Catatan Rahasia Sekretaris Suamiku
“Dua ucapan terima kasih untuk secangkir kopi. Aku tak tahu ternyata kau begitu murah hati.”
Arumi senyum-senyum. “Apa yang tadi ingin kau katakan? Lanjutkan.”
“Oh, ya. Maksudku tadi ini.” Fathan membuka halaman dalam berkasnya dan menunjukkan kepada Arumi. “Di sini, akan dibangun sebuah mal yang kabarnya akan menjadi mal terbesar se-Asia dan di sebelah utara, seperti yang sudah kau ketahui, sedang dilaksanakan proyek jalan tol. Sekarang, kau mengerti, bukan, kenapa aku bersikeras membangun apartemen di lahan itu?”
Hot Chapters