Ah! Sentuh Aku Lagi, Om
“Di mata orang, ini tabu. Kita—kita nggak akan pernah dianggap benar.”
Aldean berdiri dan mendekati Celine. Tanpa sepatah kata, kedua lengannya melingkari pinggang Celine dari belakang. Pelukan itu hangat dan menguatkan, namun sekaligus membuat Celine semakin rapuh.
Mata Celine terpejam.
Untuk beberapa detik mereka diam, tak bergerak, tak bicara, bahkan tak berani bernapas terlalu keras. Mereka membiarkan diri tenggelam dalam pelukan itu, meski hati mereka remuk oleh rasa bersalah.