Enggan Punya Anak
“Namanya hidup, Far Akan selalu ada ejekan dari orang lain. Apa pun keputusan yang kita ambil, orang-orang gak bakal berhenti membicarakan kita. Begitu pun dengan Ibu dan Mbak Yuli. Kita nggak bisa mengendalikan mulut mereka. Yang bisa kita kendalikan cuma diri sendiri. Aku udah bilang kita perlu sabar.”
“Kita memang cuma bisa mengendalikan diri sendiri, tapi bukan berarti kita harus selalu diam ketika orang lain bersikap seenaknya. Sabar juga ada aturannya, Mas. Diam karena sabar dan diam karena bego itu berbeda.”
“Sudahlah, Farah.”
“Sudah apa?! Lastri bilang aku menjajakan diri di luar dan bekerja di tempat kotor! Gimana aku bisa diam saja?!”
Hot Chapters