Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
NYONYA MUDA, TUAN INGIN ANDA KEMBALI!

NYONYA MUDA, TUAN INGIN ANDA KEMBALI!

Baru saja tiba di depan pintukamar, Mbok Siti tergopoh-gopoh menghampiri mereka. “Den Pram, maaf mengganggu." Napas wanita itu tersengal, wajah tuanya memucat. Pram menghentikan langkah, wajahnya berubah tegang. “Ada apa, Mbok?” “Den Sakti… Den,” napas Mbok Siti masih tersengal, bicaranya terputus-putus. “Sakti? Kenapa, Mbok?” Pram menegang.
1067.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.7K kali sebagai mbak siti
Baca
+Pustaka
Istri Cantikku Ternyata Lampir

Istri Cantikku Ternyata Lampir

tanya Dodo gemetaran. Dengan suara seraknya Siti membalas membisik, “Kamu nanyea? Kamu bertanyea-tanyea?” “Ho oh nanya.” Bocah itu pun mengangguk hati-hati. Siti mendekatkan wajahnya dengan cepat seraya menjawab dengan intonasi pelan tapi mengerikan, “saye Siti Lampir Maymunah ... A. K. A Siti Lampirrr penguasa gunung Marapi ....”
102.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 54 kali sebagai mbak siti
Baca
+Pustaka
SESAL SUAMI(GAGAL MENJAGA KEWARASAN ISTRI)

SESAL SUAMI(GAGAL MENJAGA KEWARASAN ISTRI)

ucap Mbak Sita dengan suara meninggi. Aku bangkit dari tempat tidur dan membungkuk meraih tas ransel yang dilempar oleh Mbak Sita. "Tega Kamu Mbak, mengusir amAdik yang selama ini selalu membantumu. Aku sampai abai dengan istri dan anak-anak demi bisa membantumu dan Mas Rahmat. Tetapi ini balasanmu, Mbak?" ucapku sambil terisak.
1028.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 891 kali sebagai mbak siti
Baca
+Pustaka
Dosen Dudaku

Dosen Dudaku

"Duh, mana ada ceritanya kalau makan buah bisa masbuk. Masbuk itu, kalau kita terlambat mengikuti rakaat imam solat, jadi namanya masbuk." "So, lu-lu pada udah lihatkan, gue keturunan siapa? Jadi, jangan aneh. Karena Ibu gue itu lebih istimewa. Mabuk ke masbuk, di mana-mana gak bakal nyambung!" potong Andini pada semua temannya. Lagi-lagi mahasiswa itu tergelak. "Gimana kabar Pak Dev, Din? Udah sehat belum?" tanya Siti sambil melirik ruangan berkaca di sebrang mereka duduk saat ini.
1019.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 779 kali sebagai mbak siti
Baca
+Pustaka
JERITAN MALAM PENGANTIN

JERITAN MALAM PENGANTIN

Mbak Siti pun keluar lagi menemui Irma, piring yang berisi kue pun ia taruh lesehan di terasnya. "Ini, Ir, makan bareng. Mas Langgeng lagi kerja. Jadi aku sendirian di rumah, kalau nanti perutku berasa sakit dan mau lahiran paling aku minta bantuan tetangga aja. Aku kan anak yatim piatu, udah nggak punya keluarga. Keluarga Mas Langgeng juga jauh dari sini, mereka semua ada di Semarang," ucap Mbak Siti. "Wah, aku baru tau, Mbak. Ya udah nanti kalau ada apa-apa bisa minta bantuan sama keluargaku aja," jawab Irma.
1066.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.6K kali sebagai mbak siti
Baca
+Pustaka
Asmaraloka

Asmaraloka

“Temui aku di Bukit Kenangan. Jangan bawa siapa-siapa.” Bukit Kenangan. Ain merasa ada yang janggal dengan nama itu. Ia mengenal tempat itu, tetapi entah mengapa, kali ini nama itu terdengar seperti sebuah peringatan daripada sebuah ajakan. Bukit Kenangan bukanlah tempat sembarangan. Tempat itu memiliki kenangan kelam bagi banyak orang, termasuk dirinya. Itu adalah tempat pertama kali ia bertemu dengan Bella—sebuah pertemuan yang kemudian mengubah segalanya. Namun, di balik kenangan manis itu, ada juga bayang-bayang gelap yang membuat tempat itu selalu terasa penuh dengan misteri.
2.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 80 kali sebagai mbak siti
Baca
+Pustaka
TIDAK ADA NAMAKU

TIDAK ADA NAMAKU

sambung lainnya. Aku juga tidak melihat Rini. Biang kerok yang biasanya bikin onar. "Siti," panggil Mbak Win. "Iya, Mbak. Ada apa?" Tiba-tiba dia mengacungkan dua ibu jari ke arahku. "Hebat kamu, Sit. Akhirnya, ada juga yang berani." "Berani?"
108.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 202 kali sebagai mbak siti
Baca
+Pustaka
BANGKIT

BANGKIT

Aini memesan nasi goreng karena hari ini ia ulang tahun, sedangkan Rabithah memesan bakso kosong. "Ai..." Sapa Aska. "Iya, ada apa As?" Tanya Aini bingung. "Maaf soal cake tadi, kamu mau cake rasa apa biar nanti aku antar kerumah!!" "Nggak perlu Aska, Mama sudah buat cake untuk aku," Tolak Aini. "Minggir minggir, tongkrongan Lo itu disana," usir Rama "Bener, tongkrongan Lo itu bareng anak-anak yang terkenal akan kekayaannya tetapi sombong," sambung Reza menimpali ucapan Rama.
102.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 41 kali sebagai mbak siti
Baca
+Pustaka
Pelayan Kampungan Milik CEO Arogan

Pelayan Kampungan Milik CEO Arogan

jawab Mbak Siti tenang, karena dia tahu siapa calon istri Samuel yang sebenarnya. "Sialan! Awas kamu ya," berontak Luna yang hendak kembali nekad dan masuk ke dalam sana. Akan tetapi, Mbak Siti segera saja mencegahnya dan kini ia berani mengusir Luna dengan kasar. Mbak Siti menyeret Luna keluar, membuat wanita angkuh itu terus memberontak, berteriak dan memaki. "Awas kamu ya, dasar pembantu sialan. Aku akan pastikan kalau kamu akan menyesal karena sudah melakukan hal ini padaku. Dasar brengsek!" umpat Luna marah.
107.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 201 kali sebagai mbak siti
Baca
+Pustaka
Ajari Aku Salat

Ajari Aku Salat

“Maaf, monggo silakan.” Mbok Siti mempersilakan Zahra untuk menikmati hidangan. Zahra terlihat tidak tenang.Mbok Siti adalah pribadi yang santun. Dia juga hangat. Wanita paruh baya itu mencoba menenangkan Zahra. ***Meyyis***
1033.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.0K kali sebagai mbak siti
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status