Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Seuntai Janji

Seuntai Janji

Yanuar : Nanti dibantu ketua pengawal area sana. Arya : Saya kayaknya belum kenal. Novan : Saya, Pak @Arya. Arya : Hai, @Novan. Nanti kita lanjut chat berdua, ya. Novan : Siap. Olavius : Cieee. Mau mojok! Farzan : Aku cemburu. Harry : Aku patah hati. Keven : Aku mau semedi di Gunung Merapi. Bryan : Tahunya, gunung pun meletus.
102.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 108 kali sebagai read nanatsu no taizai
Baca
+Pustaka
Cinta untuk Nazdira

Cinta untuk Nazdira

Lirih Nadzira Setelah selesai mendengar tausiyah, Nadzira tidak segera pulang seperti biasa, dia berdiam diri di dalam ruangan Masjid menumpahkan segala sakitnya dengan air mata yang terus berdesakan keluar dari kelopak matanya. Nadzira menutup wajahnya dengan kedua tangannya bahunya bergetar akibat tangis yang sedari tadi dia tahan saat mengingat segala sakit yang dirasakan nya
101.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 47 kali sebagai read nanatsu no taizai
Baca
+Pustaka
ANATASYA

ANATASYA

Tidak berselang lama sapaan seorang gadis dari sebrang terdengar. "Halo," "Hai, Na." "Lo lagi apa?" tanya cowok itu. "Gue baru aja selesai mandi, ngapain sih Dra. Gue mau istirahat, capek." Ana berujar lesu. "Gue cuman kangen sama lo, yaudah sekarang lo tidur. Tapi teleponnya jangan di matiin." titah Rendra. Dan Ana hanya menuruti, gadis itu mulai membaringkan tubuhnya yang terasa sangat letih.
2.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 50 kali sebagai read nanatsu no taizai
Baca
+Pustaka
ZANNA

ZANNA

BYUR! Ele menyiram Zanna dengan segelas es teh milik Fanna. Seisi kantin yang melihat itu hanya menutup mulutnya, tidak menyangka Ele melakukan itu pada murid baru. Zanna gadis itu diam, dia merasakan tubuhnya begitu dingin, tangannya bergetar, bibirnya sudah pucat pasi. Zanna benar benar ketakutan. "Gak usah banyak gaya kalo mau tetep ada disekolah ini!" bisik Ele pada Zanna, gadis itu masih menatap Zanna dengan tatapan sinis.
2.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 75 kali sebagai read nanatsu no taizai
Baca
+Pustaka
BATARI

BATARI

“Batari, dengar aku. Rasain telapak tangan kamu. Rasain lantai. Sebut tiga hal yang kamu lihat.” Batari berusaha. Ia memaksa dirinya menatap: lilin, retakan cermin, darah kering di buku jarinya. “Tiga,” Batari berbisik. Suaranya kembali sedikit “punya dirinya”. Lenka diam beberapa detik. Freya menyambar momen itu. “Bagus. Sekarang sebut dua suara yang kamu dengar.” Batari menelan ludah. “AC… dan… hujan jauh.”
10449 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 10 kali sebagai read nanatsu no taizai
Baca
+Pustaka
Tawanan Hati Sang Tuan Muda

Tawanan Hati Sang Tuan Muda

“Yah. Ayah sudah sadar?” Pia sangat bahagia melihat mata Nizar terbuka. Nizar sempat tersenyum, tetapi senyum itu pun menghilang seiring ingatan Nizar mengingat apa yang terjadi. “Jadi bagaimana sekarang nasibmu, Nak? Kamu akan malu dan jadi bahan tertawaan orang-orang di desa. Kita ini miskin. Ayah sudah tidak punya uang sepeser pun.”
659 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 23 kali sebagai read nanatsu no taizai
Baca
+Pustaka
Rasa Tanpa Tatap

Rasa Tanpa Tatap

Atau makhluk jadi-jadian lainnya? Sampai gadis itu selesai bernyanyi, Ayers masih pada posisinya. Gadis itu membuka matanya perlahan. Tatapan kosongnya mengarah lurus ke depan, kemudian tangannya bergerak untuk menutup jendela. Ayers segera mencegah. "Tunggu!" Gadis itu menghentikan gerakan tangannya. Tatapannya mengarah ke bawah. Diam dan tidak bicara.
1.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 64 kali sebagai read nanatsu no taizai
Baca
+Pustaka
Tawanan Cinta Tuan Abizar

Tawanan Cinta Tuan Abizar

"Tuan Izar! Tuan! Tuan! Tuan Izar! Tuan!" Di luar halaman, Abizar yang ngebut tidak sengaja menabrak pagar rumah Omar yang kokoh. Lelaki itu meninju-ninju jeruji pagar rumah, karena tak ada satpam yang berjaga tidak ada yang membukakan gerbang untuk Abizar. Abizar nekat memanjat, lalu meloncat turun. Wajahnya keras saat dari luar di dalam rumah terdengar suara familier yang terisak kencang memanggil namanya, wanita itu menolak dibawa pergi. "Tuan! Tuan Izar! Tuan!"
1012.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 336 kali sebagai read nanatsu no taizai
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1234
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status