Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Menyala Istri Sah!

Menyala Istri Sah!

Padahal dalam hatinya, ia seperti sedang berjudi dengan kenyataan. Wanita itu berhenti di depan mejanya, menatapnya dalam. Ada sinar aneh di matanya—antara takut dan yakin. “Aku hanya ingin kita bicara. Berdua. Tentang masa depan.” Jantung Arga berdegup kencang. Kata “masa depan” itu seperti pisau yang menusuk ulu hatinya.
66.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 235 kali sebagai kata kata menatap masa depan
Baca
+Pustaka
Menantu Tak Diharapkan

Menantu Tak Diharapkan

Membuat Cakra mengernyit semakin penasaran. "Mendadak sekali, ada apa, Pak?" Tanyanya. "Ini tentang masa depan Mas Cakra. Sudah, pokoknya nanti datang saja ke sini, biar tidak penasaran." "Masa depan?" Ia semakin tak mengerti. "Iya, Mas. Ya sudah, saya pulang dulu. Nanti kita ketemu di rumah makan, oke?" Belum sempat Cakra memberikan jawaban, sambungan telepon telah diputuskan secara sepihak.
8.8115.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.2K kali sebagai kata kata menatap masa depan
Tampilkan Ulasan (37)
Baca
+Pustaka
Arkhan Khalfani.
mohon maaf ya,cuma masukan ..dlm pemilihan Nama2 dlm Tokoh cerita Novel,memiliki pengaruh besar dalm minat pembaca.. klo bisa penulis bisa meng Gunakan nama2 dalam Bahasa inggris umum..yg telah terbiasa di dengar.....
malapalas
BACA novel berjudul :FREL. Banyak kejutan di dalamnya. Selain tentang cinta segitiga yang bikin baper, gemes dibumbui humor dan mengharubirukan, kalian akan disuguhi dg persahabatan, keluarga, luka dan rahasia di masa lalu orangtua yang akan membuat cerita lebih seru dan menjungkirbalikkan perasaan.
Baca Semua Ulasan
Penantian yang Tak Kunjung Datang

Penantian yang Tak Kunjung Datang

Kenangan masa lalu hanya membuatnya membenci dirinya sendiri karena telah buta dan menyia-nyiakan begitu banyak waktu untuk Alex. Dia menarik napas dalam-dalam, lalu membuka genggaman tangan Alex dengan sangat tegas. "Alex, aku sudah mengatakan dengan sangat jelas. Di antara kita nggak ada masa depan lagi. Bukankah yang kulakukan sekarang justru sesuai dengan yang kamu inginkan?"
8.9128.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 4.6K kali sebagai kata kata menatap masa depan
Baca
+Pustaka
Sekeping Hati yang Bertahan

Sekeping Hati yang Bertahan

Suatu sore, ketika mereka sedang menikmati teh di taman belakang, Ana tiba-tiba membuka pembicaraan tentang masa depan. "Mbak Wulan, apa kamu pernah berpikir tentang apa yang akan terjadi di masa depan? Maksudku, dalam beberapa tahun ke depan, apakah kamu sudah punya rencana?" tanya Ana dengan nada serius. Wulan terdiam sejenak sebelum menjawab. "Tentu saja, Ana. Aku selalu memikirkan masa depan. Tapi, kadang-kadang aku lebih memilih untuk fokus pada apa yang ada di depan mata dulu."
3.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 65 kali sebagai kata kata menatap masa depan
Baca
+Pustaka
KALI KEDUA

KALI KEDUA

Siapa yang mengetahui takdir akan seperti apa? Masa depan adalah misteri yang tidak bisa ditebak lewat akal. Itu resmi kehendak Sang Pencipta, bahkan lima menit dari sekarang pun kita tidak benar-benar tahu apa yang akan terjadi pada kita. Sebaik-baiknya perencanaan masa depan adalah perencanaan yang hanya diceritakan kepada Tuhan. “Dengan mereka bersama aku akan berdoa kebaikan untuk mereka,” ucap Rentina dengan tulus. Ia juga menyuguhi dengan senyuman seperti biasa yang ia tampilkan di depan media.
1047.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.7K kali sebagai kata kata menatap masa depan
Baca
+Pustaka
Hasrat Kakak Tiri

Hasrat Kakak Tiri

katanya, “aku cuma ingin semuanya punya masa depan yang jelas.” Kalimat itu sempurna. Tidak berlebihan. Tidak terlalu langsung. Kalimat yang bisa diterima siapa saja sebagai niat baik. Padahal dalam pikirannya, masa depan yang jelas berarti satu hal: tidak ada celah.
8.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 261 kali sebagai kata kata menatap masa depan
Baca
+Pustaka
Warung Kopi Dunia Bawah

Warung Kopi Dunia Bawah

“Karena ada titik waktu... saat pilihan besar akan datang. Pilihan untuk menjadi besar, atau tetap bermakna. Saya datang untuk memperingatkan kalian. Karena masa depan yang seperti itu... sudah hampir terbentuk.” --- Karina duduk di pojok, melipat tangan. “Tapi kita kan udah nolak franchise waktu itu.” “Dan itu pilihan yang tepat. Tapi jalan ke masa depan tidak hanya satu. Masih ada godaan kedua, bahkan ketiga.” Dimas termenung. “Kalau kita tetap seperti ini... apakah kita cukup?” Ario mengangguk. “Lebih dari cukup, kalau kalian tetap menyeduh dengan hati. Tapi... kalian harus bersiap.”
101.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 31 kali sebagai kata kata menatap masa depan
Baca
+Pustaka
Satu Malam dengan Raja Naga

Satu Malam dengan Raja Naga

Ia mengangkat tangannya ke udara kosong. Dari simbol yang setengah retak itu, keluar satu sinar tipis, membentuk satu huruf, lalu dua, lalu tiga… S-A-R-K. Sosok itu bergidik. “Nama itu…” Kara menatapnya dengan lembut, namun penuh ketegasan. “Nama dari masa depan yang belum kutuliskan. Kau bukan masa lalu. Bukan kemungkinan gagal. Kau adalah peringatan, agar dunia tidak pernah melupakan kemungkinan lain.”
102.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 64 kali sebagai kata kata menatap masa depan
Baca
+Pustaka
Jejak di Balik Pesantren

Jejak di Balik Pesantren

tanya Kai. Lena menatap ke sekeliling. Dinding-dinding pesantren tak lagi kaku. Atapnya tak lagi menutup langit. Semuanya seolah sedang dibuka lembar demi lembar, membiarkan dunia lain masuk ke dalam cerita. "Bukan masa depan," kata Lena, "tapi halaman baru."
2.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 101 kali sebagai kata kata menatap masa depan
Baca
+Pustaka
Ketulusanku Dibalas Pengkhianatan

Ketulusanku Dibalas Pengkhianatan

Janganlah menatap masa lalu, dengan berduka, ia tak kan kembali lagi. Hadapilah masa sekarang dengan bijaksana dan sambutlah bayangan masa depan dengan tanpa keraguan, dan dengan disertai keteguhan hati. [H.W. Longer Fellow] 🌺🌺🌺 Cukup lama kami saling diam, sibuk dengan pikiran masing-masing. Hatiku berkecamuk, harus bertemu kembali dengan wanita ini, meskipun kondisinya kini memprihatinkan. Aku menarik napas panjang kemudian, menghembuskanya perlahan.
9.170.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.1K kali sebagai kata kata menatap masa depan
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
34567
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status