Four Moons
Bu Sinta memarkir mobilnya di depan sanggar, lalu beliau masuk dengan langkah yang perlahan, bu Sinta melihat ke sekelilingnya, beliau tidak menyangka jika sanggar yang telah diperbincangkan oleh banyak orang ini, hanyalah sebuah rumah yang tidak terlalu besar, tapi memiliki aura yang hangat, selama ini bu Sinta mengiranya ‘Sanggar Seni Kenangan’ adalah sebuah gedung tinggi di pinggir jalanan ramai.
Bu Sinta mulai membuka pintu depan sanggar, dan beliau langsung diperlihatkan dengan pemandangan banyak orang yang sedang melakukan kegiatannya masing-masing, mereka terlihat sibuk dan tidak ada yang menyadari kedatangan bu Sinta. Bu Sinta melihat beberapa orang ada yang sedang melukis, merajut s
Hot Chapters