Ceraikan Aku, Jika Sudah Tidak Cinta
ucap Dina, suaranya lembut dengan nada penuh rasa lega.
"Iya, mbak. Mau pasang di mana papan nama ini, mbak?" tanya salah satu dari mereka dengan senyum ramah.
"Oh, di atas pintu, mas," jawab Dina dengan menunjuk arah pintu tokonya.
Dina berdiri di depan tokonya, memandangi dengan seksama para pekerja yang sedang sibuk memasang papan nama di atas pintu ruko. Tangannya terlipat di depan dada, angin yang sejuk menerpa wajahnya. Matanya tak lepas dari tulisan besar yang kini terpampang di papan itu—nama usahanya, hasil dari impian yang selama ini ia perjuangkan.
Hot Chapters