Vila Melati
Ruhku ingin sekali masuk ke danau itu tapi ragaku tak menyetujuinya.
Ah, danau itu sepertinya bukan danau sungguhan. Sisi lainku melihat kalau airnya adalah ubin kaca yang berkepul uap. Sementara pada ujungnya, berdiri sebuah pintu megah. Berwarna keemasan dengan ukiran yang rumit.
Itu lebih mirip sebuah gerbang.
Ya, gerbang menuju dimensi lain.
"Uhuk, uhuukk, uhuuk." Aku terbatuk tiba-tiba. Tenggorokanku serasa terhimpit. Seperti ada ular yang barusan melilit leherku.
Hot Chapters