Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Surga yang Berdarah : Reinkarnasi Sang Kaisar Terbuang

Surga yang Berdarah : Reinkarnasi Sang Kaisar Terbuang

– yang masih mereka miliki. Di pintu – batu rune bertuliskan “風” (Angin) – berkilat lembut. Granny Mei menekan lencana ke batu – batu terbuka – menghirup mereka masuk – lalu tertutup – seperti tidak pernah ada.
852 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 20 kali sebagai suara angin dalam tulisan
Baca
+Pustaka
Dosa dalam Cinta

Dosa dalam Cinta

Ia adalah simbol dari sesuatu yang tak bisa ia miliki sepenuhnya—perasaan yang tak berbalas, impian yang terlalu tinggi. Angin malam berembus dari jendela yang setengah terbuka, membawa suara lembut dari pepohonan yang bergoyang di luar. Namun, di balik kedamaian yang tampak, ada sesuatu yang mengusik Citra. Ia tidak tahu mengapa, tetapi hatinya dipenuhi kegelisahan yang aneh.
1.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 67 kali sebagai suara angin dalam tulisan
Baca
+Pustaka
Samaran Terakhir

Samaran Terakhir

“Ini bukan akhir. Ini adalah kelahiran.” Angin berhembus, membawa suara-suara baru. Bukan suara karakter yang terlahir dari tangan penulis, tapi suara yang lahir dari keinginan untuk eksis untuk bermakna, bukan karena diperintah, tapi karena memilih untuk ada.
1.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 46 kali sebagai suara angin dalam tulisan
Baca
+Pustaka
Sang Penjaga Pajajaran

Sang Penjaga Pajajaran

Arjuna menjawab pelan, “Menulis pesan di udara, untuk dunia yang lupa bagaimana mendengar.” Ia menggerakkan Kujang Layung perlahan, setiap goresan cahayanya meninggalkan jejak samar di udara, bukan dalam bentuk tulisan, tapi getaran. Suara lembut bergema di sekitarnya, seperti bisikan seribu hati yang pernah berdoa dalam diam. “Lamun rasa leungit, hirup moal sampurna.” (Jika rasa hilang, hidup takkan pernah sempurna.)
101.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 48 kali sebagai suara angin dalam tulisan
Baca
+Pustaka
Dosen Duda Kesayanganku

Dosen Duda Kesayanganku

Sesaat ia membaca kembali tulisan tangan Mareta di secarik kertas itu. Kalimat pertama, 'kepada angin malam yang membuat tubuh ini mencekam...' Judul novel itu Angin dan Daun. Halaman tiga puluh novel itu berisi diary tokoh bernama Ayu yang menyebut dirinya sebagai daun dan ia mencurahkan perasaannya tentang sosok angin yang ia cintai.
103.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 114 kali sebagai suara angin dalam tulisan
Baca
+Pustaka
LANGIT KABUT CAMELIA

LANGIT KABUT CAMELIA

Itulah alasan kehadiranku, wujud angin yang menjadi penyambung nyanyian jiwa untuk seseorang yang memiliki simbol siluet takdir pada tubuhnya. Pada selembar daun Angin memberinya tiupan Mengalirkannya pada setiap berkas cahaya Bayang-bayangnya adalah keteduhan Hingga selembar daun itu bertemu kelopak bunga Kumbang kan datang menyatukan Menabur benih untuk membangun Pilar-pilar yang menyangga kehidupan
1.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 47 kali sebagai suara angin dalam tulisan
Baca
+Pustaka
Legenda Dewa Pedang

Legenda Dewa Pedang

Daun-daunnya berputar liar tanpa arah angin yang jelas. Udara dipenuhi suara tebasan tak kasat mata. Srrt… srrtt… srrrtt… Seperti ribuan bilah tipis yang tidak pernah berhenti bergerak. “Hutan Angin Terkutuk…” gumamnya. Ia melangkah masuk. DUUK!
1026.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 765 kali sebagai suara angin dalam tulisan
Baca
+Pustaka
Warisan Terlarang: Kontrak Darah 90 Hari

Warisan Terlarang: Kontrak Darah 90 Hari

Di atas padang putih itu, angin berhembus lembut membawa bisikan yang terdengar seperti doa: “Yang menulis akhir, telah membuka awal yang baru.”
101.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 29 kali sebagai suara angin dalam tulisan
Baca
+Pustaka
Cinta Sang Preman

Cinta Sang Preman

Lagi-lagi kutemukan kertas putih berisi puisi dari seorang Rio Sajak Angin Pada Embun Dalam hening semilir angin membawa kabar Pada setiap bulir embun diantra dedaunan Rindu mu mengema seirama dendang alam kehidupan Kau bunga yang mewangi Tertanam indah ditaman hati Di hamparan sawah kering kerinduan Angin mendesaukan bisik kepedihan Meluruhkan dedaun kusam kenangan Gemerisik daun dan nyanyian embun
104.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 108 kali sebagai suara angin dalam tulisan
Baca
+Pustaka
Asmaraloka Sang Putri Pusaka

Asmaraloka Sang Putri Pusaka

Kalau tidak… semoga aku mati dalam keadaan masih mengingat tawa dan amarahmu. Rakai berhenti menulis. Nafasnya berat. Ia menatap kertas itu lama, lalu tersenyum kecil, senyum yang getir tapi hangat. “Surat untuk angin,” gumamnya lirih, “bahkan angin pun belum tentu sudi membawanya.” Ia melipat kertas itu hati-hati, lalu menyelipkannya ke dalam saku dadanya, dekat jantungnya sendiri.
2.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 62 kali sebagai suara angin dalam tulisan
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
345678
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status