Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Saat Kau Pergi Tanpa Mengucap Kata Perpisahan

Saat Kau Pergi Tanpa Mengucap Kata Perpisahan

Suamiku, seorang komandan resimen, akhirnya setuju aku ikut ke kesatuan, dengan satu syarat… Anak kami tak boleh memanggilnya ayah. Delapan tahun kami menjalani pernikahan rahasia. Delapan tahun pula aku tinggal di desa, merawat kedua orang tuanya. Setelah kedua mertuaku meninggal dunia, aku dan anakku memohon padanya agar kami bisa ikut bersamanya ke kesatuan. Dia setuju… Tapi dengan satu syarat! “Setibanya di kesatuan nanti, status kalian hanyalah kerabatku dari kampung,” ucapnya dingin. Saat itulah aku mengerti… Ternyata, di kesatuan sana, dia sudah memiliki keluarga lain. Akhirnya, aku membawa anakku pergi tanpa menoleh sedikit pun. Dan pria yang dikenal dingin itu… Justru tampak panik.
8.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 335 kali sebagai tas pergi
Baca
+Pustaka
Maukah Kau Menemaniku Pergi Ke Dunia Dongeng?

Maukah Kau Menemaniku Pergi Ke Dunia Dongeng?

Lola, Lulu, dan Lala telah terjebak di Tanah Kebahagiaan selama sembilan tahun. Tanah Kebahagiaan adalah sebuah dunia yang dipenuhi oleh Ramuan, Grimoire, dan Oraclis yang dapat membuat seseorang menjadi Penyihir Oracle. Inilah kisah petualangan mereka di dunia yang diikat oleh: "Hukum Trinitas Sihir Tua dari Awal Zaman."
286 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 11 kali sebagai tas pergi
Baca
+Pustaka
Kau Pilih Dia, Aku Bawa Anakmu Pergi!

Kau Pilih Dia, Aku Bawa Anakmu Pergi!

Malam sebelum aku seharusnya menikah dengan pewaris Keluarga Moro, aku mendapati rentetan 99 pesan teks mesum di ponsel Leo, tunanganku. Seorang wanita bernama Via Cokro, memberi tahu Leo bahwa dia mencintai Leo. Sangat mencintainya. Tanpa tahu malu sama sekali. Dia memohon pada Leo supaya membatalkan pernikahan kami, mengancam akan bunuh diri jika Leo tetap melanjutkan pernikahan ini. Aku langsung bereaksi. Aku menyodorkan ponsel itu ke wajah Leo untuk menuntut penjelasan. Keheningan terasa abadi sebelum Leo akhirnya angkat bicara. "Kakaknya itu Alan, wakilku. Dia kena tembak demi aku. Aku sudah janji padanya akan menjaga adiknya." "Jeny, kita tumbuh bersama. Kamu tahu cuma kamu satu-satunya di hatiku. Aku janji bakal urus ini, aku akan memutus hubungan dengannya." Aku mencari kebohongan di mata Leo. Akhirnya aku menelan rasa getir dalam tenggorokanku dan memilih untuk memercayai Leo. Pernikahan pun tetap dilanjutkan. Pernikahan ini bukan sekadar tentang kami berdua. Ini adalah perjanjian yang ditandatangani dengan darah antara dua keluarga. Dan, Tuhan tolong aku, aku masih mencintainya. Namun, di hari pernikahan kami, saat kami berdiri di altar dengan janji yang hampir diucapkan, Leo menerima telepon. Itu dari dia, Via. Dia sedang berada di jembatan dan mengancam akan melompat. Menuntut supaya Leo segera datang sekarang juga. Cincin berlian yang hanya sejengkal dari jariku, jatuh berdenting ke lantai batu gereja. Tidak ada sepatah kata pun. Tidak ada satu pun penjelasan. Leo pergi begitu saja. Meninggalkanku, keluarga kami, masa depan kami... Meninggalkanku berdiri sendirian di altar. Dalam kabut air mata, aku berteriak padanya, "Leo, kalau kamu keluar dari pintu itu, kita putus!" Jawaban satu-satunya dari mulut Leo, diucapkannya sambil berjalan menjauh, "Dia butuh aku." Leo tidak pernah menoleh ke belakang. Aku pun menghilang dari dunia Leo dan tidak pernah menoleh ke belakang sambil mengandung anaknya.
8.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 253 kali sebagai tas pergi
Baca
+Pustaka
Aku Pergi Ketika Dia Memilih Wanita Lain

Aku Pergi Ketika Dia Memilih Wanita Lain

Pada hari perceraian, aku hanya membawa pergi satu set pakaian yang kupakai saat menikah dulu. Rumah, mobil, harta, dan anak-anak ... semuanya kutinggalkan untuk Sultan. Dia menatapku dengan agak terkejut, lalu mencibir. "Kamu sudah pikirkan baik-baik? Tiga anak itu kamu besarkan dengan tanganmu sendiri dan sekarang kamu lepaskan mereka? Kalau kamu benar-benar nggak menginginkan apa pun, aku juga nggak akan minta biaya nafkah darimu. Itu adil." Aku segera menandatangani perjanjian itu, lalu menyahut dengan datar, "Mm, sangat adil." Sultan terdiam sejenak sebelum akhirnya perlahan menandatangani namanya. "Kalau nanti kamu nyesal, kita bisa ...." Aku mengibaskan tangan untuk memotong ucapannya, lalu pergi tanpa menoleh lagi. Dulu Sultan sering mengatakan bahwa aku menikah dengannya demi uang dan kekuasaan, bahkan mencoba mengikatnya dengan anak-anak. Tidak apa-apa. Saat dia mengurus jenazahku nanti, dia akan mengerti semuanya.
2.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 72 kali sebagai tas pergi
Baca
+Pustaka
Ketika Cinta Kandas, Sudah Saatnya Aku Pergi

Ketika Cinta Kandas, Sudah Saatnya Aku Pergi

Ketika selingkuhan Wilson datang membuat keributan di depanku untuk yang kesembilan kalinya, aku tidak lagi merasakan apa pun. Aku menatap Wilson dengan tenang dan berujar, "Kamu sudah berkali-kali berjanji nggak akan biarkan selingkuhanmu membuat masalah di depanku." Wilson terkekeh dan menyahut dengan nada datar, "Molly masih muda dan sifatnya cuma lebih menggebu-gebu. Sebagai kakak, bukankah kamu seharusnya lebih pengertian dan menoleransinya?" Dia menyilangkan tangannya sambil menatapku. Sorot matanya jelas menunjukkan sikap meremehkan.
6.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 163 kali sebagai tas pergi
Baca
+Pustaka
Upacara Terakhir untuk Cinta yang Telah Pergi

Upacara Terakhir untuk Cinta yang Telah Pergi

Di hari ulang tahunku, aku dan adik angkatku mengalami kecelakaan mobil. Saat api mulai mengoyak tubuhku, tunanganku justru menunjuk ke kursi penumpang dan berseru, "Selamatkan Julia dulu, dia punya penyakit jantung!" Saat terbangun, wajahku hancur sepenuhnya, dan hidupku divonis tinggal satu bulan lagi. Demi kepentingan bisnis kedua keluarga, orang tuaku memutuskan agar adik angkatku menggantikanku untuk menikah. Tunanganku membelai perban di wajahku dengan penuh simpati, lalu berjanji, "Setelah kamu sembuh, posisi Nyonya Rivano tetap akan menjadi milikmu." Aku tersenyum dan menyetujuinya. Bahkan, aku memberikan semua saham, aset properti, hingga karya lukisanku yang belum dipublikasikan sebagai hadiah pernikahan untuk adikku. Bermodalkan lukisanku, dia menjadi seniman besar yang dipuja banyak orang. Saat diwawancarai wartawan, ibuku menangis haru. "Syukurlah dulu bukan dia yang celaka. Kalau nggak, keluarga kami pasti akan kehilangan sosok genius seperti dia!" Tunanganku pun mengumumkan dengan bangga bahwa adikku akan menjadi satu-satunya nyonya di Keluarga Rivano. Akan tetapi, mereka tidak tahu bahwa sang genius yang asli sedang memperhatikan mereka dengan dingin dari sudut ruangan. Dan segala hal yang kuberikan dengan tanganku sendiri itu .... Sejak awal hanyalah tumbal yang kusiapkan untuk membalas dendam.
2.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 57 kali sebagai tas pergi
Baca
+Pustaka
Aku Pergi Demi Kebahagiaan Suamiku dan Sekretarisnya

Aku Pergi Demi Kebahagiaan Suamiku dan Sekretarisnya

Suamiku adalah seorang presdir yang bertemperamen dingin. Kami sudah menikah selama enam tahun, hubungan kami pun dingin bak es. Untuk kesekian kalinya, dia meninggalkanku dan pergi ke Disneyland bersama sekretarisnya, bahkan menyewa seluruh pertunjukan kembang api untuknya. Saat itulah aku sadar, dia memang bukan milikku sejak awal. Tiga hari setelah dia pulang, aku pergi ke luar negeri bersama putra kami, meninggalkan surat perceraian di meja. Tak kusangka, dia malah bersedih dan berusaha mencariku gila-gilaan.
7.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 170 kali sebagai tas pergi
Baca
+Pustaka
Belenggu Cinta Suami Saat Istri Ingin Pergi

Belenggu Cinta Suami Saat Istri Ingin Pergi

Astna Aikaz
Pernikahan tanpa restu, tanpa anak, bahkan diwarnai kehadiran orang ketiga. Apa yang akan terjadi dengan semua itu? Itulah yang harus Kirana hadapi dalam pernikahannya dengan Keenan. “Aku memang bukan istri sempurna. Tapi jika kehadiranku membuat semua orang tidak bahagia, aku akan melepas statusku sebagai istrimu untuk menyempurnakan hidupmu tanpaku, Keenan..” ~Kirana~ “Tidak. Hanya kamu satu-satunya yang mampu menyempurnakan hidupku. Jadi, aku tidak akan membiarkanmu lepas dariku, Kirana..” ~Keenan~ Bisakah Kirana menjaga rumah tangganya dengan Keenan yang terus diusik semua orang? Apalagi saat Keenan mulai membelenggu Kirana yang ingin pergi dari cinta dan pernikahan yang pelik tersebut? Lantas, akankah mereka bahagia dalam belenggu cinta masing-masing, atau mereka akan pergi dari belenggu itu untuk mencari kebahagiaan lain? “Aku mencintaimu apa adanya dengan semua ketidaksempurnaanmu, karena bagiku ketidaksempurnaanmu lah yang menyempurnakanku..” ~Seseorang~
108.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 185 kali sebagai tas pergi
Baca
+Pustaka
Dia Pergi Sehari Sebelum Aku Jadi Istrinya

Dia Pergi Sehari Sebelum Aku Jadi Istrinya

Tunanganku nggak datang ke makan malam gladi resik pernikahan kita di kediaman Keluarga Kusuma. Menjelang tengah malam, sebuah pesan dari Martin Kusuma masuk. Kirana hamil. Itu bukan anakku. Tapi aku harus nikahin dia. Anak itu butuh marga Kusuma agar bisa diakui secara sah. Pernikahan kita bakal ditunda sampai tiga tahun ke depan. Kita harus jaga jarak sampai saat itu. Kamu yang harus hadapi para tetua keluarga. Apa pun yang kamu lakukan, lindungi Kirana dari mereka. Kasih tahu ke semua orang kalau kamu yang batalkan pernikahan ini. Aku menatap layar dan mengetik balik hanya satu kata. [Oke]. Aku sudah muak dengannya. Sejak awal, aku memang nggak pernah ingin nikah dengan dia.
1.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 53 kali sebagai tas pergi
Baca
+Pustaka
Tiga Tahun Kau Pergi, Kini Aku Mengandung

Tiga Tahun Kau Pergi, Kini Aku Mengandung

Di hari pernikahanku dengan Alvano Baskara, anak angkat Keluarga Baskara hendak bunuh diri dengan melompat dari atas gedung. Demi wanita itu, Alvano meninggalkanku yang sudah mengenakan balutan gaun pengantin, memilih untuk kabur dari pelaminan. Di hadapkan pada tatapan tajam penuh cibiran dari para tamu undangan, aku dengan lantang berkata, “Siapa pun yang berani maju ke depan dan menikah denganku hari ini, dialah yang akan jadi suamiku!” Tiga tahun kemudian, Alvano membawa adik angkatnya itu kembali ke kediaman Keluarga Baskara. Aku sedang duduk santai di atas sofa kulit, menikmati sup sarang burung sambil menonton drama favoritku. Tatapannya jatuh pada perutku yang membuncit, lalu berkata dengan geram, “Anak haram di perutmu itu … anak siapa?” Aku menyesap sup sarang burung perlahan, lalu tersenyum ringan berkata, “Tentu saja anak dari Keluarga Baskara.”
6.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 138 kali sebagai tas pergi
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
56789
...
50
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status