Mbak Siti datang dari arah pintu dan berdiri di samping ibunya.
Di sini aku yang disakiti, tetapi aku yang dikuliti habis-habisan.
"Jadi kalian mengizinkan mereka berzina? Luar biasa," ucapku sambil mencoba berdiri dan menyeka air mata.
"Belum tentu orang yang beriman mati akan masuk surga. Belum tentu juga yang tukang zina mati masuk neraka. Memangnya kenapa? Kamu ingin mereka tidak berzina? Sebentar lagi mereka akan menikah. Menunggu rumah di desa sebelah jadi. Setelah Imah menikah, Harno juga akan menikah dengan Marni. Dan kamu tahu? Marni yang membuat rumah itu. Masa kami harus membuang jauh berlian yang datang?" kata
mbak Siti
Capítulos em Alta