Suamiku Jadul
"Pakai pantun, jadi Mang Boru masih ingat pantunnya?"
"Masihlah, Maen, tapi bahasa Batak, gak ngerti kau itu," kata Ayah mertua.
"Sepertinya asyik ya, Mang Boru,"
"Asiklah Maen, dulu almarhum boumu yang kukusip itu, banyak saingan, dia gadis tercantik di desa sana, Amang Boru yang berhasil, perjuangannya berat dulu, Maen, karena dia Boru Harahap, boru ni Raja di huta itu, ah, dia wanita yang hebat, tak tergantikan." Ayah Mertua seperti bernostalgia, beliau justru jadi menangis.