
+Pustaka
Pelangi Jelita
Reader Q tersayang, jumpa lagi dalam karyaku kali ini ya, alih genre dulu ya, semoga kalian berkenan.. Komen.positifmya dan tanggapannya boleh banget di setiap babnya. monggo aja. siapa tau pernah juga mgalamin kejadian honor.. salam manis dari Author kalian.. ...️...️...️...️
Strawberry
Di kakak wangi pandan di rumahku tiap jam 11 keatas, saat aku masih sibuk ama laptopku pasti bau melati lewat....akhirnya setelah tahu ada apa aku pindah ke lantai dua skrang nulisnya eh...awal pindah ke lantai dua masih ikutin wanginya...
Baca Semua Ulasan
KAIN PENGLARIS

KAIN PENGLARIS

Kain itu berayun perlahan padahal tidak ada angin. Pria tua itu cepat memegang pundaknya. “Jangan takut. Dia tidak ingin melukaimu. Dia hanya ingin kembali. Tapi ingat… selama dia marah, dia tidak bisa membedakan antara keturunan dan musuh.” Sari menatapnya dengan air mata mengalir. “Kalau begitu… apa yang harus kulakukan?” “Kita harus mencari tahu namanya. Nama asli arwah itu.”
6758 DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 19 kali sebagai rayuan arwah penasaran
Baca
+Pustaka
Dendam Arwah Bully

Dendam Arwah Bully

Kemudian nek Rumbi memejamkan mata dan berfokus mencari dimana arwah yang hilang itu. Dengan mata yang masih tertutup, nek Rumbi menggerakkan bola matanya ke kiri dan ke kanan, dia mulai merasakan aura arwah itu yang masih sangat tipis. Aura nya masih sangat samar dan berada tidak jauh dari tempat mereka berada. Artinya, korban selanjutnya ada di tempat yang tidak jauh. Dia kembali membaca mantra dan semakin memfokuskan diri agar aura arwah itu bisa dirasakan keberadaannya dengan tepat.
850 DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 28 kali sebagai rayuan arwah penasaran
Baca
+Pustaka
Bangkitnya Sampah Grade E

Bangkitnya Sampah Grade E

Rasa penasaran yang selama ini tersimpan tiba-tiba muncul kembali. Arman menyandarkan tubuhnya ke kursi, senyum tipis terukir di sudut bibirnya saat rasa penasaran yang samar berubah menjadi ketertarikan yang sulit diabaikan. Ia jadi ingin melihat bagaimana reaksi Raka ketika masa lalunya benar-benar muncul di depan mata. Apakah pemuda itu akan kembali menjadi pengejar yang kehilangan akal?
103.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 105 kali sebagai rayuan arwah penasaran
Baca
+Pustaka
PELAMPIASAN HASRAT MAS ARYA

PELAMPIASAN HASRAT MAS ARYA

Rasa lapar yang tadinya melilit seolah hilang, berganti dengan rasa mual akibat adrenalin yang terpompa cepat. Arya meletakkan gelasnya di atas meja kaca di depan mereka. Ia menyandarkan punggung, melipat satu kakinya, dan menatap Sari dengan tatapan yang sulit dibaca. "Jadi," Arya membuka suara, memecah kesunyian yang mencekam. "Ada keperluan apa kamu sampai nekat mendatangi rumah dosenmu malam-malam begini? Apa kamu kesini untuk membayar uang ganti rugi spion saya?"
401 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 14 kali sebagai rayuan arwah penasaran
Baca
+Pustaka
GETARAN JIWA

GETARAN JIWA

FLASHBACK ON "Halo sayang, aku hari ini kamu gak usah jemput aku ya. Aku sakit jadi gak berangkat ke sekolah. Oh iya jangan lupa bilangan ke guru bidang studi hari ini ya." Renata remaja sedang menelpon pacarnya, Axel untuk mengatakan hari ini dia tak bisa ke sekolah. Dia merasa tak enak badan akibat datang bulan. Dia tersenyum saat melihat foto dirinya dan Axel di posting sebagai pemenang pasangan teromantis disekolah. Entahlah tapi dirinya sangat bahagia melihat postingan tersebut. Dirinya bosan dan mengguling-gulingkan badannya di tempat tidur bertujuan meredakan sakit yang ada di perut dan pinggangnya dan tanpa sadar dirinya tertidur. Hingga beberapa jam dia terbangun dikarenakan notif y
102.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 57 kali sebagai rayuan arwah penasaran
Baca
+Pustaka
CINTA YANG DI NANTIKAN

CINTA YANG DI NANTIKAN

Grup Misi Radian Gue lagi di jalan ni sama Afkar mau ke sana. Liham Bagus Afif Bagus Keenan 👍 Imam Lah ini grup Apaan? Liham Kemana aja Lo Mang?? Imam Habis Boker Afif Najis Radian Jis Liham Wow pentes bau tahi Imam Hahaha lagian Gue tanya mala balik tanya.terus kenapa si Afkar gak ada ? Liham Grup ini untuk bantuin si Afkar balikin ingatanya.
2.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 69 kali sebagai rayuan arwah penasaran
Baca
+Pustaka
Menggenggam Awan

Menggenggam Awan

Wuri menatap kembali jam tangannya, lalu mengangguk. “Kamu cepat sekali ganti bajunya?” Wuri takjub, karena Awan sudah siap dengan penampilan berbeda dari sebelumnya. “Iya. Aku pakai alat Doraemon.” Jawab Awan asal. “Ngawur kamu!” Wuri tersenyum mendengar jawaban Awan.
2.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 46 kali sebagai rayuan arwah penasaran
Baca
+Pustaka
Kelahiran Kembali Sang Tuan Muda

Kelahiran Kembali Sang Tuan Muda

"Ryanoir? Minerva? Apa ini semua, ha?" Untuk menutupi rasa takut dan tidak percaya apa yang ada di dalam pikirannya, pengusaha Dubai itu pura-pura tidak mengetahui apapun sehingga meminta penjelasan. "Hahaha ... Kenapa jika aku adalah Minerva?" tanya Ryan dengan tersenyum smirk, dan itu terlihat sangat menyeramkan.
109.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 327 kali sebagai rayuan arwah penasaran
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status