Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Pengantin Pengganti Duke Dillard

Pengantin Pengganti Duke Dillard

Surat ketiga datang minggu kelima. Lebih pendek lagi. Hampir hanya beberapa baris. Juliet, Maaf singkat. Pertempuran terus. Tidak banyak waktu. Aku baik. Masih hidup. Masih berpikir tentangmu. Tunggu aku. D. Itu saja. Tidak ada cerita. Tidak ada detail. Hanya konfirmasi dia masih bernapas. Aku pegang surat dengan tangan gemetar. Entah kenapa surat singkat ini lebih menakutkan dari yang panjang.
106.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 195 kali sebagai surat dari kematian
Baca
+Pustaka
SETELAH AKU HANCUR AKU MEMILIH HIDUP DAN MENCINTAI LAGI

SETELAH AKU HANCUR AKU MEMILIH HIDUP DAN MENCINTAI LAGI

Surat untuk Diriku Sendiri "Yang membuat seseorang ingin mati bukan karena ingin mengakhiri hidup, tapi karena merasa tak punya tempat di dalamnya." Semuanya dimulai dari satu notifikasi. Jam menunjukkan pukul 22.47 ketika ponselku bergetar pelan di sisi bantal. Cahaya layarnya memantul di dinding kamar kos yang remang. Kupikir itu pesan biasa, mungkin dari grup kelas, atau Sarah yang iseng mengirim stiker seperti biasanya.
101.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 49 kali sebagai surat dari kematian
Baca
+Pustaka
Hari Pamermu, Hari Kematianku

Hari Pamermu, Hari Kematianku

Aku masih menggenggam liontin jimat keselamatan di tanganku. Andre menangis tersedu-sedu. Meskipun dia tidak bisa mengenaliku, dia bisa mengenali jimat itu. Dia melihat tanda lahir berbentuk kupu-kupu di leherku. Andre tidak ingin mengakui jika aku sudah meninggal, tapi terdapat banyak bukti yang membuktikan bahwa mayat yang tergeletak di sana adalah diriku. "Pak Andre, Nona Julie adalah wartawan yang sangat berani."
5.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 196 kali sebagai surat dari kematian
Baca
+Pustaka
Antara Misi Dan Hati

Antara Misi Dan Hati

Surat itu ia selipkan di saku jaketnya… dan terlupakan. “Mayor…” suara Ditto nyaris bergetar. “Saya menemukan ini. Dari… Reina.” Satya meraihnya perlahan. Tangannya gemetar saat membuka lipatan kertas itu. Tulisan tangan Reina… masih rapi meski tergores waktu. --- “Kalau aku mati… jangan tangisi aku, Satya.” “Karena aku tak pernah merasa hidup selama ini, sampai bertemu kamu.”
103.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 85 kali sebagai surat dari kematian
Baca
+Pustaka
Ketupat Untuk Emak

Ketupat Untuk Emak

Jantungnya berdegup kencang, sangat kencang, campur rasa takut dan penasaran. "Apa... apa yang Emak bilang Pak?!" tanya Alif dengan napas tertahan. Pak Qosim menatap lurus ke manik mata Alif, suaranya berat dan bergetar saat mengucapkan kalimat terakhir itu: "Emakmu bilang... DIA TIDAK MENINGGAL SAKIT BIASA, LIF... DAN KEMATIAN BAPAKMU DULU PUN BUKAN KECELAKAAN BIASA... ADA ORANG YANG SENGJA MENGINGINKAN KALIAN PUNAH DARI MUKA BUMI INI."
101.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 41 kali sebagai surat dari kematian
Baca
+Pustaka
Hello Ms. Joa! [Bahasa Indonesia]

Hello Ms. Joa! [Bahasa Indonesia]

Aku sedikit merapikan kusutan kertas sebelum membacanya. Pertama kali membaca surat kematian membuatku merinding tak karuan. Aku membayangkan bagaimana putus asanya Joa saat menuliskan surat ini dan terdapat dua sampai tiga jejak tetesan air yang telah mengering. …Hidup tanpa harapan, Aku merasa mati. Aku terpaksa melakukan semua ini. Maaf. Seandainya aku bisa memberikan hidupku pada orang lain...
103.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 105 kali sebagai surat dari kematian
Baca
+Pustaka
Gila Karena Penyesalan

Gila Karena Penyesalan

Aku melayang di atas mereka semua, menyaksikan adegan itu tanpa emosi. Aku sudah mati, tapi reaksi pertama mereka bukan sedih, melainkan menuduh orang lain memberikan lelucon jahat. Diana tertawa, tawa pahit yang bercampur air mata. “Lelucon?” Dia menunjuk surat kematian di meja. “Ini surat resmi. Kalian nggak bisa baca?”
14.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 451 kali sebagai surat dari kematian
Baca
+Pustaka
Istri Yang Kau Ceraikan

Istri Yang Kau Ceraikan

Surat ini, apakah ditulis sebelum Radit menutup usia? Alya menoleh, menatapku dengan mata yang sudah berkaca-kaca. "Ayo dibaca, Al. Siapa tahu ini ditulis sebelum almarhum meninggal dan menyimpannya sama Andre." Alya mengangguk lalu membuka penutup amplop itu. Ia mengeluarkan sebuah surat lalu membacanya. Selasa, 01 Januari 1998.
9.7173.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 4.2K kali sebagai surat dari kematian
Baca
+Pustaka
SATU ATAP DUA CINTA: Kunikahi Ibu Tiriku

SATU ATAP DUA CINTA: Kunikahi Ibu Tiriku

Dikira ada satu lembar, nyatanya ada lima lembar kertas dan ada kata-kata di atasnya. Gema membawa tulisan pada kertas yang paling atas. 'Assalamualaikum, Nak. Maafkan ayah sebelumnya. Ayah yakin, saat kamu menemukan surat ini, ayah sudah tidak ada lagi di dunia ini.' Itu, yang tertulis di paragraf awal. Gema tidak bisa menyembunyikan keterkejutannya setelah membaca baris pertama itu. Bagaimana bisa ayahnya menuliskan kata-kata demikian, seolah ia telah tahu kapan ajal menjemputnya?
2.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 96 kali sebagai surat dari kematian
Baca
+Pustaka
Pembalasan Untuk Suami Mati Palsu

Pembalasan Untuk Suami Mati Palsu

Demi mengelabui semua orang, Kevin sampai mengurus surat kematian dari rumah sakit. Setelah petugas memastikan semuanya sesuai, ia segera mencap dokumen itu mengikuti perintahku. "Nona Mira, mohon berduka cita. Ini surat kematian suami Anda." Aku hanya menggumam pelan lalu memasukkan dokumen itu ke dalam tas. Baru melangkah dua langkah, ponsel Tama tiba-tiba bergetar hebat.
2.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 85 kali sebagai surat dari kematian
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status