Miliknya Di Antara Dua Dunia
Hanya satu lirikan tenang, seolah Kael hanyalah catatan pinggir yang bisa diputuskan apakah layak disertakan atau dibuang.
---
Suara yang Menggores
Ketika ia berbicara, suaranya bukan suara biasa.
Bukan gema, bukan raungan, tapi bunyi goresan pena di kertas.
Setiap kata terdengar seperti tinta yang menetes, garis yang memanjang.
> “Kalian… hanyalah huruf-huruf.
Aku adalah kalimat.”
Langit terbelah, huruf-huruf liar yang berhamburan dari para penulis bayangan runtuh ke tanah, membeku, patah jadi debu.
ตอนยอดนิยม