Selingkuh itu Ilmiah
Suara-suara itu bukan dari luar, mereka berasal dari dirinya sendiri, dari tahun-tahun ketika ia merasa hanya dihargai saat bicara keras, saat mengguncang ruang diskusi, saat melawan arus, tahun-tahun ketika ia tak tahu caranya menjadi cukup tanpa harus menang.
Ia menutup laptop, berdiri, mengambil jurnal, lalu menulis:
“Aku rindu didengar, tapi aku lebih rindu tidak perlu bicara untuk merasa nyata. Apakah itu mungkin? Apakah seseorang bisa hadir tanpa harus dianggap penting oleh orang banyak?”
Ia terdiam, lalu menambahkan:
“Mungkin aku bisa, kalau ada satu saja orang yang melihatku tanpa menuntutku jadi versi heroik.”
ตอนยอดนิยม