Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Legenda Pedang Langit Dan Bumi

Legenda Pedang Langit Dan Bumi

Di sanalah, setiap hari, Liang Feng diminta berdiri diam di depan tebing batu selama satu jam penuh—tanpa bergerak, tanpa bicara, tanpa menggunakan Chi. “Dengarkan suara yang tak bersuara,” kata Bai Zhen setiap kali meninggalkannya. Awalnya, Liang Feng mengira ini ujian kesabaran. Tapi setelah beberapa hari, ia mulai mendengar sesuatu—bukan dengan telinga, tetapi dengan naluri. Suara desir angin yang menyentuh dinding batu. Suara retakan kecil di sela bebatuan. Bahkan suara hatinya sendiri, yang selama ini terlalu gaduh oleh ambisi dan kemarahan.
1.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 38 kali sebagai silent breath
Baca
+Pustaka
Jodoh Takdir yang Ditolak Membawa Pewaris Alpha

Jodoh Takdir yang Ditolak Membawa Pewaris Alpha

Keheningan itu salah. Bukan keheningan yang bersih. Bukan kedamaian. Itu adalah jenis keheningan yang menekan telinga sampai ka u menyadari napasmu sendiri, gesekan kulit, dengungan lembut sihir yang bergetar melalui batu dan tulang. Tidak ada anak panah. Tidak ada lolongan. Tidak ada pukulan uji coba terhadap pelindung.
101.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 28 kali sebagai silent breath
Baca
+Pustaka
Omega keeper Of Crystalon

Omega keeper Of Crystalon

Saat ia sedang berjuang untuk memikirkan langkah selanjutnya, sebuah erangan pelan terdengar di dekatnya. Trint. Sang ahli stealth itu mulai siuman, mungkin karena kemampuan Null Pulse-nya secara pasif telah melindunginya dari dampak terburuk gelombang kejut. Ia terbatuk, mengeluarkan gumpalan salju kecil dari mulutnya. “Di mana… kita?” tanyanya, suaranya serak, matanya yang biasanya mengantuk kini melebar ngeri saat melihat pemandangan di sekelilingnya.
1.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 59 kali sebagai silent breath
Baca
+Pustaka
Bisikan Tengah Malam

Bisikan Tengah Malam

Sedikit membingungkan memang, ketika pikiran yang tadinya sangat takut mendadak berubah menjadi bergairah. Lolita siluman terus menjilati leher Hendra dengan liar, bak kobra yang sedang menanti proses menebar racun berbisa. Hendra mendadak sudah tidak tahan lagi, dia langsung berbalik dan siap menerima serangan hangat Lolita berikutnya. Tapi tiba-tiba, di depan pintu kamar mandi, Hendra mendengar suara Aurora dan Axio tampak menjerit menyanyikan sesuatu:
3.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 65 kali sebagai silent breath
Baca
+Pustaka
Bittersweet

Bittersweet

Have a nice day<3 sincerely, Lilly 18.08.2021
103.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 112 kali sebagai silent breath
Baca
+Pustaka
Binar Kalbu

Binar Kalbu

Tidak ada yang bisa dilakukan selain mengutuk dirinya sendiri. Nissa menunggu Rine di pos satpam seperti biasanya. Akan tetapi, sahabat yang ditunggunya tidak datang sampai Nissa buru-buru masuk kelas karena akan segera dimulai. Sebenarnya Rine sudah di kelasnya. Cewek berambut pendek itu sengaja datang lebih pagi agar tidak bertemu Nissa. Benar-benar butuh kesendirian. Eno yang mengamati Rine juga tidak berani mengganggu. Entah kenapa kesedihan Rine seakan menular ke Eno. Mata yang senantiasa kuat, tetapi bila ditatap justru semakin rapuh. Mungkin hal itu yang membuat Eno terjebak di dalamnya, merasa bisa meraba-raba perasaan teman barunya.
2.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 63 kali sebagai silent breath
Baca
+Pustaka
CINTA DITENGAH KESENDIRIAN

CINTA DITENGAH KESENDIRIAN

kata Simon sambil mengusap punggung Riska untuk menenangkan. Riska hanya mengangguk. Kini dia kembali bersedih. Dia tidak dapat berkata-kata lagi. Simon akhirnya berpamitan untuk balik ke apartemennya. Dia mengingatkan Riska agar tidur lebih awal dan tidak perlu terlalu memikirkan hal itu lagi. Simon takut jika Riska sampai sakit. Setelah itu dia pergi dari apartemen Riska.
102.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 79 kali sebagai silent breath
Baca
+Pustaka
Lima Tahun Penantian dalam Sunyi

Lima Tahun Penantian dalam Sunyi

Ponselku berbunyi, ada pesan masuk dari Arvin. [Aurelia, mumpung masih muda, pergilah keluar dan lihatlah dunia seluas-luasnya.] [Laki-laki di dunia ini ada begitu banyak, jangan cuma terpaku padaku saja.] [Lalu, cepatlah istirahat.] Di tengah kegelapan malam, tiga baris pesan yang berderetan di layar itu tampak makin lucu saat terus dipandangi.
2.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 61 kali sebagai silent breath
Baca
+Pustaka
Balas Dendam yang Hening

Balas Dendam yang Hening

Sudut pandang Valentina. Kegelapan. Kegelapan yang tidak berujung dan menyesakkan. Setelah jantungku mulai berdetak lagi, aku merasa seperti melayang di kehampaan, tidak sepenuhnya hidup, tapi juga tidak mati. Kadang aku bisa mendengar suara Alex, penuh isak putus asa dan pengakuan. Tapi aku tidak bisa kembali.
3.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 121 kali sebagai silent breath
Baca
+Pustaka
Rahasia Mantan Suami Miskin

Rahasia Mantan Suami Miskin

Lalu berbisik sangat pelan. “Jangan bergerak.” Suara itu rendah dan menenangkan, dan entah kenapa membuat Salva lebih tenang daripada kata-kata apa pun. Beberapa detik terasa seperti menit. Kemudian terdengar Langkah yang menjauh. Cahaya senter pun menghilang dan membuat kesunyian yang terasa nyata. Keduanya tidak langsung keluar. Masih diam dan tetap pada posisinya.
506 DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 16 kali sebagai silent breath
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status