Dewa Iblis Gerbang Neraka
Perlahan, ia menutup matanya dan berbisik nyaris tak terdengar,
“Zhenjian... bangkit dan selesaikan tugasmu.”
Seketika, dunia menjadi hening. Hening yang bukan karena sunyi—melainkan karena semua hal hidup seakan menahan napas, menyadari sesuatu yang akan melampaui batas pemahaman.
Dari kedalaman jiwanya yang paling sunyi, cahaya putih mulai merekah—bukan gemerlap menyilaukan, melainkan kilau lembut seperti cahaya bulan yang menyentuh permukaan danau saat malam tak berbintang. Tubuh sang Dewa Pedang memancar tenang, dan dari dalam dirinya, sesuatu terbangkit.