Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Rumah Angker Warisan Bapak

Rumah Angker Warisan Bapak

ucapnya, "kita ikuti jalan ini lurus, nanti kalau kau mendapati rumah paling mewah di antara deretan rumah lainnya, berarti itu rumahnya." Ucapan Hendra membuat Rasya kembali melajukan mobilnya. Sampai akhirnya mereka tiba di rumah yang dimaksud. Sebuah rumah berdiri megah di sudut perumahan, dikelilingi pagar besi hitam yang menjulang dengan hiasan ukiran mewah. Halamannya luas, dihiasi taman terawat dengan air mancur kecil di tengahnya. Cat dinding krem keemasan memancarkan kesan elegan, berpadu dengan jendela besar berbingkai kayu cokelat gelap, menandakan kemewahan yang mencolok. "Sepertinya ini benar rumahnya. Hanya rumah Dewi yang memiliki air mancur." Hendra membuka pintu bersiap turu
102.6K viewsCompletedAdded to Library 89 Times as rumah zen
Read
+Library
Dipoligami Karna Tak Kunjung Hamil

Dipoligami Karna Tak Kunjung Hamil

Rumah dengan dua lantai yang begitu indah di area Pesantren. Tanah rumah ini terletak dibagian paling ujung belakang. Dengan banyak pepohonan yang masih rindang menambah suasana asri rumah Zidan dengan perpaduan cat berwarna putih dan cream. "Kak, jangan sentuh aku. Tidak enak jika ada yang lihat." Protes Ayana kepada Zidan. "Kalau tidak ada yang lihat, apakah kamu mau aku sentuh?" Senyum Zidan menggoda iman.
101.5K viewsOngoingAdded to Library 49 Times as rumah zen
Read
+Library
Ah! Jangan Berhenti, Tuan Riven!

Ah! Jangan Berhenti, Tuan Riven!

Melewati rumah-rumah mewah, sebelum berhenti di sebuah rumah berlantai tiga yang luas dan berhiaskan robot-robot canggih yang menjad pelayan di sana. Melihat hal ini, Elena memekik, "Sejak kapan Mami punya rumah ini?!" Zalen mendengus, ia menoyor kening Elena. "Sejak kau gila karena cinta, dan menjadi norak!" sahutnya sinis. Elena mengulang gerak bibir Zalen tanpa suara. Ia mengikuti langkah Zalen dengan kaki dihentak. Zalen berhenti di hadapan sebuah tembok yang dilapisi cermin, ia menarik Elena agar berdiri di sampingnya.
1019.2K viewsOngoingAdded to Library 731 Times as rumah zen
Read
+Library
7 Sumpah

7 Sumpah

Salju -- Kasih --------------------------------------- Hujan membuncah kan airnya dari angkasa, awan gelap masih menyelimuti langit, membuat matahari bersembunyi dibalik Cakrawala di pagi ini. Zen tetap bersemangat untuk memulai kembali aktifitasnya, ada seorang clien adari negara sakura yang ingin berkerja sama dengannya. Memusatkan para touris dan warga lokal untuk memilih hunian atau penginapan di hotel dimana tuan sakura itu adalah pemiliknya, Zen berkerja sebagai penarik para pecinta traveling. Dia membuat dan mendesain tata letak di hotel itu. Tentu saja dia akan melibatkan Airin dalam hal ini, dia membutuhkan tanaman hias yang ada di toko Airin untuk mempercantik bagian lobi dan juga
9.95.9K viewsCompletedAdded to Library 178 Times as rumah zen
Read
+Library
Suami Berkhianat, Aku Minggat (wanita pilihan)

Suami Berkhianat, Aku Minggat (wanita pilihan)

lirih Pak Arif sambil membuka Zio dengan nada suara duka yang mendalam. "Turut sure sure sure, ya, Pak! Semoga selamat, Maminya Zio, tenang disana," ucap Renata. Renata berkeliling rumah dengan ditemani Pak Arif, Mang Ujang dan Zio, Rumah dengan kamar tiga, ruang tamu, ruang keluarga, juga dapur luar ruangan dengan taman belakang yang indah, rumah ini dirancang sedemikian rupa oleh para pemilik hingga menghasilkan banyak rumah impian, dengan segala perabotan berwarna putih dengan sedikit sentuhan warna hitam di kamar zio. Di lantai tiga, ada kolam renang dengan suasana Maldive dengan saung dan beberapa tanaman yang terawat, membuat Renata jatuh cinta hanya dengan satu putaran saja melihatnya
9.9102.3K viewsCompletedAdded to Library 2.1K Times as rumah zen
Read
+Library
Misi sang Tentara Rahasia

Misi sang Tentara Rahasia

Kenn sedikit takjub saat pertama kali melihat secara langsung rumah Kazuha. Halaman yang sangat luas. Rumah yang terdiri dari empat lantai dan satu basement dengan ukuran yang terbilang cukup luas. Tidak lupa dengan kolam renang yang sangat terawat dan sebuah balkon yang cukup luas di lantai empat.
106.6K viewsCompletedAdded to Library 131 Times as rumah zen
Read
+Library
Rumah Ramaria

Rumah Ramaria

Aku ikutan tertawa. Rumah yang kami sukai dari lima pilihan rumah lainnya adalah rumah yang ketiga. Luas bangunannya lebih kecil daripada luas tanahnya sehingga ada pekarangan yang cukup besar untuk kami tanami tumbuhan. Pun rumahnya dibuat gaya minimalis dengan sedikit sekali sudut yang perlu dibersihkan nantinya jika kami tinggal di sana. Namun keadaan jalan ke arah sana dan lingkungan di sekitarnya cukup kotor. Ditambah beberapa warga menyalakan musik keras-keras di siang bolong. Maria langsung enggan dan aku setuju padanya.
104.3K viewsOngoingAdded to Library 119 Times as rumah zen
Read
+Library
Mas, Ayo Bercerai!

Mas, Ayo Bercerai!

Ruangan itu luas, aman, dan memungkinkannya menciptakan tanpa rasa takut. Zola duduk di lantai kayu yang berdebu, kuas di tangan. Di depannya, di atas bangku kerja, berdiri sebuah karya yang berbeda dari yang lain. Itu adalah miniatur rumah, dibuat dari potongan-potongan kayu daur ulang, dicat dengan warna abu-abu kusam. Rumah itu memiliki atap yang kokoh, tetapi tidak ada satu pun jendela. Pintu depannya tertutup rapat, dan di bawah fondasinya, tersembunyi sebuah kunci kecil yang berkilauan, terbuat dari kuningan yang dilapisi emas.
101.9K viewsOngoingAdded to Library 50 Times as rumah zen
Read
+Library
Datang Untuk Mereka

Datang Untuk Mereka

Gaun panjang hijau dengan hiasan bunga-bunga putih berukuran kecil, serta mahkota dengan warna senada yang bertengger di atas kepalanya. Sementara itu, Zenia telah memasuki kawasan rumahnya. Bangunan dengan gaya klasik berlantai dua itu ia tinggali bersama orang tuanya dan beberapa pelayan. Namun, saat ini orang tuanya berada di luar negeri. "Sampai jumpa," Zenia melambai kepada Yoshi "Sampai jumpa," balas Yoshi. Pria itu kemudian berlalu dari kawasan rumah elit Zenia.
9.98.3K viewsOngoingAdded to Library 232 Times as rumah zen
Read
+Library
Noda Di Balik Cadar sang Ustadzah

Noda Di Balik Cadar sang Ustadzah

Zen membawa Marisa ke sebuah rumah tua yang nampak seperti lama tidak dihuni. "Apa benar Ridwan menungguku di sini, Zen?" tanya Marisa kebingungan. Rumah itu terlihat sangat menyeramkan. Banyak semak belukar dan dan bangunan yang sudah roboh di beberapa sudut. Zen tidak menjawab sedikitpun, dia terus berjalan masuk menuju rumah tua itu.
1027.7K viewsCompletedAdded to Library 996 Times as rumah zen
Read
+Library
PREV
123456
...
10
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status