Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Kita yang Terluka

Kita yang Terluka

“Assalamualaikum.” “Waalaikumsalam, waaaah ada Om Indra.” Rika berseru senang. Dia urung protes pada papanya saat melihat Indra mengangkat kantong di tangannya. Dia bersorak saat membuka kantong itu dan melihat isinya satu set crayon warna dan boneka kuda unicorn yang bisa bergerak sendiri. “Terima kasih, Om.” “Sama-sama, Sayang.” Indra mengelus kepala Rika. Dia lalu meletakkan punggung tangan di kening anak itu dan mengangguk saat merasakan suhu tubuhnya sudah tidak terlalu tinggi.
1017.3K viewsOngoingAdded to Library 623 Times as retak'ka kristal
Read
+Library
Perjalanan Waktu Sang Penjelajah Takdir

Perjalanan Waktu Sang Penjelajah Takdir

"Kita harus membentuk segitiga energi. Kalian harus fokus pada niat tulus untuk membantu Buto Ijo. Tanpa niat yang murni, ritual ini tidak akan berhasil." Raka dan Arya saling bertukar pandang, lalu mengangguk. Mereka menutup mata, mencoba memusatkan pikiran mereka pada tujuan ritual ini. Sementara itu, Dyah mengeluarkan sebuah artefak kuno dari balik jubahnya—sebuah kristal biru keperakan yang berkilauan dalam cahaya api. "Inilah Kristal Niskala," kata Dyah, suaranya penuh hormat. "Artefak ini adalah kunci untuk melepaskan kutukan dewa. Namun, ia juga akan menguji kekuatan spiritual kita."
104.0K viewsOngoingAdded to Library 139 Times as retak'ka kristal
Read
+Library
PUTRI PENGUBAH TAKDIR ELYSIA

PUTRI PENGUBAH TAKDIR ELYSIA

Debu-debu es halus, sisa amukan barusan, masih berpusar pelan di udara yang membeku. Di hadapanku, Crysalis berkilau perak kebiruan. Namun, kini kilaunya memancarkan ketenangan yang aneh— seolah raksasa kristal itu baru saja menarik napas panjang usai lari maraton.
101.6K viewsOngoingAdded to Library 52 Times as retak'ka kristal
Read
+Library
Luna dan Para Garda Patriot

Luna dan Para Garda Patriot

Dengan kalung kristal matahari, ia seharusnya bisa berlari jauh tanpa kelelahan. Ia lalu baru ingat, kristal yang dipakainya sekarang hanya barang imitasi bukan yang asli. Kecemasannya terbukti. Warna kristal yang ia pakai sekarang kembali menjadi gelap. Lebih buruk lagi, ada beberapa bagian kristal yang retak dan ujungnya pecah. Luna langsung terduduk lemas. “Aku nggak kuat lagi,” kata Luna tersengal-sengal.”Tenaga kristalnya … abis.”
106.2K viewsCompletedAdded to Library 217 Times as retak'ka kristal
Read
+Library
Cahaya Mutiara

Cahaya Mutiara

"Sakit nih! Untung ini cuma nyeri, coba kalo sampai tulang kaki saya retak, anda bisa ganti?" "Tapi, gak sampai tulang retak kan' Mbak? Atau, mau saya bawa ke rumah sakit?" Liya berdecih, "Gak usah! Ternyata bisa takut juga, lo." Liya beranjak pergi seraya berjalan tertatih, "Minggir!" Lelaki itu memberikan jalan untuk Liya, "Sekali lagi saya minta maaf." **** "Astagfirullah! Lo kurang ajar banget!"
102.5K viewsOngoingAdded to Library 96 Times as retak'ka kristal
Read
+Library
Nisan Retak

Nisan Retak

Bab 1 Retakan dibawah permukaan Amira berdiri di depan rumah tua itu, yang kini hanya menyisakan kenangan samar. Suasana pagi yang lembab, dengan kabut tipis menyelimuti pemukiman yang sepi, seolah menambah kesan suram di hati Amira. Rumah yang telah lama ditinggalkan, kini hanya menjadi tempat bagi angin untuk berkelana dan daun-daun yang jatuh memenuhi pekarangan. Sungguh, tempat ini terasa lebih asing baginya dibandingkan dengan masa kecil yang pernah ia lewati di sana.
985 viewsOngoingAdded to Library 22 Times as retak'ka kristal
Read
+Library
Rahasia Sang Kuda Hitam

Rahasia Sang Kuda Hitam

Tubuhnya muncul tepat di belakang Ayla. Tangannya mengarah ke sebuah benda yang tergantung di pinggangnya. Sebuah kristal hitam kecil. Kristal yang selama ini tidak pernah Ayla perhatikan. Pria itu menggenggamnya erat. Lalu— CRAAKKK! Kristal itu pecah. Retakan cahaya langsung menyebar ke udara. Seolah ruang di sekitar mereka ikut retak. Kelima sosok di langit langsung berubah ekspresi.
446 viewsOngoingAdded to Library 16 Times as retak'ka kristal
Read
+Library
MY VAMPIRE QUEEN

MY VAMPIRE QUEEN

Lalu, tiba-tiba, segalanya berhenti. Getaran itu berhenti mendadak, seperti seseorang mematikan saklar. Cahaya merah yang mengerikan itu memudar dengan cepat, ditarik kembali ke dalam inti kristal. Retakan-retakan di permukaan kristal berangsur-angsur menutup sendiri, seperti luka yang sembuh secara ajaib. Kristal itu kembali memancarkan cahaya biru yang tenang dan menenangkan, bahkan lebih terang dari sebelumnya. Suara dengungan hilang, digantikan oleh keheningan yang lega, lalu diikuti oleh desahan napas panjang dari semua orang yang hadir.
10808 viewsOngoingAdded to Library 16 Times as retak'ka kristal
Read
+Library
Kultivator Jiwa Modern

Kultivator Jiwa Modern

Retakan kedua masih berdenyut pelan, memunculkan cahaya biru pucat seperti napas terakhir dunia. Angin mengalir dingin. Kael berdiri paling depan, memegang kristal Bara erat-erat. Gerry menatap retakan itu sambil menggosok tengkuknya. “Sial… aku nggak percaya kita beneran mau masuk. Ini gila.”
1.3K viewsCompletedAdded to Library 35 Times as retak'ka kristal
Read
+Library
The Story of Jawata: Pusaka Ajaib

The Story of Jawata: Pusaka Ajaib

kata Taja menunjukkan benda yang selama ini tersimpan di dadanya. "Wow! Miliaran benih di dalamnya," giliran Radhit terkesima. Mengamati benda di tangan Taja, sebuah kristal bening berkilat-kilat berisi penuh debu bintang. "Ini peninggalan terakhir ratu kami. Kristal Shachini," sambung Taja. "Beri aku sedikit saja. Aku akan coba menanamnya di satu tempat," pinta Radhit sambil menyodorkan telapak tangan.
109.6K viewsOngoingAdded to Library 337 Times as retak'ka kristal
Read
+Library
PREV
1
...
45678
...
10
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status