Rumah Tengah Hutan
Kata saya.
“Emmm… gitu.” Kata mbah Kyai, dan beliau diam sesaat sambil menatap saya yang menundukkan kepala dalam-dalam.
Jam dinding klasik pada dinding ruangan terdengar ketika keadaan sunyi seperti ini, bersanding dengan musik Jawa klasik dari belakang ruangan ndalem. Pikiran saya sekarang tengah melayang-layang, tidak hanya tentang ibu, musik klasik, serta jam dinding. Tapi, pikiranku melayang-layang tidak karuan, ada kambing di sana, sapi, ayam, pengurus keamanan, neng Afidah, gus Malik, serta keluarga mbah Kyai lainnya. Rasanya, anda saja mbah Kyai memberikan ijin, sangat berat untuk meninggalkan pesantren ini. Pesantren, telah menjadi bagian dari hidup saya, yang saya tidak mungkin unt
Hot Chapters