Jodoh untuk Aira
Aku mulai duduk di kursi dengan tangan menyilang di dada dan menyandarkan punggung.
Kali ini Dewa mengulum senyum, mulutnya mulai menyentuh bibir cangkir dan meneguk kopi hitam dengan nikmat.
"Aah, mantap! Baru di sini gua minum kopi enak banget."
Mataku mendelik, mulai penasaran dengan yang ia ucapkan. Entah dia tahu dari siapa kalau aku pecinta kopi. Khususnya kopi hitam yang dibuat secara tradisional, seperti para petani kopi daerah Sumatera, misalnya. Cita rasa kopi yang mereka olah dari menjemur, menyangrai, sampai ditumbuk dengan lesung dan dihaluskan. Itu rasanya ... luar biasa nikmat!
Chapitres populaires