Ibuku Bukan Wanita Biasa
Martin menyimpan kasar bingkai itu, "Saat ini kau menjalani hidup yang kau impikan. Tidak. Hampir setiap orang mimpikan. Tapi, ingat. Roda selalu berputar, aku berjanji pada diriku untuk menghancurkanmu hingga berkeping-keping, Riana."
~~~~
Drrtt drrtt
Ponselnya bergetar, Randu segera menyambar ponselnya di atas nakas. Ada sebuah pesan dari nomor tak terdaftar. Berisi sebuah foto, yang ketika membukanya membuat pemuda itu meremat ponsel dengan kuat.
Refleks dia bangkit dan menyambar jaket, sebelum pintu kamarnya diketuk sang ayah, laki-laki bongsor itu masuk seraya menenteng sebuah map berwarna kuning.