Malam Terakhir di Singgasana
"Dia itu berdarah dingin, bahkan bisa membunuh ayahnya sendiri. Kenapa dia tak sanggup membunuhmu?"
"Karena darah ibuku yang mengalir di tubuhku."
Senyum getir tersungging di sudut bibir Pangeran Andre, dan rasa iba yang tak terhingga terpancar di sorot matanya. "Akulah satu-satunya penghubung yang tersisa antara dia dan ibuku di dunia ini. Kalau aku mati, dia akan benar-benar menjadi yatim piatu."
"Jadi dia mengurungku di sini, memaksaku menjalani sisa hidupku dalam perenungan. Itu keinginan terakhirnya, dan juga hukuman paling kejam yang pernah kuderita."