Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
You're My Destiny

You're My Destiny

Akhirnya Bu Fatma memutuskan untuk tidak lagi menyerahkan Windi. Angin? Sedari dulu Windi memang menyukai angin. Angin itu melambangkan kebebasan. Dia bisa berlari kemana saja tanpa terlihat. Kehadirannya selalu ditunggu ketika mentari bersinar terik. Dia bisa menyatukan panas dan dingin, namun juga bisa membentuk topan yang memporak-porandakan seisi kota. Itulah kekuatan angin.
108.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 224 kali sebagai suara angin dalam tulisan
Tampilkan Ulasan (32)
Baca
+Pustaka
Cathalea
Salam kenal pembacaku, Sayang. Ini adalah karya pertamaku. Cerita ringan yang bisa dibaca untuk semua umur. Khusus untuk kamu yang suka nonton drama Korea pasti relate nih dengan ceritanya. Happy reading, yaah. Ditunggu kritik dan sarannya. With ❤️ Cathalea
Submarine
Di awal-awal ceritanya sedikit monoton, cenderung membosankan. Tapi semakin dibaca, semakin menarik. Banyak misteri yang terkuak, membuat kita semakin penasaran. Romansa Windi dan Yoo -ill juga mulai bikin baper. Lanjut thor. Pengen liat kisah Windi setelah dirinya jadi milyuner.
Baca Semua Ulasan
Ratu Iblis Dan Suami Berdarah Dingin

Ratu Iblis Dan Suami Berdarah Dingin

Dunia di balik bayangan bergetar seperti makhluk yang sedang terbangun. Setiap hembusan angin mengandung suara, bukan desir, tapi bisikan panjang, seperti seribu jiwa berusaha berbicara bersamaan namun tak ada yang dimengerti. Langitnya terus menggulung, tinta hitam berpadu dengan semburat ungu, dan di tengahnya, menara hitam menjulang tinggi seperti duri yang menembus perut dunia.
1.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 38 kali sebagai suara angin dalam tulisan
Baca
+Pustaka
Pertemuan Kedua : Dia yang Kembali

Pertemuan Kedua : Dia yang Kembali

"Mengapa aku selabil ini?" Suara cemasnya terhubung dengan sapuan angin. Membentuk gas-gas udara lalu kemudian terbang ke daerah yang memiliki tekanan lebih rendah. Diantara gang sempit yang dingin, dua cakar kecil menggaruk tembok usang. Satu kucing lain mangaum dengan gagah dari arah berlawanan. Mereka tampak seperti hendak berperang. "Astaga!"
1.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 40 kali sebagai suara angin dalam tulisan
Baca
+Pustaka
Miliknya Di Antara Dua Dunia

Miliknya Di Antara Dua Dunia

Hanya satu lirikan tenang, seolah Kael hanyalah catatan pinggir yang bisa diputuskan apakah layak disertakan atau dibuang. --- Suara yang Menggores Ketika ia berbicara, suaranya bukan suara biasa. Bukan gema, bukan raungan, tapi bunyi goresan pena di kertas. Setiap kata terdengar seperti tinta yang menetes, garis yang memanjang. > “Kalian… hanyalah huruf-huruf. Aku adalah kalimat.” Langit terbelah, huruf-huruf liar yang berhamburan dari para penulis bayangan runtuh ke tanah, membeku, patah jadi debu.
101.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 25 kali sebagai suara angin dalam tulisan
Baca
+Pustaka
Legenda Pedang Langit Dan Bumi

Legenda Pedang Langit Dan Bumi

Semua yang hadir di pelataran tahu, ini pertanda Gerbang Angin sedang terbangun. Liang Feng berdiri tegak di depan pusaran samar yang tidak berwarna, tidak berbentuk. Gerbang Angin nyaris tak terlihat oleh mata biasa—hanya gelombang udara yang tak stabil, bergelombang seperti pantulan di atas air. Namun, dari kedalaman pusaran itu, bisikan-bisikan mulai merayap. “…mengapa kau ke sini…?” suara itu seperti bisikan, tapi terdengar seperti tepat berada di dekat telinganya.
1.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 39 kali sebagai suara angin dalam tulisan
Baca
+Pustaka
Rimba Memburu Senala

Rimba Memburu Senala

Dan mereka yang bertahan di dalamnya, harus memilih: menjadi gema, atau pembawa suara baru. Malam berikutnya, angin membawa suara berbeda ke jendela penginapan mereka. Bukan suara pasir atau gemerisik logam, melainkan bisikan dari dasar tanah: “Gulungan bukan tempat. Ia adalah waktu yang melipat luka.”
101.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 60 kali sebagai suara angin dalam tulisan
Baca
+Pustaka
Duke Dirian, Nyonya Ingin Bercerai!

Duke Dirian, Nyonya Ingin Bercerai!

Mata mereka semua kini tak lagi terpaku pada satu titik, melainkan menyebar membaca lingkungan. Lamina kembali menunduk, kali ini tidak memaksa dirinya mencari aroma yang nyaris lenyap itu. Ia membiarkan angin malam menyentuh wajahnya, rambutnya, pakaiannya. Angin bertiup dari arah jalan utama lebih kuat, membawa debu dan bau kota yang terus bergerak. “Anginnya kencang,” katanya pelan. “Aromanya… tersapu.”
9.6408.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 8.2K kali sebagai suara angin dalam tulisan
Tampilkan Ulasan (84)
Baca
+Pustaka
Raisaa
Halo kakak pembaca semua yg baik hati dn masih setia dgn cerita ini.terimakasih banyak dn terimakasih krn terus mendukung cerita sy. sejauh ini sy Gk kehabisan ide dn ceritanya sesuai alur. terimakasih sy pd kakak semua yg msh berdiri disamping sy utk kawal cerita ini smpe akhir, sabar ya utk alurny
Agis Sat
aku dukung lagi kak..aku harap novel ini bisa masuk top 20,top 10 bahkan top 3.menurutku dirian&selene saling mencintai,mungkin dirian masih berpikir dia mencintai viviene tp menurutku dia mencintai istrinya tp belum menyadari perasaan sendiri.buat hubungan mereka semakin kuat dg konflik.sukses kak.
Baca Semua Ulasan
Kaisar Dewa Gombal

Kaisar Dewa Gombal

Suara yang sangat samar, seperti dengkuran, dari arah yang sama. Bagas mendekati bangunan kecil itu. Mengetuk pintunya tiga kali. Dengkurannya berhenti. Hening sebentar. "Tidak ada orang!" suara dari dalam terdengar serak, setengah mengantuk, dan sama sekali tidak meyakinkan. "Saya bisa mendengar suara Bapak." "Itu angin." "Angin tidak bicara." "Angin di sini bicara. Ini kaki Gunung Merapi. Anginnya istimewa."
585 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 16 kali sebagai suara angin dalam tulisan
Baca
+Pustaka
Penguasa Dewa Naga

Penguasa Dewa Naga

Akan tetapi, ada bayangan yang dengan cepat melesat mendekati Ririn. Setelah puluhan, bahkan ratusan bilah angin, kini giliran pusaran angin dengan ujung yang runcing. Tidak hanya satu, namun tercipta beberapa di bawahnya, memaksanya harus terbang semakin tinggi. Gemuruh akibat gesekan udara, terdengar layaknya sebuah pesawat tempur.
1053.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.2K kali sebagai suara angin dalam tulisan
Baca
+Pustaka
ANILA - Kutukan Angin

ANILA - Kutukan Angin

Tangannya mulai menggarap sebuah tulisan. Anila tidak pernah mencurahkan atau mengatakan apapun didalam buku itu secara langsung. Karena, ketika ada orang lain yang membacanya Anila merasa tak nyaman, bahkan benci. Oleh karena itu, Anila selalu menuliskannya melalui bait-bait puisi yang hanya dapat dimengerti dan dirasakan oleh orang-orang yang yang benar-benar menggunakan hatinya. ~•~ [Aku suka hujan, sebab hujan tak pernah tampakan kesedihan,]
108.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 318 kali sebagai suara angin dalam tulisan
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1234568
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status