Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Omega keeper Of Crystalon

Omega keeper Of Crystalon

Saat ia sedang berjuang untuk memikirkan langkah selanjutnya, sebuah erangan pelan terdengar di dekatnya. Trint. Sang ahli stealth itu mulai siuman, mungkin karena kemampuan Null Pulse-nya secara pasif telah melindunginya dari dampak terburuk gelombang kejut. Ia terbatuk, mengeluarkan gumpalan salju kecil dari mulutnya. “Di mana… kita?” tanyanya, suaranya serak, matanya yang biasanya mengantuk kini melebar ngeri saat melihat pemandangan di sekelilingnya.
1.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 67 kali sebagai silent breath
Baca
+Pustaka
Bisikan Tengah Malam

Bisikan Tengah Malam

Lidahnya yang menjulur, sebagai simbol dari rasa laparnya untuk merindukan kematian demi kematian. "Om Krīm Kalyai Namah,y" Syahreza membaca tulisan sansekerta pada bagian sudut bawah lukisan tersebut. Tiba-tiba angin kencang menerobos masuk, menerbangkan gorden jendela yang sudah sangat kotor berdebu. "Mengapa seorang Dewa punya istri seburuk itu?" Tanya Zulfan lagi.
3.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 71 kali sebagai silent breath
Baca
+Pustaka
Mencintai dalam Diam

Mencintai dalam Diam

Setiap kata seperti guntur yang meledak di telinga Sandi. Seluruh tubuhnya gemetar hebat, wajahnya tampak bingung dan putus asa. Dadanya terasa seperti dihimpit batu besar, membuatnya sulit bernapas. Dia mengepalkan tinjunya erat-erat, nadanya penuh dengan rasa sakit yang tidak bisa ditahan. "Aku tahu! Aku tahu semuanya .... Tapi, aku nggak bisa mengendalikannya!"
27.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 851 kali sebagai silent breath
Baca
+Pustaka
Kultivator Jiwa Modern

Kultivator Jiwa Modern

Setiap langkahnya bikin tanah jadi kristal tipis. > “Hanya jiwa yang benar-benar tenang bisa lewat dari sini…” Risa menggigit bibir. “Kalau gitu, kita harus buat dia percaya kita tenang.” Dia nutup mata, fokus ke napasnya. “Empat... tujuh... delapan...” Satu tarikan, satu tahanan, satu hembusan. Dunia di sekitarnya mulai melambat. Suara angin menghilang.
1.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 38 kali sebagai silent breath
Baca
+Pustaka
CINTA DITENGAH KESENDIRIAN

CINTA DITENGAH KESENDIRIAN

kata Simon sambil mengusap punggung Riska untuk menenangkan. Riska hanya mengangguk. Kini dia kembali bersedih. Dia tidak dapat berkata-kata lagi. Simon akhirnya berpamitan untuk balik ke apartemennya. Dia mengingatkan Riska agar tidur lebih awal dan tidak perlu terlalu memikirkan hal itu lagi. Simon takut jika Riska sampai sakit. Setelah itu dia pergi dari apartemen Riska.
102.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 83 kali sebagai silent breath
Baca
+Pustaka
Lima Tahun Penantian dalam Sunyi

Lima Tahun Penantian dalam Sunyi

Ponselku berbunyi, ada pesan masuk dari Arvin. [Aurelia, mumpung masih muda, pergilah keluar dan lihatlah dunia seluas-luasnya.] [Laki-laki di dunia ini ada begitu banyak, jangan cuma terpaku padaku saja.] [Lalu, cepatlah istirahat.] Di tengah kegelapan malam, tiga baris pesan yang berderetan di layar itu tampak makin lucu saat terus dipandangi.
2.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 69 kali sebagai silent breath
Baca
+Pustaka
Balas Dendam yang Hening

Balas Dendam yang Hening

Sudut pandang Valentina. Kegelapan. Kegelapan yang tidak berujung dan menyesakkan. Setelah jantungku mulai berdetak lagi, aku merasa seperti melayang di kehampaan, tidak sepenuhnya hidup, tapi juga tidak mati. Kadang aku bisa mendengar suara Alex, penuh isak putus asa dan pengakuan. Tapi aku tidak bisa kembali.
3.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 128 kali sebagai silent breath
Baca
+Pustaka
Pesona Ethan

Pesona Ethan

Nada mengangguk. Sembari menenangkan diri, mencoba memejamkan mata, menghirup dalam dan menghembuskan secara perlahan. Nada mengatur beberapa kali pernapasan hingga benar-benar mendapatkan ketenangan, bibirnya mulai tersenyum membalas tatapan dan perlakuan manis Ethan.
7.828.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 902 kali sebagai silent breath
Baca
+Pustaka
Dewa Iblis Gerbang Neraka

Dewa Iblis Gerbang Neraka

Perlahan, ia menutup matanya dan berbisik nyaris tak terdengar, “Zhenjian... bangkit dan selesaikan tugasmu.” Seketika, dunia menjadi hening. Hening yang bukan karena sunyi—melainkan karena semua hal hidup seakan menahan napas, menyadari sesuatu yang akan melampaui batas pemahaman. Dari kedalaman jiwanya yang paling sunyi, cahaya putih mulai merekah—bukan gemerlap menyilaukan, melainkan kilau lembut seperti cahaya bulan yang menyentuh permukaan danau saat malam tak berbintang. Tubuh sang Dewa Pedang memancar tenang, dan dari dalam dirinya, sesuatu terbangkit.
1012.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 400 kali sebagai silent breath
Baca
+Pustaka
Tiga Mayat Satu Takdir

Tiga Mayat Satu Takdir

Mereka makan dalam keheningan, lalu beristirahat sejenak di kursi kayu yang keras, sebelum melanjutkan membaca untuk memahami apa yang bisa meningkatkan kemahiran mereka. Laila duduk bersila di lantai, tangannya terbuka, napasnya pelan dan teratur. Dia mengeluarkan getaran sonik—biasanya tajam untuk menyerang—tapi kali ini lembut, bergetar di udara seperti benang suara yang rapuh. Perlahan, getaran itu membentuk suara terputus: “Sa… rah…” Sarah menoleh cepat, matanya melebar, lalu tersenyum lebar. “Laila! Aku dengar kau!” serunya, nadanya penuh kegembiraan. Suara itu masih pecah-pecah, seperti angin yang tersendat di tenggorokan, tapi kemajuan itu terasa. Laila tersenyum kecil, tangannya ber
102.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 53 kali sebagai silent breath
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status