Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
DENDAM SANG WANITA PENGGODA

DENDAM SANG WANITA PENGGODA

Ini adalah minuman kesayangannya, tapi sepadan jika ditukar dengan kenikmatan yang akan didapat dari gadis itu. Di geladak utama, bagian depan. "Mari kita minum sampai mabuk. Bukankah ini harus dirayakan? Apa yang akan kita jual ke ibukota kali ini, pasti menjadi yang termahal dari apa yang pernah kita jual," ujar Pan, sambil meletakkan kendi itu di atas meja. Tuan Mo dan Chan, yang awalnya sedang bermain kartu langsung tersenyum lebar saat melihat kendi-kendi itu.
102.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 73 kali sebagai gendong pundak
Baca
+Pustaka
Dendam Sang Tumbal

Dendam Sang Tumbal

Lima buah bola api keluar dari telapak tangan Manik Jenggala, ukurannya sebesar bola kaki kini bergerak sangat cepat mengarah kepada Rendra, Rahayu, Trisula kembar serta Soleh. Soleh melompat ke depan, membaca sebuah doa, lalu mengangkat tangannya ke atas seolah menggenggam sesuatu. "Cambuk Sewu Geni, keluarlah!" perintah Soleh. Tiba-tiba saja sebuah cemeti berukuran besar sudah berada di dalam genggamannya. Soleh memukulkan benda yang ada di genggamannya itu di udara, sesuai dengan namanya, cemeti itu mengeluarkan seribu bola api seukuran bola kasti, yang mengeluarkan cahaya berwarna biru.
102.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 50 kali sebagai gendong pundak
Baca
+Pustaka
Digoda Suami Gaib

Digoda Suami Gaib

Kendati remasannya terlihat seperti orang yang sedang haus dan begitu gemas dengan bentuknya, tapi entah kenapa rasanya begitu melenakan, hingga berhasil membuat pucuk buah itu mengeras. “Bagaimana rasanya ketika mantera gendam Raja Gandarakala itu merasuk ke dalam dirimu, Permaisuri?” “Apa kau tidak bisa berhenti memanggilku demikian... sssh...mmmh...” “Tidak... “ katanya sembari tersenyum kecut, sembari satu tangan nakalnya terus meremas dua buah dadaku secara bergantian. “Ini sudah menjadi sebuah tugasku.”
107.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 256 kali sebagai gendong pundak
Baca
+Pustaka
Janda Muda

Janda Muda

sahut Bang Hendi ketus tanpa memandangku. "Papih... Bang Heni tuh, mulutnya ...." Adiku pada papi. "Hendi! Eunya loh, ngegoda adenya. " Kata papi. Aku mencibur sambil menjukurkan lidah. Mengeneknya karena aku lebih di bela papi. ** Pagi hari, pukul 04.45. "Hoekk.. hoek.." perutku terasa diaduk-aduk. Sungguh mual dan juga pusing.
108.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 334 kali sebagai gendong pundak
Baca
+Pustaka
DENDAM SANG PUTRI

DENDAM SANG PUTRI

Sehingga mencuri perhatian orang-orang yang kebetulan tinggal di pinggir jalan yang dilalui oleh mereka. "Lihat rombongan Pangeran Alden. Wah, sungguh gagah mereka berada di atas punggung kuda mereka." Seorang pria tua menunjuk rombongan Sang Pangeran. Ia sengaja berlari dari dalam rumahnya dan melongokkan kepalanya keluar pintu saat mendengar suara-suara derap langkah-langkah kaki kuda itu.
108.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 205 kali sebagai gendong pundak
Baca
+Pustaka
SUSUK JAIPONG

SUSUK JAIPONG

“Abah Saya datang kemari di beri info dari ki Slamet.” “Ki Slamet?” “Iya, Saya dari Karawang Mbah dengan Lestari.” “Ya, Ki Slamet saya paham, Neng ada rencana apa datang kesini?” “Saya ingin pasang susuk Abah.” “Susuk apa Neng?” “Saya seorang sinden dan penari jaipong abah, kira-kira susuk apa yang pantas buatku?” “Susuk itu banyak Neng, ada susuk kantil, susuk emas atau susuk berlian, semua itu ada tingkatannya untuk membuka aura.”
1010.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 209 kali sebagai gendong pundak
Baca
+Pustaka
Godaan Mama Muda

Godaan Mama Muda

Kara menatap Radit dengan mata bulat yang penuh keingintahuan. "Halo, Om," sapanya dengan sopan tapi malu-malu. "Halo, Kara. Bonekanya lucu. Namanya siapa?" "Sparkle!" jawab Kara dengan sedikit lebih semangat. "Nama yang bagus." Mereka berkendara ke Gardens by the Bay, taman futuristik dengan struktur pohon super besar yang ikonik. Kara bersemangat sejak turun dari mobil, langsung menarik tangan Maya dengan penuh semangat.
9.8111.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.1K kali sebagai gendong pundak
Baca
+Pustaka
Rayuan Desa Wanita

Rayuan Desa Wanita

Pria buncit itu menarik kembali tuas kokang senapannya dengan kedua belah tangan bergetar hebat. ​Sepatu pantofel Leo menjejak lantai memotong jarak tiga meter hanya dalam dua langkah cepat. ​Satu tendangan pantofel Leo meluncur telak menghantam area perut kanan Gondo sangat brutal. Daya hancur fisik dari serangan itu memutus aliran darah di sekitar rongga lambung seketika. Gondo ambruk mencium tanah liat memuntahkan cairan kuning berbau busuk dari lambungnya.
1027.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 674 kali sebagai gendong pundak
Baca
+Pustaka
Candu Pelukan Hangat Bos Dingin

Candu Pelukan Hangat Bos Dingin

Permainan lidah Elang di bawah sana, benar-benar membuatnya tidak tahan. “Humph...” ia berusaha menahan dirinya, tangan satu lagi masih menggenggam ponsel di telinga yang sudah semakin melemah seolah ponsel itu berat. “Dinara, kamu bikin aku tegang di sini... pusakaku udah tegang nih.” “Ihh... apaan sih Mas. Itu tadi ada kecoak... lari ke arahku... aaah...” “Dinara...” Andaliman makin kacau di seberang sana.
107.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 185 kali sebagai gendong pundak
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status